7 Alasan Ini Akan Membuatmu Sadar Kenapa Kami Bangga Jadi Orang Ende!

Ngadem.com – Ende adalah sebuah Kota Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di pesisir selatan Pulau Flores. Kabupaten Ende berbatasan dengan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo serta Laut Flores di Utara dan Laut Sawu di Selatan. Di Kota Ende juga ada deretan gunung api; Gunung Api Iya dengan ketinggian 637 mdpl, dan Gunung Mutubusa dengan ketinggian 1.690 mdpl.

Nah dibalik semua itu, hal paling kece dan membuat kota kecil ini dikenal oleh banyak orang yaitu Bung Karno, presiden pertama Indonesia yang pernah diasingkan di sana. Tapi percayalah, Ende bukan cuma itu. Ada banyak hal yang membuat kami merasa bangga jadi orang Ende.

1. Siapa yang Tak Kenal dengan Danau Kelimutu? Danau Tiga Warna yang Cuma Ada di Ende dan Bikin Banyak Orang Jatuh Cinta!

alignment 10 px margin Ads7 :
Matahari terbit di Kelimutu via bloodydirtyboots.wordpress.com

Sudah tahu Danau Kelimutu, kan? Sudah pernah mengunjunginya? Atau punya rencana ke sana? Walau sekali dalam hidupmu, cobalah ke Danau Kelimutu. Gak akan rugi kok! Kemolekan danau ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Pesona danau tiga warna sudah terekam dalam ribuan lensa, ayolah masa kamu tidak mau mencoba mengintip danau ini?

Danau Kelimutu berada di ketinggian sekitar 1.640 meter di atas permukaan laut dengan penorama Gunung Kelimutu dan pesona sunrise yang sangat menawan.

Danau Kelimutu nggak terlalu jauh dari Kota Ende. Berjarak sekitar 54 kilometer di sebelah timur Kota Ende dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Keunikan danau ini (yang tidak dimiliki oleh danau lain) adalah warna danaunya yang senantiasa mengalami perubahan. Ada tiga danau utama; Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai, DanauTiwu Ata Polo, dan Danau Tiwu Ata Mbupu.

2. Ende Jadi Tempat yang Menginspirasi Bung Karno untuk Merumuskan Dasar Negara Kita! Coba Kalau Tidak Ende?

Soekarno dan Ende via nanangicus.wordpress.com

Bung Karno pernah diasingkan di Ende. Bahkan, rumah tempat Beliau diasingkan masih ada hingga saat ini. Presiden pertama Indonesia itu menghabiskan empat tahun hidupnya di kota pesisir pantai dan terasing dari tanah kelahirannya. Bayangkan bagaimana kegalauannya saat itu? Tapi kegalauannya justru membuat Soekarno kian bersemangat untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Ketika berada di Ende, Bung Karno merumuskan konsep dasar yang kita kenal dengan nama Pancasila. Alam Ende dan kehidupan masyarakatnya yang bersahaja telah menginspirasi Bung Karno untuk merumuskan banyak hal. Tidak hanya itu, Ende seolah telah menyuntikkan semangat baru bagi Beliau untuk terus berjuang meraih kemerdekaan bangsa. Bagaimana jadinya kalau Bung Karno tidak diasingkan di Ende, mungkin saja Pancasila tidak akan pernah ada.

3. Ende Punya Tenun Ikat yang Banyak Digunakan Desainer Dunia, dan Tentu Saja Bisa Buatmu Kece Seketika!

Tenun Ikat atau Zawo Khas Ende-Lio via sekolengo.blogspot.com

Tenun ikat yang dalam bahasa Ende disebut Zawo, adalah mahakarya yang kece abis dan tiada duanya. Bagi masyarakat Ende, zawo adalah busana sehari-hari yang memiliki nilai atau makna tertentu. Nah, akhir-akhir ini seiring dengan perkembangan trend fashion, zawo sudah digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan.

Bukan hanya keunikan motifnya saja, namun proses pembuatannya yang sangat-sangat rumit dan tidak memanfaatkan mesin apapun adalah nilai lebih yang membuat  zawo terasa sangat elegan dan mahal. Coba kamu kreasikan zawomu dengan fashion item modern lainnya, pasti kamu akan tambah kece dan cantik. So, gak perlu malu atau takut dianggap kuno kalau menggunakan kain tradisional ini. Sebaliknya, kamu harus bangga guys.

4. Pernah Lihat Angkot di Jakarta? Bandingkan Dengan Bemo di Ende, dan Kamu Akan Tahu Kenapa Kamu Harus Bangga Jadi Orang Ende!

Bemo Ende via Google Image

Buat kamu orang asli Ende yang pernah ke Jawa atau Jakarta, kamu pasti tahu seperti apa sih angkot di Jawa atau Jakarta? Sumpah, kalau kamu tahu sebaiknya kamu mulai lebih bersyukur lagi karena menjadi orang Ende. Bemo di Ende tuh keren-keren. Musiknya juga asyik-asyik belum lagi supir bemonya yang kece-kece abis.

Rata-rata dandanan supir bemo Ende tuh keren-keren dan fashionable beud. Tapi kalau di Jawa atau di Jakarta rata-rata supir angkotnya orang tua dan maaf ya, tidak terlalu memusingkan kostum. Jadi, kamu harus bersyukur karena jadi orang Ende karena bisa keliling kota dengan bemo kece dan kakak-kakak supir yang juga kece abis.

5. Ende Jadi Salah Satu Ujung Tombak Sektor Pariwisata di Flores. Tempat Wisatanya Melimpah Ruah. Cuma Kepeleset Doank Udah Tiba di Tempat yang Kece Badai.

Pantai Penggajawa dan Pesona Batu Hijaunya via www.sayangi.com

 

Di kota-kota besar susah cari tempat wisata yang enak dan bersih. Bahkan, di kota besar kalau mau ke pantai harus berkendara hingga puluhan kilo. Bandingkan dengan di Ende. Ende itu kota pesisir yang itu artinya kalau kamu mau ke pantai tinggal jalan kaki sedikit sampai deh di pantai.

Pantai-pantai di Ende masih bersih-bersih, sepi dan cocok untuk menenangkan diri. Belum lagi Pantai Penggajawa yang terkenal dengan batu hijaunya. Nah, kamu kurang bangga apa jadi orang Ende. Ok itu baru wisata pantai saja belum lagi wisata kampung adatnya dan kekayaan adat dan tradisi yang hidup di sana.

6. Karena Sangat Dekat dengan Pantai, Jangan Heran Kalau Orang Ende Bisa Mengonsumsi Ikan Segar Setiap Hari.

Ikan Melimpah via www.flobamora.net

Makan sarden atau ikan air tawar tidak akan terjadi bagi orang Ende dan sekitarnya karena pantai atau laut mereka sudah cukup memberikan semua kebutuhan akan ikan-ikan segar yang siap di olah jadi apa saja. Mau bakar boleh. Mau goreng boleh. Iyakan?

Jangan heran deh kalau tiada hari bagi orang Ende tanpa makan ikan segar. Tidak semua orang di tempat lain bisa merasakannya, jadi sebagai orang Ende patut bersyukur dan berbangga ya.

7. Di Ende Semua Orang Bisa Hidup Rukun Satu Sama Lain. Nuansa Kebersamaannya Masih Kentel, Guys!

Menuju pemakaman via google image

Ini adalah alasan terakhir kenapa kami bersyukur karena telah terlahir sebagai orang Ende asli. Why? Kamu pernah melihat betapa rukunnya orang Ende? Tentu saja. Pemandangan seperti itu pasti bisa kamu temukan dengan mudah saat berada di Ende.

Di Ende semua orang dari agama dan suku yang berbeda hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain. Tidak ada yang bertengkar karena perbedaan tersebut. Bahkan dalam satu keluarga besar, nyaris anggota keluarganya menganut agam yang berbeda-beda. Itulah alasan kenapa orang Ende bisa hidup berdampingan satu sama lain. Tidak hanya itu orang Ende masih sangat kental dengan tradisi gotong-royongnnya loh.

So, apakah kamu punya alasan lain? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya.

Komentar

Written by Dj Wonga

Kontributor Ngadem.com - Bukan siapa-siapa tapi dari keluarga baik-baik.