7 Band Jogja Hits di Tahun 90’an dan Masih Tetep Eksis Sampai Sekarang

Ngadem.com – Kamu lahir di Jogja tahun 90’an? Sewaktu muda dulu, kamu pasti punya band-band favorit yang sering kamu dengerin dari siaran radio, kan? Nah, mungkin aja beberapa band kesukaanmu itu sekarang udah mulai tenggelam karena mewabahnya band-band yang memiliki aliran musik lebih beragam di jaman ini. Tapi, bukan berarti lagu-lagu dari band jadul itu lenyap begitu saja dari ingatan. Justru, lagu-lagu ngehits yang pernah mereka bawakan sampai sekarang pun masih tetap enak didengar. Bahkan, lagu-lagu itu akan mengajak kita untuk sejenak kembali ke masa lalu.

Yaudah, langsung aja kita lihat chart-nya, yuk. Band asal Jogja mana aja sih yang masih eksis sampai sekarang?

1. Siapa yang Tak Kenal Band Jogja yang Punya Julukan “Satu Juta Copy” Ini?

Sheila On 7 foto dari @sheilaon7

 

Buat kamu yang lahir di tahun 90’an, tentu tak asing lagi dengan band legendaris yang satu ini. Ya, Sheila On 7 namanya. Band yang mempunyai fans dengan julukan Sheila Gank ini berdiri pada tahun 1996. Di awal pendiriannya, band ini digawangi oleh lima pemuda SMA yang kece abis, yakni Duta yang berperan sebagai vokalis, Eros sebagai gitaris, Sakti juga sebagai gitaris, Adam pada bassis, dan Anton sebagai penggebuk drum. Sejauh ini, kelima pemuda tersebut telah berkiprah dan turut serta dalam mengembangkan industri musik Indonesia.

Namun sayangnya, satu-satunya band asal Indonesia yang mampu menembus angka penjualan album hingga satu juta copy ini harus mengalami konflik internal dan terpaksa merombak formasinya. Sangat disayangkan sebenarnya. Tapi, ya mau gimana lagi? Perombakan personil ini tak lantas membuat Sheila On 7 hancur begitu saja. Kini, posisi Anton sebagai drumer telah digantikan oleh Bryan setelah dua personil band ini memutuskan hengkang.

Ya, Sheila On 7 telah menelurkan 10 album dalam rentang waktu 15 tahun, meliputi Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000), Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (2000), 07 Des (2002), dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan Sheila On 7 masih menunjukkan tajinya ketika beberapa bulan yang lalu mereka memborong piala di ajang Indonesian Choice Awards. Hal ini membuktikan bahwa band ini masih diperhitungkan oleh banyak orang. Ya, setuju kan, Sob?

Ohya, banyak lho lagu-lagu mereka yang masih melekat di hati sampai sekarang. Ada “Sahabat Sejati”, “Sephia”, “Berhenti Berharap”, “J.A.P”, “Kita”, dan masih banyak lainnya. Nah, buat kamu yang lagi marahan sama si doi, ada juga lagu yang cocok buat kamu nyanyiin di depan si doi, lho. Nggak percaya? Coba aja deh kamu nyanyi lagu “Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki”. Pasti si doi langsung meleleh dan menciummu secara membabi-buta. Hahaha.

2. Berikutnya Adalah Band Kepunyaan Oom Pongky. Eh, Sekarang Vokalisnya Udah Ganti, ya?

Jikustik via votemenot.com

 

Musim hujan gini paling cocok kalau dengerin lagunya Jikustik yang berjudul: “Setia”. Iya nggak, sih? Iya, dong. Kamu masih inget gimana liriknya kan, Sob? Ah, masa’ lupa, sih? Yang kayak gini, lho: Deras hujan yang turun/ Mengingatkanku pada dirimu/ Aku, masih di sini untuk setia… Ciieee, malah jadi baper dan keinget mantan, ciieee.

Yap, kalau kamu tumbuh di era 90’an, tentu telingamu sudah tak asing lagi dengan nama Jikustik. Band Jogja yang beranggotakan lima orang pria ganteng ini mempunyai karier yang cukup baik pada jamannya. Meliputi Pongki pada vokal dan gitar, Icha pada bass dan backing vokal, Dadi pada gitar, Carlo yang sebagai drumer, dan Adhit sebagai keyboardis.

Grup band ini awalnya diberi nama G-Coustic yang diambil dari Geronimo, sebuah nama radio di Jogja yang menjadi cikal bakal perjalanan karir mereka dan coustic yang berarti akustik.

Karir Jikustik mulai bersinar pada tahun 1999 sejak album pertama mereka yang bertajuk “Bulan di Yogya” dirilis di pasaran hingga di tahun 2000 mereka merilis album “Seribu Tahun” dan semenjak itulah nama mereka diubah menjadi Jikustik seperti yang kita kenal sekarang ini. Ya, tentu kamu tahu dong beberapa lagu andalan mereka seperti “Seribu Tahun Lamanya”, “Setia”, “Saat Kau Tak Di sini”, dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, kini sang vokalis sekaligus salah satu pencipta lagu grup band yang satu ini telah hengkang dan digantikan dengan vokalis baru bernama Brian. Sementara Pongki masih fokus di karir bermusiknya dengan membentuk band barunya, The Dance Company, bersama Aryo, Nugie, dan Baim serta masih aktif juga sebagai pencipta lagu.

3. Band Jogja yang Satu Ini Punya Segudang Lagu yang Bikin Nyesek dan Selalu Keinget Mantan!

The Rain Band foto dari @therainband

 

Hei, apa kabarmu jauh di sana? Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan. Kupikir aku berhasil melupakanmu. Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum. Meskipun jalan kita tak bertemu. Tapi tetap indah bagiku; semoga juga bagimu… Aku cuma rindu, aku cuma rindu…

Lirik lagu “Gagal Bersembunyi” di atas merupakan salah satu bukti bahwa The Rain punya segala cara untuk membuat pendengarnya keinget mantan. Hiks, jadi sedih, ya? Emang, selama tiga tahun berturut-turut, The Rain merilis single pada setiap tanggal 18 November. Sebuah upaya menyikapi berbagai keterbatasan dengan menjadikannya sebagai kelebihan.

Band Jogja yang telah berusia lebih dari satu dekade ini digawangi oleh Indra Prasta pada vokal dan gitar, Aang Anggoro pada drum, Ipul Bahri pada bass, dan Iwan Tanda sebagai gitaris. Hingga 2012, The Rain telah merilis lima album studio, yakni Hujan Kali Ini (2003), Senandung Kala Hujan (2005), Serenade (2007), Perjalanan Tak Tergantikan (2009) dan Jingga Senja dan Deru Hujan (2012).

Selain lima album studio, mereka juga merilis sebuah komik banyolan berjudul Komik Cihuy Anak Band pada pertengahan 2010, disusul dengan novel The Almost Brothers pada tahun 2011.

Pada 31 Desember 2012, The Rain merilis box set THE RAIN 2000 – 2012 yang merupakan rekam jejak perjalanan mereka sejak mulai bertemu pada tahun 2000 hingga dirilisnya album kelima pada tahun 2012. Di dalam box set ini juga terdapat booklet berisi foto-foto yang belum dipublikasikan sebelumnya.

Selain itu, grup musik dari Jogja ini juga menjadi band pertama di Indonesia yang merilis single baru di tanggal dan bulan yang sama selama tiga tahun berturut-turut. Single kolaborasi bersama Endank Soekamti berjudul Terlatih Patah Hati dirilis pada 18 November 2013. Tepat setahun setelahnya, The Rain merilis single Gagal Bersembunyi. Dan pada 18 November 2015, The Rain merilis single Penawar Letih sebagai penutup trilogi tersebut. Wah, band ini cukup produktif ya, Sob?

4. Endank Soekamti: Salah Satu Band Jogja yang Punya Nama dan Kelakuan Nyentrik.

Endank Soekamti via iegoa7x.wordpress.com

 

Wong Jogja yen nganti ora ngerti Endank Soekamti yo kebangeten (Orang Jogja kalau sampai tidak mengenal Endak Soekamti ya keterlaluan). Begitulah memang. Rasanya tak ada pemuda Jogja yang tak pernah mendengar nama grup musik ini. Ya, band Jogja yang beranggotakan Ari pada drum, Dory pada gitar, dan Erix pada bass dan vokal ini seringkali menggunakan idiom punk dalam bermusik—meskipun tidak mengusung ideologinya.

Lirik-lirik Endank Soekamti terkesan semaunya, kadang-kadang kasar, dan bahkan nyeleneh, khas humor Yogyakarta.

Nama grup musik ini diambil dari nama dua perempuan yang memiliki kesan dalam kehidupan personilnya. Kata “Endank Soekamti” bisa juga dianggap pelesetan dari idiom “enak sekali”. Loh, kok bisa? Makanya sering-sering main ke Jogja biar tahu. Hehehe.

Grup musik ini berdiri pada bulan Januari 2001. Kariernya diawali dari panggung ke panggung lainnya di seputaran Yogya dan Solo, terutama pada acara-acara mahasiswa. Pada tahun 2003, mereka telah merilis album pertamanya yang bertajuk “Kelas 1”, dengan lagu hitsnya berjudul “Bau Mulut” di bawah label Indie, dan terjual sebanyak 75 ribu kopi. Album kedua dirilis pada tahun 2004 di dengan nama “Pejantan Tambun” yang berisikan 16 lagu. Album ketiga dirilis di tahun 2007 dengan judul “Sssttt…!!!” dan masih banyak yang lainnya.

Nama Endank Soekamti semakin mencuat ke permukaan setelah mereka meluncurkan lagu bertajuk “Barisan Para Mantan” yang dirilis bersama dengan band The Rain. Selain itu, pada tahun 2014 lalu mereka juga telah menelurkan album “Kolaborasoe” yang berisi 14 lagu berduet dengan beberapa musisi kondang di Indonesia.

5. Bertengger di Peringkat Kelima, Ada Shaggydog; yang Akan Mengajakmu Berdansa Sampe Subuh!

Shagydog via id.wikipedia.org

 

Yap, Shaggydog merupakan sebuah band yang terbentuk pada tanggal 1 Juni 1997 di Sayidan, sebuah kampung kecil yang terletak di pinggir sungai Code, Yogyakarta. Band yang beranggotakan Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyok ini sepakat untuk menyebut musik yang mereka mainkan sebagai “Doggy Style”—eiittss, jangan ngeres dulu pikirannya. Yang dimaksud “Doggy Style” adalah perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock.

Dalam bermusik, Shaggydog banyak dipengaruhi oleh band-band seperti Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, dan Song Beach Dub Allstars. Untuk pertama kali, albumnya dirilis pada tahun 1999, dengan judul “Shaggydog” di bawah naungan label Doggy House. Pada tahun 2001, barulah album kedua mereka dirilis, dengan diberi judul “Bersama”.

Masa keemasan Shaggydog dimulai pada tahun 2003, yang dimulai dari pesta tahun baru di UPN Yogyakarta, di mana sekitar dua puluh ribu penggemar Shaggydog yang disebut Doggies membanjiri UPN.

Kemudian dilanjutkan dengan Tour 8 Kota Shaggydog yang berlangsung dari bulan Maret di kota Semarang, Solo, Tegal, Salatiga, Purwokerto, Pekalongan, Jogjakarta, Magelang, hingga membuat nama Shaggydog semakin melambung.

Pada bulan Agustus 2009, Shaggydog merilis album ke lima mereka yang berjudul “Bersinar” di bawah label Fame. Perjalanan panjang dan berbagai hambatan yang telah menyertai karier Shaggydog selama ini telah membulatkan tekad para personel Shaggydog untuk lebih mempertajam taring mereka di industri musik. Oke, Sob. Kamu siap berdanska berama Shaggydog?

6. Death Vomit: Band Deathmetal Tertua di Jogja yang Mampu Menghirigidig-kan Jantungmu!

Death Vomit Band foto dari @deathvomitofficial

 

Band underground yang baru saja pulang tur dari Jepang ini sudah dibentuk sejak tahun 1995. Line up awalnya terdiri dari Dede pada vokal, Wilman pada gitar, Ary pada bass, dan Roy Agus sebagai drumer. Dengan mengusung musik Deathmetal, mereka langsung membawakan lagu-lagu sendiri.  Death Vomit telah merilis rehearsal demo dan mendapat respon positif dari pecita musik cadas di Indonesia. Respon ini berlanjut dengan sering tampilnya Death Vomit di luar kota Jogja, seperti di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Solo, Malang, Surabaya dan Denpasar.

Walaupun sempat mengalami pergantian formasi, namun eksistensi band ini tak pernah sirna. Formasi terkini Death Vomit adalah Sofyan Hadi memegang vokal sekaligus gitar, Oki Hariwibowo pada bass, dan Roy Agus sebagai drumer. Pada November 1999, Death Vomit merilis album debut “Eternally Deprecated” yang diproduksi secara indie di bawah label mereka sendiri, yakni Demented Mind Records.

Penjualan album ini terbilang lumayan, sebanyak 1500 kaset telah ludes dipasaran. Hal ini membuat label Bandung, Extreme Soul Production merilis ulang album ini. Dan sampai saat ini, kaset yang dirilis ulang tersebut telah terjual sebanyak 2200 keping.

Selanjutnya, pada awal Mei 2006, Death Vomit kembali merilis album baru bertajuk “The Prophecy” di bawah label Rottrevore Record yang beredar pada Agustus 2006. Adapun, beberapa waktu sebelumnya Death Vomit juga sudah pernah menyerbu panggung internasional pada serangkaian tur konser di enam kota di Australia dan mendapat kesempatan berbagi panggung dengan dua band besar dari eropa dan Amerika, yakni Napalm Death dan Dying Fetus pada 2012 silam. Arena internasional selanjutnya ialah negeri jiran Malaysia, yakni di Johor dan Kuala Lumpur yang juga mendapat kesempatan menghadapi gempuran padat dari Death Vomit pada 6 dan 7 April 2013 lalu. Gimana, Sob? Kabar yang cukup membanggakan, ya? Hidup metalhead Indonesia! Hohoho.

7. Band Cadas Berikutnya Adalah Something Wrong! (Sebenernya Nggak Ada yang Salah Juga Sih)

Something Wrong via dozan-alfian.blogspot.com

 

Penggemar musik cadas terutama di Jogja tentu mengenal nama Something Wrong. Band yang dibentuk pada 2 September 1997 ini merupakan salah satu band yang hingga detik ini masih eksis dan tetap konsisten dengan jalur musik beraliran hardcore. Suatu capaian prestasi tersendiri terlebih saat ini berbagai aliran musik terutama boyband tengah menjadi primadona industri musik di Indonesia.

Formasi awal band ini terdiri dari: Latu berada di vocal), Wowok juga sebagai vocal, Hendi pada gitar, Soetik pada bass, dan Karel  sebagai penggebuk drum. Pada tahun 1998, Somethung Wrong ikut dalam kompilasi Yogyakarta United Underground bersama band-band underground dari berbagai aliran yang berada di Yogyakarta. Tetapi beberapa bulan setelah dirilisnya album kompilasi ini, kedua vokalisnya mengundurkan diri, dan posisinya digantikan oleh Kucing. Masuknya vokalis baru ini memperkuat mereka dalam perkembangan karakter musik dan kemajuannya.

Sejak awal terbentuk, pada setiap pementasannya Something Wrong sudah membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri di samping juga lagu-lagu dari band hardcore favorit mereka. Pada bulan Oktober 1999, Something Wrong masuk studio recording untuk merekam 8 lagu ciptaan mereka sebagai demo tape. Pada tanggal 6 Maret 2000, Something Wrong harus kehilangan pemain drum mereka karena meninggal dunia. Dan untuk mengenang Karel, demo tape yang direkam pada bulan Oktober 1999 itu dirilis sebagai album Something Wrong yang diberi judul “DEMO ’99”. Setelah Karel meninggal, posisi drum digantikan oleh Seto, kira-kira 3 tahun setelah album pertama dirilis, yakni pada bulan Maret 2003. Dan, perlu kamu ketahui juga, Sob. Belum lama ini Something Wrong juga meluncurkan album bertajuk “Nesu” yang penjualan kasetnya cukup laris di pasaran.

Yap, itulah ketujuh band Jogja yang lahir di tahun 90’an dan masih eksis sampai sekarang. Kamu punya pandangan lain? Atau ada yang kurang? Atau kamu sendiri adalah salah satu band di Jogja yang belum ada di atas? Yuk, diisi kolom komentarnya…

Komentar

Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Papua Sulawesi Sumatera Wisata Yogyakarta
Pesona Wisata Baru Cianjur, Curug Luhur yang Sangat Tersembunyi
Bogor Lantai Dua: Rumah Pohon Curug Ciherang Kece Buat Foto-Foto
Pesona Bukit Seribu Bintang (BSB): Tempat Wisata Baru di Kuningan