Jangan Ngaku Orang Pemalang Kalau Kamu Nggak Tahu 8 Fakta Sahihnya Berikut

Ngadem.com – Kamu sempat minder jadi anak Pemalang? Kenapa? Soalnya banyak yang bilang kota ini terpencil dan jauh dari peradaban? Yaelah, nggak usah didengerin, kaliiik. Siapa juga sih yang tega bilang kayak gitu? Pasti mereka cuma ngiri, deh. Atau mungkin, mereka emang nggak tahu-menahu kalau Pemalang punya berbagai macam potensi yang cukup ciamik. Iya kan, Genks? Iyain aja, deh.

Oke, mulai dari sekarang kamu harus mengubur dalam-dalam keminderanmu itu, ya. Soalnya kota ini nggak kalah dengan kota-kota besar lainnya, kok. Hal itu bisa dibuktikan dari adanya fakta-fakta berikut ini. Yuk, simak…

1. Nggak cuma cewek-ceweknya, Sob. Ikan bandengnya juga montok! Bandeng Montok dari Desa Kaliprau. 

Bandeng Montok via fedeppemalang.org

 

Salah satu potensi Desa Kaliprau yang ada di Kabupaten Pemalang adalah hasil tambaknya. Dari ratusan tambak yang ada di sana, sebagian besar petaninya membudidayakan ikan bandeng. Nah, setelah melihat adanya potensi tersebut, akhirnya Kelompok Pengolah dan Pemasaran (POKLAHSAR) Desa Kaliprau berinsiatif untuk mengolahnya jadi kuliner yang istimewa. Olahan dari ikan bandeng itu meliputi Abon Bandeng, Kerupuk Kepala Bandeng, Keripik Kulit Bandeng, Pepes Bandeng, Nuget Bandeng, Stik Duri Bandeng, dan Bandeng Montok.

Yoi Genks, dari namanya aja, Bandeng Montok ini udah punya keunikan tersendiri, kan? Lalu, sebenarnya apa sih yang dimaksud Bandeng Montok itu? Inilah jawabannya: Bandeng Montok merupakan kuliner dengan bahan utama ikan bandeng yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Kata “Montok” diambil dari tampilan ikan bandeng yang lebih besar daripada umumnya.

Usut punya usut, ternyata ikan bandeng sudah diisi dengan campuran daging ayam yang digiling bersama bumbu-bumbu rahasia lainnya. Oh, jadi gitu, ya? Sekarang kamu udah tahu kan betapa kreatifnya warga Pemalang? Masih minder juga?

2. Nah, Bandeng Montok jadi tambah yummy kalo disandingkan dengan Nasi Grombyang.

Penjaja kuliner khas Pemalang Nasi Gombrang via nasional.sindonews.com

 

Buat kamu yang sering menggunakan jalur Pantura, tentu kamu nggak asing lagi dengan makanan khas yang satu ini. Ya, Nasi Grombyang namanya. Jika kamu kebetulan lewat Kota Pemalang, maka luangkanlah waktumu untuk mencicipi sedapnya kuliner yang terbuat dari jeroan sapi atau kerbau ini. Yap, para penjaja kuliner Nasi Grombyang biasanya mangkal di sepanjang jalan RE. Martadinata atau di sebelah utara alun-alun Kota Pemalang.

Hidangan Nasi Grombyang ini punya harga yang cukup bervariasi, mulai dari 10 ribu hingga 20 ribu rupiah. Dengan harganya yang cukup terjangkau dan rasanya yang lezat abis, maka wajar saja bila Nasi Grombyang ini menjadi ikon kuliner Pemalang yang terkenal hingga keluar kota. Jadi, jangan lewatkan kesempatanmu untuk mencicipi kuliner ini saat singgah di Kabupaten Pemalang, ya.

3. Eiiittsss… jangan salah. Pemalang juga punya tempat kongkow asik nun romantis. Jadi kamu nggak bingung deh kalo mau ngajak doi atau doi nongkrong.

Cafeku, sebuah cafe yang lagi hits di Kota Pemalang via adityagaluh.blogspot.com

 

Perlu kamu ketahui, Sob. Ternyata Kota Pemalang punya cafe yang romantis juga, lho. Mau tahu di mana tempatnya? Ya, letaknya berada di Jalan Pemuda, atau di seberang Plaza Telkom Pemalang. Setelah kami usut lebih lanjut, ternyata cafe itu baru buka beberapa bulan yang lalu. Ya, semoga aja cafe itu tetap laris manis, deh. Biar warga Pemalang nggak minder lagi karena udah punya cafe layaknya di kota-kota besar. Hehehe.

4. Pemalang sering dilewati para mudikers dari Jakarta dan sekitarnya. Jadi kebayang kan kalo jalur itu tiba-tiba ditutup? 

Jalan Pantura Brebes – Pemalang via jateng.tribunnews.com

 

Sebagai warga Pemalang, seharusnya kamu berbangga hati karena kota ini memiliki jalur Pantura yang sering dilewati para mudikers dari Jakarta dan sekitarnya. Ya, kamu benar. Kalau jalan raya Pemalang ini ditutup, tentu para mudikers akan kelabakan karena nggak bisa melewati jalur Pantura yang cukup melegenda itu. So, kamu nggak perlu berkecil hati lagi, ya. Soalnya kamu udah punya jalur yang tak banyak dimiliki kota lain.

5. Bukan cuma julukan kotanya aja yang Ikhlas. Orang-orangnya juga, Sob!

Gapura Pemalang Ikhlas via www.panoramio.com

 

Wah, wah, kota ini cukup rendah hati, ya? Emang. Seperti kota-kota lain yang ada di Indonesia, kota ini pun punya julukan tersendiri, yakni Pemalang Ikhlas. Kenapa bisa begitu? Karena kata “Ikhlas” merupakan akronim dari Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman dan Sehat. Nah, julukan Pemalang ini juga lekat banget di para warganya. Meski pun daerahnya yang agak “ngumpet”, Pemalang tetep Ikhlas kok, Sob. :) Lagian, buat apa sih ngiri sama kota-kota besar lainnya? Toh yang mereka punya cuma mal-mal besar yang bikin jalanan macet. Iya nggak?

6. Ada jomblo kece di Pemalang. Namanya Dina KDI. Doi cantik, suaranya ciamik dan nggak pelit bagi-bagi duit.

Dina KDI via google image

 

Artis dangdut dari Kota Pemalang ini memiliki nama asli Dina Sofiana. Cewek yang punya suara ciamik ini turut mengharumkan nama Pemalang karena memenangkan sebuah kejuaraan; Kontes Dangdut Indonesia (KDI) yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi ternama di negeri ini. Nah, karena memenangkan kontes itu, maka popularitas kotanya pun turut terdongkrak. So, kurang keren apa lagi, coba?

7. Pemalang jadi kota pertama yang mengekspose nama dengan satu huruf: “D”

ABG cantik bernama D asal Pemalang via news.detik.com

 

Meski fakta ini udah booming lama, tapi kayanya bisa buat kamu tambah bangga jadi anak Pemalang. Loh, emangnya ada hubungannya? Berita tentang si-ABG yang memiliki nama “D” itu kini sedang gencar dibicarakan oleh media nasional. Itu kan keren banget? Iya nggak, sih? Soalnya, Kota Pemalang jadi yang pertama kali diketahui punya warga dengan nama satu huruf.

8. Bertebarnya destinasi wisata baru di Pemalang akan buatmu semakin bangga jadi orang Pemalang!

Tempat wisata hits di pemalang

Nggak usah disangkal lagi Sob, Pemalang punya banyak destinasi wisata tersembunyi. Coba cek di sini.

Nah, 8 fakta soal Pemalang ini udah kamu baca, kan? Jadi, apapun alasannya, kamu nggak perlu minder lagi, ya. Kamu tetap harus bangga dengan kotamu! Soalnya, kamu mau tinggal di tempat mana pun pasti juga punya kekurangan dan kelebihan, kok. Hihihi.

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.