Ngadem di Bukit Kosakora dan Pantai Drini, Gunungkidul

Bukit Kosakora Sunset gunungkidul

Ngadem,com – Musim liburan sudah tiba, bus-bus dari berbagai daerah berbondong-bondong membawa penumpang menuju tempat wisata. Entah sejak kapan, Yogyakarta selalu menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi mereka yang tak ingin liburannya berakhir sia-sia. Meski sudah hampir 4 tahun menetap di Jogja, kami tak mau kalah dengan mereka yang tengah bersemangat menjelajahi objek wisata menyenangkan di Kota Budaya ini. Nah, minggu lalu, destinasi wisata kami kembali jatuh ke daerah Gunungkidul. Mengapa Gunungkidul? Selain karena letaknya yang tak terlalu jauh dari pusat kota, Gunungkidul memiliki banyak spot asik yang patut di-explore lagi, lagi, dan lagi. Maka, di Pantai Drini dan Bukit Kosakora kami menginjakkan kaki –yang tentu saja istilah sekali dayung dua pulau terlampaui bisa kami rasakan secara real.

Sebelum ke Kosakora, main air dulu di Pantai Drini

View Pantai Drini

alignment 10 px margin Ads7 :

Pantai Drini merupakan salah satu jejeran pantai eksotis yang berada di desa Banjarejo, Kec. Tanjungsari, kab. Gunungkidul, dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari  pusat kota Yogyakarta.  Pantai yang satu ini terletak di sisi timur pantai Baron dan Pantai Sepanjang.

Banyak hal dramatis sebelum dan sesudah tiba di Pantai Drini, mulai dari ketilang polisi, sepatu rusak, ponsel terendam di air laut (Hikz.. teledor), motor bocor, kesasar, dan masih banyak hal dramatis lainnya yang akan sangat melelahkan bila satu-satu diceritakan. Meski sedih dan ada sedikit perasaan menyesal, kami tetap mencoba menikmati dan tetap bersenang-senang.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Yogyakarta Yang Membuatmu Bahagia Lahir dan Batin

Kami tiba di Pantai Drini pukul 3 sore, yaitu waktu dimana matahari sedang cukup bersahabat untuk menemani mandi dan menunggu sunset. Area parkir yang luas, sekumpulan perahu nelayan yang berjejer di tepi pantai dan sederet warung makan lengkap dengan kamar mandinya, juga tempat ibadah menyambut kedatangan kami yang tengah ditindih rasa kesal karena ditilang polisi di salah satu perempatan jalan Wonosari. Suara debur ombak, hamparan pasir putih, juga tamparan angin laut yang menyegarkan badan membuat rasa kesal dan lelah kami pudar. Seperti sejumlah pantai Gunungkidul lainnya, Pantai Drini semacam menjadi bius tersendiri untuk kamu yang tengah ditindih rasa kesal, lelah, juga letih.

Salah satu hal menarik yang bisa kamu jumpai di pantai ini yaitu adanya sebuah pulau kecil yang membelah pantai menjadi dua bagian, yaitu sisi timur dan sisi barat dengan karakter ombak yang berbeda –seolah memiliki kepribadian ganda; satu sisi keras dan garang, sedangkan sisi lainnya lembut dan tenang. Nah, disisi timur dengan karakter ombak yang lembut dan tenang inilah kamu bisa mandi dan memanjakan badan sepuasmu, seperti berada di sebuah bath tub raksasa yang mampu merenggangkan otot-otot kaku.

Oh iya, jika iar laut sedang surut, kamu bisa langsung menyebrangi pulau tersebut. Dari atas bukit pulau tersebutlah kamu bisa menjumpai keeksotisan hamparan pantai Drini dan hal-hal eksotis lainnya. Disini, kamu juga bisa melihat ikan-ikan lucu dan aneka biota laut dengan mata telanjang, tapi dengan catatan saat air laut surut ya…

Selepas puas memanjakan diri, perjalanan kami lanjutkan ke Bukit Kosakora yang tepat berada di sebelah pantai Drini.

Baca juga: Menengok Pantai Sadranan: Tentang Snorkeling dan Hal-hal Lain Yang Membahagiakan

Nah, sekarang waktunya nge-ninjahatori di Bukit Kosakora!

Papan Bukit Kosakora

Bukit Kosakora ini berada di sisi timur pantai Drini, untuk mencapai bukit Kosakora kami harus  berjalan kaki menuyusuri pantai Drini kurang lebih 2 KM, dengan cacatan saat air laut sedang surut. Akses menuju bukit Kosakora memang masih sulit, selain harus berjalan kaki menyusuri hamparan pantai Drini, kami juga diwajibkan menyusuri jalan setapak yang dipenuhi semak-semak, hutan belukar, beberapa perbukitan kecil, dan persawahan yang membuat adrenalin cukup terpacu. Alhamdulillah perjalanan kami aman dan selamat sampai tujuan.

Kamu bisa menuju arah Pantai Ngerumput yang tepat berada di kaki Bukit Kosakora, tapi kamu akan tetap dibawa untuk menyusuri jalan setapak, semak-semak, hutan belukar, dan persawahan. Ya, akses menuju bukit Kosakora memang masih sangat sulit untuk dijangkau. Jangan menyerah dulu ya kawan. Tetap berjuang.

Baca juga: Tentang Kotagede Dan Hal-hal Keren Yang Ada di Dalamnya

Bukit yang memiliki ketinggian sekitar 50mdpl dan cenderung masih baru ini, memiliki pesona alam yang begitu alami dan hijau. Tepat di bawahnya, tehampar pesona Pantai Ngerumput, dan sederetan pantai Gunungkidul seperti Pantai Drini, Pantai Kukup, dan Pantai Baron yang begitu mengangumkan saat dilihat dari atas. Rasa takut dan lelah saat melewati semak-semak pasti akan terbayar sesampainya di Bukit Kosakara. Oh iya, waktu paling tepat menuju bukit Kosakora adalah saat matahari merangkak ke barat, saat waktu membawa kita menuju senja.

Hal-hal yang bisa kamu lakukan di Bukit Kosakora.

Pertama, berfoto ria atau mengabdikan moment-moment menyenangkan dengan latar belakang panorama saat matahari kembali keperaduaannya di atas hamparan pantai dan perbukitan. Kedua,  sembari menikmati emasnya sunset, kamu bisa memesan cemilan ringan atau pop mie hangat yang dipadu dengan es teh atau es jeruk di warung yang menjadi satu-satunya warung di Bukit KosakoraKetiga, kamu bisa merebahkan diri di atas rerumputan hijau Bukit Kosakora semabri menatap langit lepas yang begitu biru (semoga tidak mendung). Keempat, kamu bisa camping di sini bersama keluarga, teman, pacar, atau bahkan mantan. Sebab, tempat ini merupakan lokasi yang asik sekali untuk dijadikan camping. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan teman baru bila tak segan menyapa pengunjung.

Baca juga: Main Kejar-kejaran Sama Sunset di Candi Abang, Berbah

Hal-hal yang perlu kamu perhatikan dan persiapkan sebelum memutuskan untuk menuju Bukit kosakora

Pertama, siapakan mental dan fisik, sebab seperti yang sudah dijelaskan, untuk mencapai Bukit Kosakora kamu harus menyusuri jalan setapak yang dipenuhi semak-semak, hutan belukar, persawahan, beberapa perbukitan kecil, dan tanjakan. Kedua, Bawa bekal atau makanan yang kamu inginkan, sebab di loaksi hanya ada satu warung dan hanya menjajakan macam-macam minuman hangat/dingin, pop mie, dan cemilan ringan. Ketiga, gunakanlah alas kaki yang pas, seperti alas kaki yang memang dikhususkan untuk mendaki. Ingat jangan menggunakan sepatu pantofel, wedges, apalagi  high heels, nanti sepatu bisa rusak dan kaki juga bisa lecet-lecet. Pokoknya, harus tetap berhati-hati. Terakhir, tentu saja membawa kamera.

Berapa harga tiket masuknya?

Cukup dengan membayar Rp 10.000/orang kamu sudah bisa menikmati deretan pantai cantik, seperti: Pantai Drini, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Pulangsawal, dan Pantai Poktunggal. Nah, untuk mencapai bukit Kosakora, kamu akan dikenakan biaya tambahan Rp 2.000/orang.

Btw, jangan lupa jajan!

Sumber gambar: www.geonation.org
Sumber gambar: www.geonation.org

Di Gunungkidul kamu juga bisa menemukan cemilan unik yang bisa kamu bawa pulang sebagai buah tangan. Ya, jalan-jalan ke lokasi eksotis kurang lengkap rasanya kalau belum mencoba walang goreng-nya yang istimewa. Di gunungkidul, walang goreng atau belalang goreng begitu terkenal dan menjadi primadona cemilan khas Gunungkidul. Rasanya yang renyah, gurih, dan enak, menjadikan belalang goreng ini kerap dijadikan buah tangan oleh sejumlah orang.

Baca juga: Ke Brebes Tapi Ndak Icip-icip Kuliner Ini? Aja lah ya…

Gunungkidul menjadi salah satu icon andalannya Yogyakarta, meskipun kawasan Gunungkidul terkenal tandus, kekurangan air, juga gersang (karena wilayahnya sebagian besar terdiri dari perbukitan karst/kapur), makanya sumber air ada jauh di bawah permukaan tanah. Meski demikian, Gunungkidul menyimpan sejuta pesona wisata yang  begitu mengagumkan. Di Gunung Kidul, masih banyak pantai-pantai dan lokasi wisata eksotis lainnya yang masih tersembunyi yang akan coba kami expolre lagi. Do’akan kami sehat selalu ya…

Demikianlah perjalanan kami menuju Pantai Drini dan Bukit Kosakora yang –menutut kami begitu dramatis. Bagi kalian yang ingin liburan dan ingin melarikan diri dari hiruk-pikiunya kota dan penatnya aktifitas pekerjaan atau perkuliahan, bukit Kosakora dan sederatan pantai gunung kidul yang mempesona bisa kamu jadikan destinasi liburan. So, selamat jalan-jalan. Selamat bersenang-senang. Selamat liburan. Salam ngadem!

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Jogja Yang Keren Untuk Selfie

Komentar

Written by Amie Uliel

CEO Ngadem.com - Wanita asal Brebes yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman. Kini sedang kurang khusyuk kuliah di Fakultas Bahasa dan Seni UNY 2011.