Ngadem di Event Classical Rock Symphony Orchestra #2 Yogyakarta

Ngadem.com – Semalam, Kamis (14/4) Ngadem.com berkesempatan untuk menyaksikan perhelatan musik bertajuk Classical Rock Symphony Orchestra #2 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Acara yang mengusung kolaborasi beberapa musisi ini sukses membuat degub jantung para penontonnya tak beraturan. Meski sesekali ada missing moment, tak membuat acara mandek dan membosankan. Acara masih berjalan mulus, rapih dan tetap membuat para penonton bisa teriak: lets rockin!!!

Hanya butuh waktu 5 menit sejak pintu gedung dibuka, seluruh tempat duduk yang dikategorikan menjadi VVIP, VIP dan Festival dipadati pengunjung –yang notabenenya para pecinta musik rock. Ada pula beberapa media yang sigap dengan kamera dan alat tulisnya. Di bagian depan; seorang lelaki 30-an dengan setelan jas rapih + payung tampak serius menonton tanpa peduli sorot lampu menyilaukan. Ia sendiri, dan saat Ngadem.com hampiri ia tersenyum sambil mengulurkan tangan.

“Acara semacam ini terbilang jarang di Jogja. Sekalipun ada, biasanya tak dikonsep serapih dan semegah CRSO,” ungkapnya serius.

“Ini kali kedua saya lihat CRSO. Kalau sudah kedua kali, bisakah disebut payah?” tambahnya, sambil tertawa.

Acara pun dimulai. Sorot lampu berpendar, penononton mulai memasukkan gadget, pandangan mereka serius; berharap acara berjalan memuaskan. Sementara di beberapa titik gedung, Sie Dokumentasi sibuk dengan kamera dan lensanya.

Di awal acara, lagu milik Avenged Sevenfold yang digarap dengan arasemen baru sukses membuat harapan penonton ter-ijabah. Hentakan drum dari drummer cilik, Najwa Rashika terasa mantap dan bertenaga. Seketika aura gedung yang tadinya sunyi berubah menggelegar dan penuh gairah. Satu persatu musisi yang datang dari berbagai daerah pun muncul. Mereka tampil dengan style dan karakternya sendiri. Ada SASVRITA dan Mederose yang kental dengan nuansa Jepang-nya, Hery Macan, Najwa Rashika, Andy Kracklroad dan lain-lain yang tentu saja sangat rock sekali.

Acara Classical Rock Symphony Orchestra ditutup dengan penampilan SASVRITA. Penampilannya di atas panggung cukup membuat malam yang diderai gerimis itu jadi tak sayu. Sesi foto-foto dengan para penampil pun jadi incaran penonton. Panggung pecah!!! Beruntungnya, para penampil itu baik hati dengan membiarkan dirinya jadi sorotan kamera bersama para fans.

Tak terasa, Classical Rock Symphony Orchestra yang memakan waktu 2 jam-an itu benar-benar habis. Gedung yang didominasi warna merah itu pun mulai sepi. Diluar, gerimis sudah mati. Para penonton kembali dengan agendanya masing-masing; membawa serta kobaran api semangat CRSO yang siap disebarluaskan!

“Setelah lihat CRSO, saya jadi pengin main gitar lagi!” ujar Hanip, salah satu penonton CRSO asal Bantul.

Classical Rock Symphony Orchestra Jogja Classical Rock Symphony Orchestra #2 CRSO Jogja TBY

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.