Ngadem di Gunung Sindoro

Ngadem.com – Tangggal 23 Maret 2015 kemarin, tim Ngadem.com mencoba untuk cari tempat adem di wilayah Temanggung dan sekitarnya. Nah, setelah memilah dan memilih, cari referensi sana-sini, tanya tukang bubur sampai tukang pecel lele, akhirnya kami putuskan untuk ngadem di Gunung Sindoro.

Kami berangkat dari kampung halaman (Yogya) jam 1 siang. Mengendarai kuda yang baik jalannya, eh, kendaraan pribadi. Kami melewati kota Magelang, lewat alun-alun Temanggung, lurus… dan  jam 4 sore sampailah kami di jalur pendakian Gunung Sindoro , Desa Kledung.

Jalur ini terletak antara Temanggung dan Wonosobo. dan kalian bisa memilih antara mendaki Gunung Sindoro atau Gunung Sumbing. Sebenarnya ada beberapa jalur pendakian Gunung Sindoro: jalur tersebut meliputi jalur Kledung dan jalur Sigedang-Tambi. Kami memilih jalur pendakian Kledung karena yang paling dekat dengan kampung halaman (Yogya), hehe.

Oke, sesampainya di Basecamp Kledung, kami langsung disambut hangat oleh penjaga Basecamp. Menurut hasil trawangan kami, mereka (penjaga) merupakan pemuda Karang Taruna Desa Kledung. Kami langsung disuruh lapor dan registrasi ke kantor Basecamp.

Biaya registrasi per orang Rp. 10.000 plus Rp. 5000 untuk penitipan motor dan Rp. 10.000 untuk mobil.

Tenang aja, biaya registrasi itu udah termasuk tempat rehat sebelum mendaki (Balai Desa Kledung), air minum, sampai pertolongan pertama kalau-kalau terjadi sesuatu pas pendakian. Di area Basecamp juga terdapat warung makan, toko klontong, sampai penjual jagung bakar. Pokoknya tenang, gak usah bingung cari makan kalau lupa makan dari rumah.

Setelah rehat sejenak dan mempersiapkan jiwa dan raga untuk mendaki, akhirnya kami mulai menapaki jalur pendakian Kledung. Dari jalur ini kita akan melewati 4 pos untuk munuju puncak Sindoro. Dari Basecamp menuju pos satu waktu yang ditempuh kurang lebih 1 sampai 1 ½ jam. Sebenarnya ada jasa ojek dari Basecamp ke pos satu, tapi masak ya mau mendaki gunung baru langkah awal udah nyewa ojek, gak seru.. haha.

Dari pos satu ke pos dua waktu yang dibutuhkan kurang lebih 2 sampai 2 ½ jam. Dan pos dua sampai pos tiga waktu yang dibutuhkan kurang lebih 1 jam sampai 1 ½ jam. Biasanya para pendaki Gunung Sindoro lewat jalur Kledung akan membuka tenda di pos 3. Selain karena saran dari Gubernur, eh, penjaga Basecamp, tempat paling aman untuk buka tenda memang di pos tiga, karena angin tidak terlalu kencang dan tempatnya luas.

Naik Gunung Sindoro

Setelah membuka tenda, masak air (biar mateng), masak makanan seadanya, rehat sejenak, pendakian menuju puncak baru dilanjutkan.

Pendakian dari pos tiga ke pos empat memakan waktu 2 jam, dan dari pos empat ke puncak juga memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam. Lama ya? ya iyalah, kalau cepet ya naik ojek sampai puncak. Tapi tenang, dari pos 3 sampai puncak kita akan disuguhi pemandangan cantik Gunung Sindoro. Gunung Sumbing yang terlihat gagah seperti Bapak Sukarno, bunga edelweiss yang cantik seperti Ibu kita Kartini, padang sabana yang luas seperti jidat professor, dan, angin yang berhembus dingin, bikin adem, seperti kalau kita buka situs Ngadem.com! Cakep!!!!

Ketika sampai puncak, kita akan lebih diademkan dengan pemandangan kawah Sindoro yang masih aktif, mengepulkan asap sulfur yang jatuh di sekitar kawah, dan membuat puncak sindoro seperti dilapisi es abadi.

Seperti di negeri dongeng. Cakep!!!

Dari puncak kita bisa menikmati lautan awan khas puncak gunung, pemandangan lanskap yang bikin gak mau pulang, dan tentu, tempat buat foto-foto bareng keluarga, temen, gebetan, pacar atau SENDIRI.

Itulah pengalaman tim Ngadem.com di Gunung Sindoro. Waktu turun dari puncak gak usah diceritain ya? gak seru. Kesedihan orang mendaki Gunung ya pas turun, jadi ngapain harus diceritain. haha.

Buat temen-temen yang juga mau ngadem di Gunung Sindoro, kami kasih tips dan trik biar kalian bisa sampai puncak dengan bahagia tanpa kekurangan sesuatu apapun.

1. Jangan lupa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

2. Persiapkan jiwa dan raga, terutama raga, karena jalur Kledung lebih banyak track manjatnya dari pada track datar.

3. Persiapkan perlengkapan (cek lagi sebelum berangkat, tenda, alat masak, bahan makanan, sleeping bag, jaket, celana, tas, sarung tangan, kamera, dll) oh iya, di jalur pendakian Kledung gak ada sumber air, jadi persiapan air harus cukup.

4. Hormati alam, ya kalau kamu belum bisa mencintai alam paling tidak hormati, seperti kamu menghormati orang tua kamu (jangan corat-coret dan bawalah sampahmu pulang.

5. Beramah-tamahlah dengan teman sependakianmu, karena di Gunung, semua adalah keluarga, akan ada saat di mana kita saling membutuhkan.

6. Sedia mantel kalau pendakian musim hujan.

7. Kalau bisa, jadikan pendakian sebagai cara mendekatkan diri pada alam, bukan hanya sekadar piknik.

Oke, selamat ngadem :)

 

Pemandangan Gunung Sindoro Pendakian Gunung Sindoro Sunrise Gunung Sindoro Indahnya Gunung Sindoro View Gunung Sindoro Lelah Gunung Sindoro Sabana Gunung Sindoro Tim Gunung Sindoro Naik Gunung Sindoro

Written by Fuad E. Cahya

Kontributor Ngadem.com - Lelaki riang asal Bantul yang tak lagi jomblo. Suka baca buku, nonton teater dan mandi tak pake sabun. Tengah berjuang menaikkan kasta erotisme dalam khasanah media cetak serta visual.