Percayalah, Dunia Pesantren Tak Semengerikan yang Kamu Kira. 11 Hal Ini Akan Buatmu Mantap Jadi Anak Pesantren

Ngadem.com – Hallo, bumi pesantren. Mendengar kata pesantren, kira-kira apa nih yang langsung terlintas di benak kamu? Pasti ngaji, ngaji, dan ngaji. Ada yang bilang tinggal di pesantren itu kaya di penjara, nggak bisa kemana-mana. Hmmmm.. masa sich? Ah, paling itu omongan orang yang nggak pernah tinggal di pesantren aja. Padahal tinggal di pesantren itu nggak melulu soal ngaji, ngaji dan ngaji. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan meski tinggal di pesentren. Kalau ada yang bialng pesantren itu kudet, ngebosenin and nyeremin, mereka yang sedang atau pernah tinggal di pesantren pasti bakal  jawab dengan tegas kalau tinggal di pesantren itu banyak hal asik yang juga bisa dilakukan.

Tinggal di Pesantren mungkin bikin ruang gerak jadi sedikit terbatasi, tapi bukan berarti para santri jadi kudet atau kekuarangan informasi.  Beneran deh. Jadi anak peasntren itu nggak seserem and nggak sekudet seperti yang kalian bayangin. Nggak percaya? Nih Ngadem.com kasih rangkumannya buat kamu yang ingin tau keistimewaan anak pesantren dan hal-hal lainnya. Yuk simak.

1. Meski kami setiap hari makannya menu itu-itu aja, kami tetap tumbuh sehat dan menawan kok.

nyamnyam foto dari @linsep

Bagi anak yang sudah terbiasa tinggal di pesantren, makan dengan menu seadanya dan itu-itu saja rasanya sudah biasa. Ya, jenuh memang kadang melanda tanpa ampun berharap menu yang itu-itu saja bisa diganti dengan menu makanan yang lebih menggugah selera makan, tapi meski demikian, dengan menu yang seadanya dan itu-itu saja kami para anak pesantren tetap bisa tumbuh sehat dan tampil menawan. Dengan menu yang ala kadarnya, kami tetap basi tampil cantik dan tampan.

2. Meski mengaji menjadi kegiatan rutin kami, tapi bukan berarti kami tidak tahu ilmu-ilmu umum seperti IPA dan IPS.

kami juga belajar IPA dan IPS via www.thohiryasin.or.id

Ya, tinggal di pesantren memang menggerakan kami untuk selalu rajin beribadah dengan mengaji, sholat lima waktu dan ibadah-ibadah lainnya. Diantara kami yang awalnya malas menjalankan sholat 5 waktu menjadi sangat rajin bahkan sampai sholat sunnah sepertiga malam pun kami jabanin. Ya, kami memang diharuskan untuk pandai membaca kitab-kitab kuning dan kitab-kitab berbau islami lainnya, namun bukan berarti kami tak mengerti ilmu-ilmu umum seperti ilmu IPA dan IPS. Jangan salah, kami pun berprestasi dalam ilmu-ilmu umum tersebut. So, jangan pernah memandang remeh kami ya.

3. Kami memang agamis, tapi itu tidak menghalangi kami untuk tetap tampil modis.

Kami juga bisa tampil kece instagify.com

Tinggal di bumi pesantren menjadikan kami berpenampilan lebih agamis dari biasanya, yang tadinya terbiasa dengan celana jins kini harus mulai terbiasa dengan pakaian gamis, seperti sarung dan baju koko atau baju kurung dan rok panjang. Ya, kami memang berpenampilan lebih agamis dari sebelum-sebelumnya, tapi jangan salah, meski demikian kami tetap bisa tampil modis. Bahkan kami pun siap jika ditantang untuk fasihon show ala hijabers-hijabers kece di luar sana. Bahkan bila diminta untuk mengikuti lomba fasihon show busana muslim, kami siap lahir batin.

4. Kami mungkin memang alim, tapi bukan berarti kami tidak bisa bela diri, tari juga menyanyi.

kami juga bisa bela diri foto dari @alasantri

Hmmmm.. mungkin banyak orang menilai kalau para anak pesantren itu Cuma bisanya ngaji atau i’tikaf di masjid. Banyak yang beranggapan kalau para anak pesantren itu kuno, tak bisa menyanyi ataupun menari. Eittt, sebenernya salah jika ada yang berpendapat demikina. Oke, kami memang memang alim, tapi bukan berarti kami tidak bisa menari dan menyanyi, bahkan kami pun mampu mengikuti pelatihan bela diri. Banyak bagian dari kami yang mampu lolos dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional, baik kejuaraan mengaji, menyanyi, menari, dan juga bela diri.

5. Karena kami terbiasa bangun pagi dan terbiasa dengan rutininas yang terjadwal dengan rapi, keputusan tepat jika memilih kami sebagai pendamping sehidup semati.

calon pasangan idaman foto dari @nahdiyyaza

Pasti sudah pada tahu kalau kehidupan anak pesantren itu penuh dengan jadwal dari pagi sampai pagi lagi, mulai dari bangun pagi, mandi, sholat, mengaji sampai kemudian tidur lagi. Semua kegaitan tersebut tentu sudah terjadwal dengan rapi. Karena kami terbiasa bangun pagi dan terbiasa dengan rutininas yang terjadwal dengan rapi, adalah keputusan tepat jika memilih kami sebagai pendamping sehidup semati.

6. Kami bukan cuma pandai baca kitab-kitab kuning, kami juga pandai merangkai puisi, cerpen dan novel.

bukan cuma jago ngaji, tapi juga jago bikin puisi via plus.google.com

Tadi sudah sempat dibahas di atas bahwa menjadi santri membuat kami harus mengenali yang namanya kitab kuning. Sebenarnya untuk belajar kitab kuning tidak harus menjadi santri terlebih dahulu, hanya saja untuk bisa memahami kitab kuning memang tidak boleh sembarangan. Untuk mempelajarinya perlu berguru pada para tokoh agama yang sudah paham betul akan makna dan isinya. Meski demikian, itu tak menutup kemungkinan bahwa kami juga pandai dalam hal-hal lainnya. Ya, kami bukan cuma pandai baca kitab-kitab kuning, kami juga pandai merangkai puisi, cerpen dan novel

7. Anak pesantren juga manusia biasa yang butuh dicinta dan mencinta.

butuh cinta via www.funshifter.com

Sebagai manusia tentu butuh yang namanya dicintai dan mencintai. Ya, begitu juga dengan kami, jangan kira anak pesantren nggak bisa jatuh cinta. Kami juga manusia biasa, kami juga ingin dicinta dan mencinta. Dicintai anak pesantren bukan hanya membuat hidupmu tenang karena didoakan terus setiap selesai sholat, dicintai anak pesantren juga membuat kamu jadi bisa lebih mendekatkan diri pada Tuhan karena kami para anak pesantren tak akan pernah ada bosannya mengingatkanmu untuk sholat dan ibadah-ibadah lainnya. Percaya deh, memilih anak pesantren sebagai pendamping hidup akan membuatmu benar-benar bahagia lahir dan batin.

8. Hidup di pesantren mengajarkan kami tentang makna saling berbagi, saling mengasihi dan saling mengerti. So, dekat dengan kami pasti membuat hidupmu selalu happy.

teman yang bisa membuatmu selalu happy foto dari @nahdiyyaza

Jika kamu ingin mencari teman yang selalu bisa membuatmu happy, bertemanlah dengan kami. Kenapa?  karena kami jago dalam hal memahami isi hati. Dan, kami juga pandai dalam mengasihi. Jika kamu berpikir anak pesantren itu cenderung introvert atau menutup diri, sebaiknya lekas buang pikiran itu jauh-jauh. Meski kami lebih banyak menghabiskan waktu di dalam pesantren, tapi bukan berarti itu membunuh rasa sosialisme kami terhadap masyaraka luar. Kami sangat easy going.  Dan kami open dengan dunia luar.

9. Hidup di pesantrren juga membuat kami menjadi lebih tangguh dan lebih mandiri. So, dekat dengan kami membuat hidupmu jadi lebih terisi.

tangguh, mandiri foto dari @alasantri

Jika di poin di atas menyebutkan bahwa anak pesantren itu paham betul akan makna saling berbagi, saling mengasihi da saling mengerti atau saling memahami. Sebenarnya bukan hanya itu, karena dunia pesantren mengajarkan para penghuninya menjadi lebih mandiri, lebih tangguh dan lebih percaya diri. Kami juga tidak sombong, kami sangat sederhana dan murah hati. dekat dengan kami. So, dekat dengan kami membuat hidupmu jadi lebih terisi.

10. Jangan salah, kami juga banyak meraih berbagai prestasi. Yakin masih enggan jatuh hati pada kami?

kami juga berprestasi foto dari @nahdiyyaza

Ya, benar, tinggal di bumi pesantren tak mengahalangi kami untuk terus mengejar prestasi. Berbagai prestasi akademik maupun non akademik kami raih. Kami juga sering mengikuti berbagai kejuaraan dibidang agama maupun umum. Hidup di bumi pesantren mengajarkan kami banyak hal positif yang benar-benar memberi kesan menenangkan dan mengasikan.

11. Tinggal di bumi pesantren membuat kami tak pernah merasa sepi, selalu ada teman yang selalu siap menemani.

gak pernah kesepian foto dari @santriputrihits

Tinggal di pesantren bukan hanya membuat kami jadi lebih religius, tapi juga membuat kami tak penah merasa sendiri dan sepi. Hidup di bumi pesantren membuat kami selalu dikelilingi teman-teman yang menyenangkan. Suka dan duka ditanggung bersama. Bagi mereka yang sudah alumnus, kehidupan bumi pesantren selalu sukses membuat dada sesak karena diremas rindu yang hebat.

Begitulah bumi pesantren, yang selalu memberikan energi positif pada para penghuninya. Kami sangat bersyukur mengenal dunia pesantren dan segala suka-duka yang ada dalamnya. Dan, buat kamu yang masih takut untuk dengan dunia pesantren, percayalah dunia pesantren itu tak semengerikan seperti yang dipikirkan. Dunia pesantren itu menyenangkan.

Kalau ada yang ingin menambahkan tentang kehidupan atau suka-duka tentang dunia pesantren, silahkan tambahkan di kolom komentar.

See you!

Written by Amie Uliel

CEO Ngadem.com - Wanita asal Brebes yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman. Kini sedang kurang khusyuk kuliah di Fakultas Bahasa dan Seni UNY 2011.