Review Film Knock-Knock (2015): Cerita Tentang Tamu Asing yang “Mengasingkan” Tuan Rumah

Ngadem.com – Melihat rating yang diberikan salah satu situs database film (IMDb.com), saya agak kecewa. Pasalnya, dalam situs tersebut film ini hanya mendapatkan rating 5,0. Padahal kalau kita pahami dengan seksama, film ini mencoba mengatakan realita kehidupan tentang kasih sayang keluarga, dan ambisi imajinatif yang tak bisa ditolak semua orang—jika tidak munafik dan ingin dibilang “mulia” tentu saja—mengenai percobaan penyimpangan dalam kebiasaan yang menjemukan. Kalau kata orang-orang sekarang. kegiatan itu disebut out of the box.

Saya tak keberatan kalau film ini dianggap ber-genre family. Mungkin, yang dianggap family di sini punya batasan sampai anak-anak yang beranjak dewasa. Yup, film Knock-Knock (2015) juga menghadirkan banyak unsur adult dalam beberapa scene-nya.

Film ini menceritakan seorang ayah yang ideal dalam sosok aktor tampan: Keanu Reeves. Singkatnya, ia hidup bahagia bersama istri dan kedua anaknya. Suatu hari, mereka merayakan hari ayah dengan sederhana. Lalu, istrinya memutuskan bertamasya untuk sejenak istirahat dari kesibukannya sebagai seniman patung. Ia hanya mengajak kedua anaknya, sebab si Evan (tokoh Ayah) punya tangungan tugas yang harus segera diselesaikan.

Nah, di malam harinya, ketika Evan melembur pekerjaannya membuat miniature sebuah bangunan, terdengar suara tok..tok.. (knock-knock) di pintu utama rumahnya. Ada dua tamu perempuan asing yang tubuhnya begitu.. WOW. Maklum, kedua tokoh itu, Genesis dan Bel diperankan oleh Lorenza Izzo dan Ana de Armas, yang notabene-nya berprofesi sebagai model majalah dewasa. Dan sejak itulah, rasa sayang keluarga Evan seutuhnya diuji. Dengan apalagi ia diuji kalau bukan dengan perkara seks? Dari sana, kalian bisa memahami bagaimana Evan merasa “diasingkan” oleh orang asing. Dan dari sana pula kita dapat menghadapi kenyataan bahwa dalam setiap diri manusia tersimpan ambisi yang tidak jauh dengan istilah pengkhianatan, ketakberdayaan, dan (khusus dalam film ini) ketergodaan.

Mengingat hal itu, saya lekas sadar dalam review IMDb.com, Andrew Gold mengatakan bahwa’ “A morbid psychosexual thriller that first with both silliness and cinematic greatness.” Dia juga memberikan rating 7 pada film ini.

Saya tak mau berpanjang lebar dalam menulis kesimpulan. Artinya, saran saya hanya satu: tonton dan nikmati Knock-Knock (2015) dengan seksama. Dan tunjukkan nilai yang kalian berikan pada film garapan Eli Roth ini.

Itu saja!

Rating dari saya: 7,7.

Komentar

Written by Muhammad Hanif

Kontributor Ngadem.com - Pemuda kekinian asal Bantul yang menggandrungi dunia film dan sinematografi, Sedang sibuk menyususn skripsi berasaskan Kajian Ekranisasi di Fakultas Bahasa dan Seni, UNY.