Selain Atraksi Tarian Lumba-lumbanya, Teluk Kiluan Juga Punya Hal Istimewa Ini

Ngadem.com – Pernahkah kamu berada pada sebuah pulau kecil dimana terdapat banyak lumba-lumba mengelilingi sambil menari-nari? Atau bagaimana jika kamu bisa ikut menari bersama lumba-lumba tersebut? Ya, mungkin bagi kamu yang belum pernah ke Teluk Kiluan akan mengatakan tidak. Dan kini saatnya untuk memasukan Teluk Kiluan ke daftar tempat wisata yang harus kamu kunjungi!

Teluk Kiluan adalah sebuah obyek wisata alam yang terletak di Ds. Kiluan Negeri, Kec. Kelumbayan, Lampung. Pesona alamnya yang begitu menakjubkan, tak mungkin bisa kamu lupakan begitu saja. Ya, Teluk Kiluan memang jauh dari pusat Kota Lampung, namun, hal ini tidak mengurangi niat wisatawan asing mau pun lokal untuk bisa menikmati keindahan alamnya. Ada puluhan bahkan ratusan lumba-lumba yang bisa kamu lihat, bahkan bisa kamu pegang. Hal ini tentu saja jauh berbeda dengan gelanggang di Ancol, yang hanya bisa melihat atraksi lumba-lumba dari kejauhan. Selain itu suasana pantainya yang masih sangat asri dan bersih, bisa membuat debar dadamu mengencang seketika.

Mitos dan Sejarah Teluk Kiluan

Sejarah dan mitos di Teluk Kiluan
Sejarah dan mitos di Teluk Kiluan

Di Teluk Kiluan ada sebuah cerita yang melegenda hingga saat ini. Konon Teluk Kiluan merupakan lokasi dimakamkannya seorang pemuda dengan kesaktian yang tinggi bernama Raden Mas Arya. Pemuda ini berasal dari Banten, dan saking tinggi ilmu yang dimiliki, ia bahkan bisa mengetahui kapan akan mati. Pada suatu hari, ia ditantang duel oleh salah satu warga yang menguasai ilmu silat, mengetahui hal ini, Raden Mas Arya pun berkata pada sang penantang: “Aku akan tewas nanti, maka aku minta kau menguburkanku di pulau seberang itu.”. Raden Mas Arya bahkan memberitahu kepada sang penantang dimana titik kelemahannya, dan harus menggunakan senjata apa untuk membunuhnya. Akhirnya tewaslah ia, dan sesuai permintaanya, Raden Mas Arya pun di makamkan di pulau yang ia pinta itu, yang kini memiliki nama Teluk Kiluan. Kiluan adalah bahasa Lampung, yang dalam bahasa Indonesia berarti permintaan.

Hal istimewa yang bisa kamu temui di Teluk Kiluan

Berenang bersama via journesia.com
Berenang bersama via journesia.com

Terlepas dari cerita yang mengharukan tersebut, Teluk Kiluan merupakan habitat asli dari lumba-lumba jenis hidung botol dan paruh panjang terbesar di Asia. Selain itu di sekitaran teluk juga banyak Siamang, Simpai, dan Kukang yang berloncatan di pohon-pohon tinggi. Hal ini tentu saja menjadikan Teluk Kiluan sebagi salah satu tempat wisata yang wajib dilestarikan.

Campuran warna biru toska beradu dengan putihnya pasir Teluk Kiluan akan membuatmu tidak ingin kembali pulang. Untuk pemandangan puncak, tentu saja tarian dari lumba-lumba bisa kamu lihat lebih dekat dan langsung dari habitat aslinya. Ya, ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Saran dari kami, bawalah kamera untuk mengabadikan momen membahagiakan ini bersama keluarga atau sahabat.

Akses dan trasportasi ke Teluk Kiluan

Syahdunya Teluk Kiluan via www.triptrus.com
Syahdunya Teluk Kiluan via www.triptrus.com

Teluk Kiluan berjarak sekitar 80 KM dari pusat Kota Lampung. Jarak tempuhnya memakan waktu 2 sampai 3 jam perjalanan. Memang kondisi jalan di beberapa tempat masih sulit untuk di akses. Ini karena banyaknya belokan tajam serta bukit-bukit yang menjulang tinggi. Disarankan untuk menuju Teluk Kiluan, gunakanlah kendaraan yang lebih tinggi atau mobil off road. Ini akan membantu Anda dalam melewati beberapa jalan yang belum di aspal dan masih berupa tanah liat. Berkunjunglah pada musim kemarau.

Untuk mencapai ke Teluk Kiluan, kamu harus menaiki perahu jukung dari pesisir teluk. Jaraknya kurang lebih sekitar 15-20 menit perjalanan. Sepanjang perjalanan kamu akan disambut dengan suasana alam yang begitu indah. Selain itu kamu juga akan mendengar sahut-sahutan Siamang dan Kakuang sambil meloncati dahan-dahan pohon di sekitar perahu yang kamu naiki.

Rute jalan ke Teluk Kiluan

Pintu gerbang Teluk Kiluan via travel.detik.com
Pintu gerbang Teluk Kiluan via travel.detik.com

Bila kamu dari arah Pelabuhan Bakahueni, naikalah bus jurusan Rajabasa. Tarifnya 20.000 rupiah untuk AC, dan 15.000 rupiah untuk yang ekonomi. Kamu akan di turunkan di Bandar Lampung, setelah itu sewa jasa travel seharga 45.000 rupiah untuk mencapai Teluk Kiluan.

Untuk melihat tarian lumba-lumba, kamu dikenakan biaya sebesar 250.000 rupiah per perahu yang bisa di isi tiga orang. Lamanya perjalanan mengelilingi teluk sekitar 2 sampai 3 jam. Dan saran kami pergilah pada jam 6 pagi, sebab di saat inilah lumba-lumba mulai beraksi. Namun, jika kamu hanya ingin mengunjungi Pulau Kiluan, kamu bisa menumpang perahu jakung dari pesisir teluk dangan tarif 15.000 rupiah per orang.

Bagaimana? Tertarik menari bersama lumba-lumba langsung dari habitat aslinya? Atau ingin sekedar melihat pesona susetnya yang luar biasa? Ayo ke Teluk Kiluan!

Komentar

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.