Sensasi Back To Nature di Wisata Alam Loksado, Kalimantan Selatan

Ngadem.com РDi Kalimantan Selatan, terdapat sebuah desa yang sangat terpencil dan menjanjikan keindahan alam dengan nuansa perbukitan. Desa ini bernama Loksado, yang terletak di Kab. Hulu Sungai Selatan. Menjadi tempat tinggal bagi suku Dayak yang masih berpegang teguh pada adat dan istiadat leluhur. Berkunjung ke Loksado, maka kamu akan secara langsung ikut menjelajahi jantung pegunungan Meratus. Jaraknya sekitar 2 jam-an dari Kota Banjarmasin. Setelah itu bersiaplah untuk menemui  keindahan panorama dari hutan tropis yang memukau. Juga hiasan dari guyuran air terjun serta aliran sungai yang nampak kokoh membelah jalur perjalanan.

Yang istimewa di Laksado

Dari atas bukit via fullsrg.blogspot.com
Dari atas bukit via fullsrg.blogspot.com

Di area kawasan Meratus, kamu akan menemui Sumber Air Panas Tanuhi yang bisa digunakan untuk mandi dan berendam. Kawasan hutan tropisnya memiliki banyak jenis flora yang begitu indah. Seperti kantong semar dan anggrek meratus yang terkenal hingga ke seluruh negeri. Selain itu, kamu tidak boleh melewatkan Sungai Amandit yang merupakan trandmark dari Pegunungan Meratus. Sungai ini memiliki air yang sangat jernih dan begitu segar ketika di basuh ke kulit. Dengan berhiaskan bebatuan yang menyelip disekitar sungi, membuat destinasimu semakin menarik. Juga jangan lupa menaiki rakit bambu untuk menelusuri aliran sungai yang membelah lebat hutannya.

Disekitaran area pegunungan Meratus tersebut, memang sudah sejak dulu merupakan tempat tinggal bagi suku asli Dayak. Tempat tinggal suku Dayak asli biasa di sebut Balai. Balai merupakan rumah tradisional asli suku dayak yang memiliki ukuran 3 sampai 4 meter dan dapat menampung 7 kepala keluarga. Untuk saat ini, tercatat ada 43 balai di 9 desa di Ds. Loksado. Dan beberapa Balai yang paling terkenal hingga ke luar negeri adalah Balai Hambawang Masam, Balai Kacang Parang, Balai Haratai serta Balai Adat Malaris.

Biaya Tiket Masuk ke Loksado

Untuk dapat menikmati semua keindahan Loksado, kamu akan dikenakan tarif sekitar Rp. 350.000 yang sudah termasuk, penyewaan rakit, pelampung, ojek untuk menuju Loksado, tiket masuk ke pemandia air panas Tanuhi, serta pembuatan gelang dari alang-alang.

Fasilitas yang ada di Laksado

Jembatan Loksado via wisatawanindonesia.wordpress.com
Jembatan Loksado via wisatawanindonesia.wordpress.com

Untuk fasilitas, Loksado tidak menawarkan kenyamanan kelas atas. Kamu tidak akan menemui warung makan atau toko-toko penjual aksesoris. Ya, tempat wisata ini memang tidak direkomendasikan bagi kamu yang tidak suka tantangan. Sebab selain jauh dari pusat Kota, satu-satunya fasilitas yang kamu dapatkan hanya penginapan dengan biaya yang cukup mahal. Saran kami, persiapkan segala sesuatunya sebelum berkungjung ke Loksado.

Akses menuju Loksado

Akses untuk menuju ke Loksado, terbilang rumit. Jarang ada angkutan umum yang bisa langsung ke Loksado. Dari Kandangan, Kab Hulu Sungai, kamu harus menyewa mobil yang bisa ditemui di sekitaran Kec. Kandangan. Selama perjalanan kamu akan disuguhkan pemandangan yang berbeda dari tempat wisata alam di Indonesia. Ya, sebab yang akan kamu lihat, adalah pohon-pohon liar, sungai-sungai kecil juga besar, serta gugusan bukit-bukit yang memesesona.

Transportasi ke Laksado

Turis ke Loksado via travel.detik.com
Turis ke Loksado via travel.detik.com

Jika menggunakan jalur darat, kamu bisa langsung ke arah Kota Banjarmasin. Setelah tiba di Banjarmasin, kamu bisa menggunakan transportasi umum untuk mencapai Kandangan. Dari Kandangan kamu harus melanjutkan perjalanan sekitar 4 sampai 5 jam tergantung cuaca. Oh ya, sebenarnya sangat jarang angkutan umum dari Kandangan. Hal ini karena tidak tersedianya insfratuktur yang memadai. Jangan khawatir, kamu bisa menyewa mobil dari Kandangan untuk langsung sampai ke Loksado.

Ya, demikianlah sekilas tentang sebuah desa yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai kearifan lokal di Kalimanta Selatan. Sebenarnya, Loksado hampir mirip dengan Kampung Baduy di Banten. Hanya saja Loksado lebih banyak memberikan panorama alam yang berlimpah.

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.