Mengapa Kamu Harus Jalan-jalan ke Gorontalo?

Ngadem.com – Rumah bagi spesies langka dan terkenal akan pemandangan eksotisnya, menjadikan Gorontalo salah satu surga wisata andalan di Indonesia. Terletak di wilayah utara Sulawesi dan berada di daerah pegunungan yang membentang dari utara ke selatan, juga menjadi alasan lain mengapa Gorontalo kaya akan pemandangan alam dan mampu menyihir siapa saja yang berkunjung. Gorontalo juga berada di zona transisi biologis antara Asia dan Australasia, Wallacea, di mana spot-spot diving menarik bisa ditemukan.

Selain hal di atas, berikut adalah alasan mengapa kamu harus memasukkan Gorontalo dalam list destinasi wisatamu di Indonesia.

Gorontalo memiliki dua pulau cantik yang dijamin bisa membuat hatimu sembuh dari luka-luka

Foto dari @daniel_umbex

Pulau Saronde dan Pulau Bitila adalah ikon pantai di kawasan Gorontalo. Terletak di lepas pantai utara, pulau tak berpenghuni ini terkenal karena hamparan pasir putihnya yang mendamaikan. Selain itu air biru tosca-nya serta panorama sunset-nya yang memukau akan kamu dapatkan saat berkunjung ke sini. Kamu juga bisa tinggal di pondok atau memasang tenda di sepanjang pantai. Menikmati alunan debur ombak yang syahdu sambil ditemani birunya langit, tentu akan menjadi pengalaman yang susah dilupakan. Untuk mencapainya kamu akan membutuhkan waktu 1/2 jam dari kota Gorontalo melalui pelabuhan Kwandang.

Karena Gorontalo punya spot terbaik untuk menyelam, Olele namanya

Foto dari @begitulho

Di pantai selatan Gorontalo, tepatnya di Kabupaten Bone Bolango, kamu akan menemukan spot menyelam yang sungguh memukau. Terletak sekitar 25 km dari kota Gorontalo, Olele adalah sebuah desa pesisir dekat Teluk Tomini. Di sini, kamu akan merasa seolah-olah berenang di akuarium raksasa dengan ikan warna-warni dan karang di sekitar. Kamu juga bisa menikmati pemandangan dramatis Goa Jin sedalam 50 meter di mana berbagai jenis biota laut dapat ditemukan. Tenang saja, peralatan serta kamera diving sudah disiapkan bagi kamu yang memang membutuhkan. Bila tak ingin menyelam tapi ingin menikmati keindahan bawah laut Gorontalo, kamu bisa menaiki perahu glass bottom yang juga sudah disediakan.

Gorontalo punya Torosiaje, desa mengambang yang kental akan rasa persaudaraan

Foto dari @sassozhy_fs,

Desa Mengambang (Torosiaje) yang berada di wilayah Teluk Tomini juga merupakan lokasi menarik untuk kamu kunjungi, terutama bagi kamu yang tertarik melihat interaksi campuran etnis Bajo. Rumah yang terdiri dari 1.400 kepala ini, dibangun di atas panggung dan didirikan pada tahun 1901, berasal dari kata toro (cape) dan si haji, mengacu pada Muslim Bajo yang memprakarsai pembangunan rumah panggung. Kamu juga bisa tinggal dan makan di rumah penduduk dengan harga yang telah disepakati atau tinggal di kamar penginapan dengan tarif yang wajar.

Ada berbagai jenis satwa di Gorontalo. Nggak percaya? Coba deh ke Hutan Nantu

Foto via kakigatalgtlo.blogspot.com

Nantu adalah taman hutan seluas 31.215 hektar, yang merupakan rumah bagi banyak spesies satwa endemik zona Wallace. Diantaranya adalah anoa, monyet tarsius, babi hutan dan lebih dari 30 spesies burung endemik. Setiap pagi dan sore, mamalia berkumpul di Adudu. Di sana, mereka mengunyah tanah liat dan meminum airnya. Adudu sendiri merupakan tempat terbuka untuk menonton hewan berkubang. Nantu terletak di tepi Sungai Paguyaman-Boliyohuto, yang membentang antara Gorontalo dan Boalemo. Bila ingin memasuki zona konservasi ini, kamu harus dapat izin khusus dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Kamu suka fotografi? Rasanya Danau Limboto adalah spot yang harus kamu datangi

Foto dari @serlinvjtaib

Danau Limboto merupakan danau terbesar di Gorontalo dan menjadi destinasi wisata favorit bagi para fotografi. Para fotografer ingin menangkap moment sunset dan moment burung elang menyambar ikan. Di Danau Limboto kamu bisa bersantai di dekat dermaga kecil, yang merupakan bagian dari museum untuk menandai kedatangan presiden Soekarno di Gorontalo pertama kali. Bangunan ini dibuat pada 20 November 1951, ketika Soekarno tiba menggunakan kapal pesawat amfibi. Di sebuah bukit di dekatnya, tiga benteng Portugis yang dibangun di sekitar 1522 berdiri kokoh: Otanaha, Ulupahu dan Otahiya.

Eiiittsss…. di Goronralo kamu juga bisa menikmati sajina kulinernya yang nggak kalah sama tempat lain

Foto via anekawisatanusantara.blogspot.com

Saat tiba di Gorontalo, segeralah mencicipi nikmatnya sup jagung khas Gorontalo yang terkenal hingga ke pelosok negeri. Salah satu restoran populer yang menjual sup  jangung ini adalah Restoran Sakina di Telaga Biru. Kamu juga bisa mencicipi ilabulo dengan cara dipanggang atau dikukus, atau sate tuna yang bisa menjadi oleh-oleh khas Gorontalo.

Nah, masuk akal kan alasannya? Jadi, kapan ke Gorontalo?

*Featured image [email protected]_budi_dai

Komentar

Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Papua Sulawesi Sumatera Wisata Yogyakarta
Pesona Wisata Baru Cianjur, Curug Luhur yang Sangat Tersembunyi
Bogor Lantai Dua: Rumah Pohon Curug Ciherang Kece Buat Foto-Foto
Pesona Bukit Seribu Bintang (BSB): Tempat Wisata Baru di Kuningan