Bingung Mau Kemana Saat di Jawa Barat? Mungkin 10 Tempat Wisata Ini Bisa Kamu Pertimbangkan

Ngadem.com – Siapa sih yang nggak kenal pesona alam Jawa Barat? Pastinya udah pada ngerti, kan? Ya, provinsi yang selalu masuk dalam daftar list para pelancong ini memiliki ratusan atau bahkan ribuan tempat wisata yang bisa kamu kunjungi. Saking banyaknya, bisa-bisa kamu malah dibuat bingung untuk memilihnya.

Nah, untuk mengantisipasi hal itu, kami telah memilih beberapa tempat wisata di Jawa Barat yang, mungkin saja cocok buat kamu. Oke, langsung cek aja, Sob…

Tempat Wisata yang Tersembunyi di Bandung Barat Ini Pasti Akan Membuatmu Kagum.

1. Goa Pawon: Pesona Alam yang Tersembunyi di Balik Riuhnya Kota Bandung Barat.

alignment 10 px margin Ads7 :
Goa Pawon Cipatat Bandung Barat foto dari @dianrockmad

 

Wow, keren banget, it’s so cool, dan agak misterius. Mungkin itulah kata-kata yang akan muncul di benakmu ketika menyambangi tempat ini. Ya, goa yang terletak di desa Gunung Masigit, Cipatat, Padalarang, Bandung Barat, ini menyajikan pesona wisata yang begitu eksotik. Setelah memasuki mulut goa, kamu akan menemukan keindahan cahaya matahari yang membias dan menembus dinding-dinding goa.

Kalau kamu pengin naik kereta, maka kamu bisa memulai perjalanan dari Stasiun Bandung untuk menuju Stasiun Padalarang. Sesampainya di Stasiun Padalarang, pilih angkot berwarna kuning dengan jurusan Rajamandala. Ingat lho ya, Rajamandala! Bukan Rajasinga! Hehehe. Yap, di sini ada 2 angkot berwarna kuning dengan 2 jurusan yang berbeda, yakni jurusan Cikalong dan Rajamandala. Untuk itu kamu harus berhati-hati sedari awal. Ada baiknya kalau kamu bertanya telebih dahulu pada pak sopir; sekalian bilang kalau kamu mau turun di Goa Pawon.

Untuk memasuki goa ini, kamu diwajibkan membayar mahar sebesar Rp. 8000,00/ orang. Sesampainya di bibir goa, kamu akan menjumpai monyet-monyet yang mengharap belas-kasihan darimu. Dan ingat, meski kawanan monyet itu terlihat imut dan nggemesin, tapi kamu juga perlu waspada. Ya, sebab monyet-monyet itu sering kali mendekat dan mengambil makanan kita secara paksa. Kan nggak lucu banget kalau kamu sampai rebutan makanan sama monyet?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, goa ini memang relatif terang dan sangat berbeda dengan goa-goa yang sering kita jumpai sebelumnya. Karena memang, cahaya matahari bisa masuk melalui celah-celah dinding goa. Di ruangan pertama, kamu akan mencium bau tak sedap yang berasal dari kotoran kelelawar. Tapi jangan khawatir, sebab bau itu hanya ada di ruangan pertama. Kalau kamu berjalan terus ke sisi kiri, maka kamu akan menemukan ruangan yang merupakan situs purbakala. Di sini juga terdapat tengkorak manusia purba, tapi kamu tidak diperkenankan untuk menyentuhnya. Setelah itu, jika kamu turun ke bagian bawah sisi kiri goa, kamu akan menemukan spot terbaik untuk berfoto, terutama ketika cahaya matahari menembus ruangan goa tersebut. Begitulah, Sob. Masih sempet buat mikir dua kali?

2. Udah Puas Nelusuri Goa? Yuk, Ngadem di Sanghyang Heuleut!

Sanghyang Heuleut, Rajamandala foto dari @donilaksono

 

Dari Goa Pawon, kamu hanya perlu mencari lokasi PLTA Saguling untuk menemukan lokasi yang, insyaAllah super duper keren ini. Ya, Sanghyang Heuleut merupakan sebuah danau kecil yang terletak di wilayah Saguling, Padalarang, Bandung Barat. Sesampainya di PLTA Saguling, kamu harus berjalan kaki menyusuri hutan dan melawan derasnya arus sungai. Sampai di sini, udah terbayang kan asyiknya? Tapi tunggu dulu, Sob. Perjuanganmu belum selesai! Ya, jarak yang akan kamu tempuh untuk sampai ke lokasi ini mencapai 3 km. Untuk itu, siapkanlah bekal yang cukup biar kamu nggak pingsan di tengah jalan. Oke, lanjut lagi. Di tengah perjalanan, kamu akan menemukan sebuah gunung kecil yang di dalamnya terdapat Goa Sanghyang Poek. Nah, setelah menemukan Goa Sanghyang Poek itu, lanjutkan saja perjalananmu untuk melawan arus sungai yang panjangnya mencapai 2 km. Dan setelah itu, perjuangmu akan terbayar lunas setelah menemukan surga dunia ini. Ohya, kalau kamu beruntung, kamu akan menemukan bidadari mandi. Hehehe. Ya…, semoga aja kamu beruntung!

Apa keunikan Sanghyang Heuleut? Yap, danau ini sangatlah indah karena tertutup bebatuan yang tinggi menjulang layaknya sebuah mangkuk berisi sirup manis. Selain itu, danau ini juga memiliki air yang jernih; berwarna agak kehijau-hijauan, dan terdapat air terjun kecil sebagai sumber air yang mengisi danau. Tak salah memang kalau tempat ini dijuluki sebagai: Surga yang tersembunyi di Bandung Barat. Ohya, kamu pun tak perlu membayar mahal untuk memasuki tempat ini. Karena tempat ini memang belum ada yang mengelolanya. Oke Sob, udah terbayang kan kekeceannya? Jadi, tunggu apa lagi?

Dari Bandung, kita geser dikit ke Garut untuk Menikmati 2 Wisata Alam Ini.

3. Yang Mati tak Melulu Lenyap dan Hilang. Ini Buktinya, Hutan Mati yang Memikat.

Hutan Mati Garut foto dari @kurnia_one84

 

Tahu gunung Papandayan kan, Sob? Ya, gunung yang memiliki ketinggian 2665 mdpl ini menjadi salah satu tempat wisata yang asyik, yang bisa kamu kunjungi selagi berada di Garut, Jawa Barat. Di sini kamu akan menemukan Hutan Mati yang akhir-akhri ini kerap jadi bahan perbincangan para netizen. Yes, jika kamu datang dari luar kota Garut, kamu bisa memulai perjalanan dari kota Jakarta dengan menaiki bus jurusan Jakarta-Garut. Setibanya di Terminal Guntur, Garut, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan mini bus jurusan Cikajang; lalu turun di Cisurupan. Setelah itu, kamu bisa menyewa ojek untuk sampai di lokasi pendakian Gunung Papandayan.

Jalur pendakian menuju puncak Papandayan tidaklah sulit. Bahkan bisa ditempuh oleh anak-anak sekalipun. Jadi, gunung ini sangatlah cocok buat kamu yang baru belajar mendaki—biar kayak Soe Hok Gie. Hehehe. Di tanjakkan pertama, kamu akan menemukan sebuah kawah yang oke punya. Dan setelah melewati kawah, kamu akan menemukan dua jalur yang berbeda. Jalur ke kiri merupakan jalur pendek, namun cukup berbahaya dan tidak direkomendasikan karena tebingnya yang cukup curam. Untuk jalur ke kanan, jaraknya emang agak jauh sih. Tak apalah, yang penting aman. Setelah memilih jalur ke kanan, kamu akan melewati hutan Cantigi dan jalanan berbatu. Yap, kali ini petualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai!

Sampai di Lawang Angin, kamu diharuskan melapor di Pos 2 gunung Papandayan. Di situ terdapat 3 jalur yang bisa kamu lalui, yakni jalur ke kiri menuju Camping Ground Pondok Saladah; jalur ke kanan menuju Tegal Aluh; sementara jalur lurus menuju Pangalengan. Untuk sampai di lokasi Hutan Mati, kamu harus memilih jalur ke kiri, dan menuju Pondok Saladah. Yap, tidak jauh dari Pos 2, kamu akan sampai di Camping Ground tersebut. Dari situ, Hutan Mati sudah bisa kamu lihat keindahannya. Suasana Hutan Mati memang cukup berkabut, dengan pepohonan yang menghitam dan tanah kapur yang berwarna putih. Memang terlihat agak mistis, sih. Meskipun begitu, pemandangan Hutan Mati ini tetap indah, kok. Oke, sedikit info nih, Sob. Kalau kamu merasa belum yakin untuk datang ke tempat ini sendirian, kamu bisa minta bantuan pada pemandu wisata yang biasanya nongkrong di lokasi parkir Papandayan. Ya, siapa tahu kalian berjodoh, kan? Hehehe.

4. Camping di Pasir Putih Pantai Santolo Bersama Pujaan Hati.

Pantai Santolo Garut foto dari @trian_dila

 

Apa yang kurang dari tempat ini, coba? Kamu bisa menikmati suasana pantai dengan pasir putih dan ombak yang tenang; berenang enjoy di laguna; menyeberangi Pulau Santolo sambil camping bersama sang pujaan hati. Ya, cukup lengkap kan, Sob? Ohya, kalau kamu mau datang ke sini, ini nih lokasinya: terletak di desa Pamengpeuk, kecamatan Cikelet, Garut. Percayalah, tempat ini sangat direkomendasikan buat kamu yang hobi ke pantasi. Dijamin deh, kamu nggak akan rugi, apalagi nyesel.

Ohya, kalau kamu pengin ke Pulau Santolo, kamu bisa menyeberangi laut dengan menggunakan perahu nelayan. Kamu cukup membayar Rp. 5.000,00 saja. Memang sih, keadaan pantai Pulau Santolo agak berbeda dengan pantai yang tadi. Meskipun begitu, lokasinya tetap indah kok, sebab tempat ini merupakan spot yang paling cocok buat camping. Nah, buat kamu yang nggak suka camping, di sekitar pantai Santolo juga disediakan losmen dengan harga yang sangat terjangkau (berkisar antara Rp. 100.000,00 sampai Rp. 200.000,00/ malam).

Masih kurang?

Yap, selain bisa menikmati suasana pantai yang tenang, kamu juga bisa menuju pulau Santolo. Di sana terdapat Muara Cilauteureun yang cukup populer. Dinamakan Cilauteureun karena air laut di muara ini bergerak bukan menuju laut, melainkan kembali lagi ke arah muara. Sederhananya, biasa disebut air laut yang mengalir ke darat. Konon, peristiwa alam seperti ini hanya bisa ditemukan di dua tempat, yakni di Santolo Garut dan Prancis. Keren, kan?

Tak Hanya Dikenal Sebagai Kota Angkot dan Kota Hujan, Bogor Juga Punya Tempat-Tempat Wisata yang Kece Abis.

5. Nikmati Segarnya Air Curug Leuwi Hejo.

Curug Lewi Hijo Bogor foto dari @erinaltair

 

Curug Leuwi Hejo ini berada di kampung Wangun Cileungsi, desa Karang Tengah, kecamatan Babagan Madang, Bogor. Agaknya tempat ini mulai dikenal di Bogor dalam kurun satu tahun terakhir. Keistimewaan curug ini terletak pada airnya yang cukup jernih; berwarna hijau kebiru-biruan, dengan air terjun mini yang ada di dalamnya. Di bagian atasnya ditumbuhi pepohonan hijau yang menambah suasana asri. Sungguh sejuk. Selain itu, curug ini juga dikenal karena biaya masuknya yang cukup murah, yakni Rp. 5000/ orang.

6. Kurang Puas? Yuk, Kita Beralih ke Curug Bidadari.

Curug Bidadari Bogor foto dari @khusnafauzi

 

Lokasi Curug Bidadari berada di desa Bojong Keneng, Sentul, Bogor. Awalnya, curug ini bernama Bojong Keneng. Akan tetapi, setelah dikelola oleh pihak Sentul Paradise Park, maka curug ini berganti nama menjadi Curug Bidadari.

Curug ini mulai dibuka pada pukul 8 pagi sampai jam 5 sore. Harga masuknya pun terbilang mahal jika dibandingkan dengan lokasi lainnya, yakni Rp. 25.000,00/ orang. Dan untuk weekend, harganya pun berubah menjadi Rp. 40.000,00. Tapi biaya yang mahal ini cukup sebanding dengan fasilitas yang ada. Yap, di area ini, kamu bisa berenang di kolam yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Selain itu, di sini juga disediakan beberapa wahana keren yang bisa kamu nikmati, meliputi: flying fox, perahu wisata, penyewaan pelampung berbentuk donat, dan lain sebagainya. Perlu kamu ingat Sob, bahwa pelampung berbentuk donat itu bukanlah makanan. Jadi jangan sampai kamu gigit, ya. Hehehe.

Curug Bidadari mempunyai ketinggian sekiranya 20 meter dan memiliki volume air yang cukup deras. Jadi kamu harus berhati-hati. Selain itu, ada juga yang perlu kamu waspada, karena terkadang ada pungutan liar dari beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.  Oke, pastikan juga kamu membawa pakaian ganti, sun-block, dan air minum yang cukup, ya. Karena dapat dipastikan, kamu akan membutuhkannya. Yuhu, selamat berlibur, Sob!

Tak Hanya Abadi dalam Puisi Charil Anwar, Tempat Wisata di Kota Karawang Ini Juga Perlu Kamu Abadikan dalam Ingatan.

7. Curug Cigentis: Pesona Alam yang Bikin Kangen.

Curug Cigentis via info-tempat-liburan.blogspot.com

 

Curug Cigentis terletak di kaki Gunung Sanggabuana, pada ketinggian 1000 mdpl. Masuk di wilayah desa Mekarbuana, kecamatan Tegalwaru, kabupaten Karawang. Berjarak sekitar 44 km dari pusat kota Karawang, dan bisa kamu lalui dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua dengan kondisi jalan beraspal yang cukup mulus. Ya, jauh lebih mulus dari paha kami. Hehehe.

Lokasi Curug Cigentis berada satu jalur dengan kampung wisata Cigentis, Batu Tumpang, Curug Peuteuy, Curug Cipanundaan, Curug Cikarapyak dan Curug Bandung. Jadi, kalau kamu ingin mengunjungi curug Cigentis, kamu dapat bonus untuk berkunjung ke tempat wisata di sekitarnya.

Harga tiket masuk ke kawasan wisata Mekarbuana ini cukup murah, yakni sebesar Rp. 2.500,00/ orang.  Parkir roda dua Rp. 5.000,00, dan roda empat Rp. 7000.00. Dan Kalau kamu ingin berendam di Curug Cigentis, kamu cukup membayar Rp. 10.000.00/orang. Setelah urusan ticketing selesai, siapkan dirimu untuk berjalan sekitar 250 meter menuju Curug. Nggak jauh, kan? Nyebur, yuk?!

Purwakarta Bukan Sekadar Tempat Transit! Ada Tempat Wisata yang Perlu Kamu Kunjungi Selagi Melewatinya.

8. Bingung Cari Tempat Wisata di Purwakarta? Yuk, Telusuri Gunung Bongkok Sekalian Mencicipi Rasanya Tracking.

Gunung Bongkok foto [email protected]

 

Abis basah-basahan, kita lanjut jalan-jalan ke gunung, ya? Oke, kali ini Ngadem.com akan mengajakmu nge-track ke Gunung Bongkok yang berada di desa Cikandang, Purwakarta, Jawa Barat. Yes, buat kamu yang lagi di Jakarta, kamu bisa menuju ke lokasi ini dengan mudah. Berikut ini rute yang kami sarankan buat kamu. Dari Jakarta, kamu bisa memulai perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Purwakarta. Setelah sampai di Stasiun Purwakarta, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Plered dengan menggunakan angkutan umum sebanyak dua kali. Dari Plered, kamu harus melanjutkan perjalanan lagi menuju Cikandang, yakni dengan menggunakan angkutan umum. Selanjutnya, untuk menuju pos Munclu, kamu dapat berjalan kaki kurang lebih 15 sampai 30 menit.

Apa yang bisa kamu nikmati di lokasi ini? Ya, melalui dua puncak Gunung Bongkok, yakni Puncak Batu Tumpuk dan Puncak Datar, kamu bisa menikmati pemandangan yang indah dengan background waduk Jatiluhur dan Gunung Parang yang berada sejajar dengan Gunung Bongkok. Selain itu, gunung ini memang cocok untuk pendaki pemula dengan ketinggian 975 mdpl. Meskipun gunung ini tidak tinggi-tinggi amat, tapi jalur yang akan kamu tempuh untuk sampai ke puncak; memang agak ekstrim. Karena memang, jalur pendakiannya hampir 90 derajat (vertikal). Ya, apalagi kalau musim hujan, jalannya cukup licin. Sehingga kamu harus berhati-hati.

Kami sarankan agar kamu berhati-hati di titik tanjakan ini. Ya, ada beberapa titik tanjakan yang perlu kamu waspadai, yakni di tanjakan 700 mdpl, tanjakan 800 mdpl dan tanjakan 950 mdpl. Karena memang tanjakan-tanjakan itu cukup curam.

9. Masih Belum Puas? Oke, Kita Mendaki lagi ke Gunung yang Lagi Nge-Hits Ini. Namanya Gunung Parang

Gunung Badega Parang foto dari @badegaparang

 

Puncak Gunung Parang terletak di ketinggian ±983 mdpl. Sebenarnya, letak gunung ini pun cukup berdekatan dengan Gunung Lembu yang ada di desa Panyindangan. Pemandangan yang akan kamu temui di puncak, pun hampir seluruhnya sama. Tapi…, ada yang perlu kamu ketahui, Sob! Ya, Gunung Parang ini menyediakan jalur pendakian dengan merayapi dinding-dinding gunung yang cukup terjal. Sangat cocok buat kamu, kamu, dan kamu yang suka menguji adrenalin.

Gunung Parang merupakan salah satu tempat wisata alam yang berada di  kampung Cihuni, desa Sukamulya, kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Letaknya sekitar 28 km dari kota Purwakarta, atau 79 km dari kota Bandung. Gunung ini memiliki temperatur udara rata-rata 22 – 25 derajat celsius. Cukup sejuk untuk kamu yang terbiasa tinggal di iklim tropis. Karakter Gunung Parang adalah Multy Grade. Artinya, ada banyak jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang bervariasi—yang bisa kamu pilih.

Buat kamu yang menyukai olah raga panjat tebing, di sini juga disediakan fasilitas yang cukup lengkap. Kamu cukup membayar Rp. 150.000,00/ orang untuk mencoba sensasinya. Semua peralatan pun sudah disediakan. Sehingga kamu tak perlu repot-repot menyiapkan peralatan-peralatan itu dari rumah. Ya, meskipun olah raga ini terbilang berbahaya, tapi kamu tak perlu khawatir. Sebab kamu akan ditemani oleh instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Oke, kamu berminat, Sob? Segeralah kunjungi lokasi ini dan rasakan sensasinya!

Tempat Wisata yang Perlu Kamu Sambangi di Ciamis.

10. Green Canyon (Cukang Taneuh): Tempat Paling Asyik buat Ngadem di Ciamis.

Green Canyon Ciamis via chkme.com

 

Kamu kepanasan? Pengin ngadem dan manjain mata di tempat yang ijo royo-royo? Yuk, lihat pesona Green Canyon yang ada di Ciamis. Yoi Genks, kamu tak perlu jauh-jauh pergi ke Amrik buat ngeliat keindahan Green Canyon. Soalnya, di Ciamis juga ada tempat yang serupa dengan Green Canyon-nya Amrik. Surga dunia ini terletak di desa Kertayasa, kecamatan Cijulang, kabupaten Ciamis. Kalau kamu dari Tasik, ada dua jalur yang bisa ditempuh, yakni melalui jalur timur yang melewati kota Tasik, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Parigi lalu Cijulang. Jalur ini memiliki jarak kurang lebih 170 km. Jalur kedua adalah jalur selatan, melewati kota Tasik, Cipatujah, Cikalong, Cimanuk, lalu Cijulang. Kamu akan menempuh jarak kurang lebih 60 km jika melewati jalur ini.

Untuk sampai ke tempat ini, kamu harus menyewa perahu kayuh dari dermaga Cisereuh menuju Green Canyon—dengan estimasi waktu 30 – 45 menit. Kamu cukup membayar sewa perahu dengan harga Rp. 125.000,00/ perahu (untuk 6 orang). Jika kamu ingin berenang, kamu akan dikenai biaya tambahan. Yup Gaes, seorang traveler sejati tidak akan memikirkan biaya jika pengalaman yang didapat cukup sebanding.

Sesampainya di lokasi, kamu akan disuguhi pesona alam yang cukup sejuk. Dinding-dinding goa, serta pohon-pohon yang menjulang tinggi, akan membuatmu merasa rileks untuk berlama-lama berada di tempat ini.  Yup, sayang rasanya jika kamu tak mencicipi segarnya air yang ada di Green Canyon ini. Kami sarankan pula, agar kamu membawa kamera anti air untuk mengabadikan setiap momen indahmu. Nah, jika kamu merasa lapar setelah puas berenang, kamu juga bisa memilih aneka makanan yang disediakan oleh warung-warung yang berada di dekat tempat parkir. Tunggu apa lagi, Sob? Segera datang dan cicipi segarnya air di Green Canyon!

Nah, 10 Tempat Wisata yang Lagi Nge-Hits di Jawa Barat sudah ada di tangan. Nggak usah kebanyakan mikir, Sob. Keburu tua, lho…

Komentar

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.