in

6 Hal Paling Masuk Akal Yang Bikin Kamu Harus Dengerin Kopibasi

Ngadem.com – Oke, jadi beberapa hari lalu Ngadem.com berkesempatan untuk nonton satu dari sekian banyak acara di Jogja. Acara ini bertajuk Duduk Bersama 3 yang diadain di Alive Fusion Dining. Rangkaian acaranya terbilang santai dan tidak terlalu serius. Ya namanya juga di café sih ya… Duduk Bersama 3 menjadi nafas baru dari maraknya acara yang itu-itu aja di Jogja. Mengusung konsep musik-puisi, Duduk Bersama 3 dirasa pas bagi anak muda di Jogja yang merindukan suasana romantis, melankolis, manis, iris tipis dan itulah. Jadi, kalau kamu emang suka acara yang di dalamnya banyak musik dengan lirik yang puisi banget, Duduk Bersama adalah acara yang bisa kamu sambangi kelak.

Dari rangkaian acara tersebut, grup musik yang membuat malam itu kian mendayu-dayu adalah: Half Eleven PM, Secangkir Senja, Minggu Pagi, Bella Rosaily, dan Kopibasi.

Nah, dari sekian banyak itu, Ngadem.com tertarik sama Kopibasi. Kok bisa? Sebelumnya, Ngadem.com udah pernah dengerin lagu-lagu Kopibasi di akun SoundCloud mereka. Lagu-lagunya kalem, nggak terlalu berisik, dan tentu saja lirik-liriknya yang puisi banget. Bisa dibilang, Indonesia butuh banyak grup musik seperti Kopibasi, yang tenang di atas panggung dan mampu menularkan energi baik melalui materi lagu yang terbilang ampuh dan nggak bosen didengar. Meski formula di tiap lagunya terdengar nggak jauh dari musik macam Payung Teduh, Frau atau  Banda Neira, Kopibasi punya cirinya sendiri: tenang tapi menghujam!

Dan ini dia 6 hal yang membuat Ngadem.com (dan harusnya juga kamu) tertarik untuk memerhatikan lebih jauh grup musik gawangan Huhum, Galih, Alfan, Pradesta dan Mathorian bernama Kopibasi:

1. Kalem tapi nggak aleman

Kopibasi Perform

Kalo kamu suka musik-puisi, tentunya adalah hal yang sahih untuk mendengarkan ritmisnya alunan musik Kopibasi. Meski kalem, tiap lirik yang mereka usung nggak aleman. Aleman di sini maksudnya kaya lirik-lirik alay itu, sih. Yang meng-explore diksi-diksi cinta secara berlebihan dan jatuhnya malah jadi aneh –bahkan absurd. Selain itu, andai kamu berada dalam sebuah acara tanpa tahu siapa aja penampilnya dan kebetulan ada Kopibasi lagi perform, nggak mungkin banget kamu nggak ingin tau siapa yang lagi manggung. Mereka adalah grup musik teranyar dari maraknya pentas musik lokal di Jogja.

2. Kopibasi cinta Indonesia

Kopibasi

Yang bener? Kok bisa? Begini… sebuah band (menurut Ngadem.com) bisa dikatakan cinta Indonesia ketika karya yang mereka buat itu menempelkan atau bahkan memakai unsur berwangi Indonesia. Dari namanya saja: Kopibasi, Indonesia sekali ‘kan? Selain itu, lirik yang mereka masukkan dalam tiap musiknya juga merupakan satu-kesatuan dari beberapa puisi milik sastrawan tanah air. Jadi, kalian tahu kan bahasa orang sastra itu gimana? Bikin sejuk deh… tapi tetep nggak lupa Indonesia.

Percayalah sahabat Ngadem.com yang super, bikin lirik puisi Indonesia yang bagus itu nggak gampang. Nggak percaya? Coba tanya musisi atau sastrawan di sekitarmu yang pernah bikin lirik puisi. Diksi-diksi dalam lagu milik Kopibasi emang nggak seluas kaya Melancholic Bitch atau Efek Rumah Kaca, tapi justru inilah yang membuat Kopibasi berbeda dengan grup musik tersebut; tidak complicated.

3. Kopibasi ikut membawa genre musik baru yang patut disebarluaskan

Dalam riuhnya belantara musik Indonesia, keberadaan band yang mengusung genre musik-puisi terbilang jarang dan lagi kering-keringnya. Yang cukup terkenal bisa dibilang cuma Payung Teduh dan Banda Neira. Sekiranya, genre dari grup-grup musik ini bisa menjadi penenang di tengah carut-marutnya band-band yang muncul sekarang ini. Jadi Kopibasi, ya pantaslah disebut sebagai harapan baru dari genre musik-puisi di Indonesia. Semoga umur panjang dan terus konsisten dalam berkarya deh ya…

4. Nge-hits tapi nggak sok nge-hits

6 dari sekian banyak agenda perform Kopibasi di Jogja
6 dari sekian banyak agenda perform Kopibasi di Jogja

Kopibasi memang belum lama muncul di tengah udara Jogja yang lagi panas-panasnya. Meski masih terbilang baru, Kopibasi makin ke sini makin jadi grup musik nge-hits yang sering melakukan perform dari café ke café. Melihat banyaknya café di Jogja yang mereka sambangi, tak lantas membuat Kopibasi takabur. Mereka tetap santai, ramah, asik, sederhana, suka menyambut daripada disambut, dan tentu saja kalem; sekalem musik-musik yang dibawanya. Nah, kalau kamu bertemu Kopibasi dan kamu kehabisan uang untuk beli udut, kamu bisa kok minta udut ke mereka.

5. Potensi masa yang nggak kalah sama Cita Citata

Waktu acara Duduk Bersama via www.warningmagz.com
Waktu acara Duduk Bersama via www.warningmagz.com

Jadi, emang satu dari sekian banyak keseruan saat Kopibasi perform itu adalah; adanya penampilan dari banyak seniman Jogja. Nggak cuma seniman musik doank, lho. Ada pelukis, pemain drama dan sastrawan yang mereka sebut sebagai dermawan bahasa. Jadi ya nggak malesin banget saat kamu nonton Kopibasi. Kamu bisa berbincang dengan para seniman itu untuk hal-hal yang mungkin ingin kamu pelajari, seperti bikin puisi untuk gebetan, misalnya.

6. Cuma berlima

Kenapa ini jadi sesuatu yang penting? Ya, jadi kamu nanti nggak perlu banyak ngeluarin biaya pas ngundang Kopibasi di event kamu, nggak kaya JKT84 atau Smash atau Cherrybelle yang kaya nganter rombongan haji itu. Kamu juga bisa enak pas ngajak foto bareng, nggak nyempit-nyempitin space dan tentunya bisa kamu ajak selfie. Tapi, lepas dari hal itu, walaupun cuma berlima, musik yang mereka bawakan terasa penuh dan kedengeran nggak kaya berlima.

Oh ya, ngomong-ngomong soal ngundang Kopibasi, kamu bisa hubungi mereka di sini: @Kopibasi

Kopibasi terbilang keren untuk kamu perhatikan. Datang ke pentasnya, dengarkan dengan seksama. Kalau bisa support dengan menyebarkan lagu-lagu mereka ke temen-temen kamu. Cukup.

Ada yang udah pernah dengerin lagunya Kopibasi? Suka atau biasa aja? Bisa donk share di kolom komentar.

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.