in ,

Agar Tak Ada Lagi Kejadian Seperti di Umbul Ponggok, Sebaiknya Perhatikan Hal Berikut

Sebelumnya, kami segenap tim Ngadem.com mengucapkan turut berduka cita atas berpulanglnya saudara Galang Norendra. Semoga arwah saudara kita ini diterima dan diberi tempat yang nyaman di sisiNya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan jiwa yang lapang. Amin.

***

Buat kamu yang hobi jalan-jalan dan suka berenang, tentu kamu tidak asing lagi dengan nama Umbul Ponggok kan, Sob? Benar, umbul yang populer dengan suasana bawah airnya itu kini menjadi saksi atas tenggelamnya seorang mahasiswa Instiper, Galang Norendra (20), warga Dukuh Ngendengan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten.

Peristiwa nahas itu terjadi pada hari Sabtu (20/2) kemarin. Dilansir dari Timlo.net, berikut pernyataan Kepala Operator Foto dan Rescue Umbul Ponggok, Mas Ardi, saat ditemui di rumah duka.

“Korban telah kita temukan dan kita angkat dari dasar kolam sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah itu langsung kita bawa ke rumah sakit.”

Sebelumnya, korban bersama tiga temannya, Arif Muhtadi (19), Gias Candra (19) dan Widi Satriya (19) sengaja mendatangi Umbul Ponggok untuk menghabiskan akhir pekannya. Saat di lokasi, pemandu sudah mengingatkan kepada korban dan ketiga temannya untuk melakukan pemanasan dan menggunakan pelampung. Namun, korban ngeyel dan tidak mengindahkan peringatan pemandu. Alhasil, korban tenggelam dan tewas saat berada di rumah sakit.

“Kita berempat mahasiswa Instiper Yogyakarta. Berangkat dari Yogya sekitar pukul 07.30 WIB, tiba di Ponggok satu jam kemudian. Kelihatannya enggak pemanasan, tahu-tahu Galang sudah menghilang. Kami sempat mencarinya di kamar mandi dan di luar pemandian,” ujar rekan korban yang merupakan mahasiswa semester IV Instiper.

Sementara itu, Risang, pengunjung asal Purwokerto, Banyumas, mengaku sempat melihat korban dalam posisi tengkurap di dasar kolam yang berada di tengah.

“Selang 10 menit saya masih melihat korban dengan posisi yang sama. Setelah saya dekati enggak bergerak, saya laporkan ke petugas rescue,” ujarnya.

Setelah sempat dilarikan ke PKU Muhammadiyah Delanggu, ternyata putra kedua dari tiga bersaudara Alif Wiyono ini tidak terselamatkan. Diduga korban mengalami kram perut.

“Kram perut, Mas. Kan enggak pemanasan. Apalagi saat kejadian enggak ada tanda-tanda kepanikan orang tenggelam. Kami sebagian pengelola juga turut menyampaikan belasungkawa,” kata Kepala Desa (Kades) Ponggok, Bapak Junaidi Mulyono.

Nah, penyebabnya terbilang sepele ya? Kram perut, Sob!

Nah, agar kejadian tersebut tak terulang kembali, ada baiknya kamu menyimak beberapa tips dari Ngadem.com berikut. Tips ini penting benget buat kamu yang sering jalan-jalan ke wisata air. Cek, Sob!

1. Tetap indahkan peringatan pemandu.

Sering banget kan kita melihat wisatawan yang tidak mengindahkan peringatan pemandu. Nah, mulai dari sekarang, kalau kamu ingin keselamatanmu tetap terjaga, maka kamu harus mengindahkan peringatan-peringatan itu, Sob. Jangan ngeyel, apalagi sok hebat dan merasa bisa melakukan segala hal tanpa mengindahkan nasihat orang lain. Hal ini bisa berakibat fatal, lho.

2. Patuhi peraturan dan larangan yang ada di lokasi.

Tidak semua tempat diperbolehkan untuk dijamah. Ya, percaya nggak percaya sih, Sob. Tapi buat jaga-jaga aja. Kan nggak ada salahnya juga menaati peraturan dan larangan yang ada. Sebab, kamu tahu sendiri kan kalau ada beberapa tempat yang acapkali disakralkan oleh warga setempat. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Jangan melanggar peraturan dan larangan kalau nggak mau hal buruk terjadi padamu.

3. Lakukan pemanasan sebelum berenang.

Hal ini sangat-sangat-sangat perlu kamu lakukan, terlebih buat kamu yang jarang melakukan olah raga. Ya, biar otot-ototmu tidak kaget dan kram. Kan nggak lucu banget kalau tiba-tiba perutmu kram dan nggak bisa gerak. Kalau di darat sih nggak apa, nah ini kalau kamu ada di dasar air? Bahaya banget, Sob!

4. Pakailah pelampung kalau kamu tidak bisa berenang.

Buat apa sih gengsi dan malu pakai pelampung kalau nyatanya kamu nggak bisa berenang? Ya, tentu kamu lebih milih keselamatanmu daripada gengsi kan, Sob? Oke, mulai dari sekarang, kamu jangan sok-sokan lagi, ya. Nggak perlu malu kalau kamu dibilang nggak keren. Sebab, apalah artinya “keren” kalau hanya berakhir dengan kejadian nahas macam itu?

5. Tetap perhatikan keselamatanmu sendiri dan sadar dengan kemampuan yang ada.

Ini paling penting, Sob. Sebab cuma kamu sendiri yang bisa menjaga dirimu . Jangan pernah menggantungkan diri pada orang lain. Soalnya yang tahu kemampuan dirimu adalah dirimu sendiri. Selain itu, kamu juga bisa meminimalisir terjadinya insiden di sebuah tempat wisata.

Oke Sob, semoga tips-tips di atas berguna buat kamu. Lain kali lebih berhati-hati, ya. Jangan sampai kejadian yang tak diinginkan seperti di Umbul Ponggok terjadi lagi.

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.