in

Main Kejar-kejaran Sama Sunset di Candi Abang, Berbah

Adventure selalu mengajarkan hal-hal baru serta pengalaman-pengalaman luar biasa yang tidak semua orang bisa merasakannya. Dan kali ini Ngadem.com akan mengajak kamu adventure ke salah satu situs sejarah yang ada di Yogyakarta, yaitu Candi Abang. Siap? Lets to the go, lest go..

***

Sore yang cerah, kami semangat sekali untuk mengejar sunset dari salah satu sudut Kota Yogyakarta. Tak dapat dipungkiri, bagi sebagian orang bahkan mungkin semua orang, sunset adalah suatu moment yang wajib didokumentasikan. Panorama yang disuguhan menjelang matahari kembali ke peraduannya memang begitu menawan, tak heran semua orang rela berkejar-kejaran dengan waktu, bahkan menukar nyawa demi bisa menikmati moment “matahari tenggelam” atau yang lebih kita kenal dengan “sunset”.

Nah,  dari beberapa sumber yang kami dapat, lokasi Candi Abang merupakan salah satu lokasi yang memiliki sunset dengan keindahan yang aduhai sekali, selain itu lokasinya pun tak terlalu jauh dan mudah dijangkau, sekitar 30 menit saja dari kampus (yang konon) humanis; kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Waktu yang relatif singkat bukan?

Yang Istimewa di Candi Abang, Berbah

Kami tiba di lokasi saat matahari dengan sinar emasnya tepat berada di sisi barat. Beberapa orang yang berada di sana berlomba-lomba berselfi ria untuk mengabadikan moment epic tersebut.  Kata orang kebanyakan, Candi Abang ini disebut juga bukit Teletubis atau bukit saun the sheep. Hihi.. sebutan yang unyu sekali.  Yang lebih menarik lagi, kamu bisa nikmati kendahan Candi Abang secara cuma-Cuma alias gratis. Kurang menarik apa lagi coba?

Candi Abang berada di kawsan Yogyakarta, tepatnya di derah Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kec. Berbah, Sleman.

Candi Abang merupakan salah satu candi Hindu peninggalan kerajaan Mataram Kuno sekitar 10 abad yang lalu, candi yang satu ini memang memiliki usia lebih muda dari candi-candi Hindu lainnya.  Keutuhan candi yang terletak di daerah Berbah ini memang sudah tak sempurna lagi. Meski demikian, bukan berarti keeksotisan dan keunikannya juga turut purna. Waktu di mana  matahari merangkak ke barat adalah waktu paling tepat untuk berada di tempat ini, kamu akan disuguhkan panorama sunset yang akan membuatmu seolah-olah berada di dunia fantasi.

Candi ini berbentuk seperti piramida, dengan pusatnya yang berada di tengah. Di candi ini, ada tangga, pintu masuk dan terbuat dari batu kapur putih. Selain itu, ada beberapa batu andesit fungsinya masih belum diketahui. Candi Abang ini dibangun pada abad kesembilan dan kesepuluh pada saat Kerajaan Mataram Kuno. Namun, candi ini diperkirakan memiliki usia lebih awal dari candi Hindu lainnya. Candi berbentuk piramida yang disebut Candi Abang ini adalah karena terbuat dari bata merah. Candi ini adalah sebuah bukit, sekarang tertutup rumput yang agak mirip seperti gundukan atau bukit kecil.

Mengapa Bentuknya Tak Lagi Menyerupai Candi?

Beberapa orang menganggap Candi Abang adalah tempat penyimpanan harta karun di jaman dulu, sehingga sering digali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari harta sejarah dan barang-barang berharga.  Candi Abang kini benar-benar terlihat seperti gundukan tanah di atas bukit. Ketika musim hujan kompleks ini akan berwarna hijau, sedangkan di musim kemarau, tentu saja, gersang. Sedikit bagian Candi akan nampak jika kondisi sangat kering. Sebagian besar candi yang dibangun di atas bukit adalah karena di masa lalu tempat yang lebih tinggi dianggap sebagai tempat suci (tempat para dewa tinggal).

Mitos Yang Berkemang di Candi Abang

Masyarakat setempat masih meyakini bahwa Candi Abang dijaga oleh tokoh yang sangat dihormat bernama Kyai Jagal, yang memiliki tubuh besar dan rambut panjang. Kyai Jagal adalah pelindung dari semua kerusakan. Di zaman Jepang, banyak orang sering berlindung di kompleks ini karena percaya bahwa Kyai Jagal akan melindungi mereka. Kepercayaan masyarakat akan adanya sosok Kyai Jagal sangat besar. Hal ini kemudian memunculkan kisah bahwa ada sebongkah emas yang ukurannya sama dengan anak kerbau dan dipercayai ada di dalam tubuh Candi Abang. Meski begitu, tak ada yang pernah menemukan bongkahan emas tersebut.

Terlepas dari mitos tersebut, setiap tempat –khususnya candi memang memiliki sejarah tersendiri di kalangan masyarakatnya. Seperti Candi Abang yang akan selalu dikaitkan dengan kisah harta terpedam atau cerita tentang tempat mencari pesugihan. Hal ini justru akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Candi Abang.

Selain itu, satu hal yang sebenarnya  tak boleh kita lupa, bahwa Candi Abang ini pernah menjadi satu diantaran banyak pusat peradaban leluhur bangsa Indonesia, yang tentu saja tak boleh kita abaikan keberadaannya.

Akses Jalan Menuju Candi Abang

rute ke candi abang berbah

Candi Abang terletak di sebuah bukit luar desa, 1,5 kilometer sebelah barat dari jalan raya Jogja-Piyungan. Akses ke lokasi bisa kamu tempuh dengan kendaraan roda empat. Hanya saja untuk mencapai puncak bukit, kamu harus berjalan kaki. Kamu juga bisa menggunakan transportasi umum, yakni bus yang melewati Jalan Raya Yogyakarta-Piyungan. Selain itu, perjalanan menuju ke Candi Abang bisa kamu lakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan memakan waktu tempuh sekitar 20 menit saja dari pusat kota Jogja. Beberap kilometer sebelum tiba di lokasi kamu akan melihat papan penunjuk arah yang akan membantumu tiba di lokasi. Bila masih bingung menemukan rute menuju lokasi, kamu bisa menggunakan GPS atau bertanya pada orang-orang sekitar. Percayalah, tak ada orang yang akan meyesatkanmu.

Tips Menuju Candi Abang

Gunakanlah motor yang nyaman, sebab jalannanya sedikit kurang mengenakan. Siapkan fisik dan mental, karena untuk sampai lokasi kamu harus melewati lembah, hutan, gunung, tanjakan curam, dan rawa-rawa (hehe.. bercanda). Bawalah bekal makanan secukupnya, sebab di lokasi tidak ada warung makan atau bahkan penjual cemilan ringan. Bawa kamera, baik itu kamera ponsel atau kamera digital, dan jangan lupa bawa tongsis buat kamu yang ingin selfie narsis.

Selamat bersenang-senang. Heppy holliday. Salam penuh kasih sayang.

Sunset di Candi Abang

lokasi candi abang jogja

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.