in ,

Meluruhkan Penat di Pantai Ngitun, Gunungkidul

Ngadem.com – Kenaliah alam dimana kamu berpijak, dari situ kamu akan tau Indonesia selalu indah disetiap sudutnya. Seperti cerita Ngedem.com yang weekend lalu kembali menjelajahi deretan pantai di Gunungkidul, Pantai Ngitun namanya. Kenapa Gunungkidul lagi? Selain dekat dengan tempat bernaung kami, Gunungkidul juga kaya akan wisata alamnya.

Bermula dari rasa penat dan jenuh yang kian hari kian menggerogoti, apalagi kalau bukan karena tugas kuliah dan pekerjaan yang menumpuk, ditambah berbagai masalah yang datang silih berganti. Kesemua itu benar-benar menguras energi, benar-benar membikin lelah. Jelas, kami butuh penyegaran, butuh liburan, butuh bersenang-senang. Sampai akhirnya, weekend kemarin kami memutuskan untuk liburan.

Sekilas Tentang Pantai Ngitun

Pantai Ngitun yang memiliki jarak kurang lebih 2 jam 15 menit dari pusat kota Yogyakarta ini terletak di Dusun Sureng, Ds. Purwodadi, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta. Surga Gunungkidul yang satu ini cenderung sepi karena memang masih belum banyak yang mengetahui. Siapkan mental, fisik, makanan, dan baju ganti jika tertarik berkunjung ke sini.

Akes Jalan Menuju Pantai Ngitun

Arah ke Watung Gentong Pantai Ngitun
Ini papan arah untuk menuju Watu Gentong, entak mengapa namanya berbeda.

Matahari pukul 10 pagi mengiringi perjalanan kami dari Jogja menuju Pantai Ngitun, Gunung Kidul. Perjalanan dilalui dengan lancar dan aman meski sempat kesasar karena GPS di ponsel yang ada sedikit kendala. Meski demikian, hal tersebut tak sampai menghanyutkan niat kami yang memang ingin liburan.

Kendaraan terus melaju kencang  sampai akhirnya kami menemukan sebuah jalan yang menunjukan arah menuju “Pantai Ngitun”. Kami lega, setelah dipusingkan oleh jalur yang berbelok-belok dan naik-turun, kami temukan juga jalur menuju Pantai Ngitun. Tibalah kami dipintu loket: Tiket masuk Pantai Ngitun dihargai Rp. 5000/motor, Rp. 10.000/mobil. Dan, dari sinilah kesabaran dan ketangguhan kami benar-benar diuji.

“Hati-hati ya, jalurnya agak esktrim.” Teriak salah seorang penjaga pintu loket.

“Oh iya, mas. Makasih. Mari..  “ Jawab kami.

Dengan kembali membaca bassmalah kami melanjutkan perjalanan. Jalur menuju pantai dari pintu loket benar-benar ekstrim dan benar-benar menguji kesabaran. Ekstrim di sini bukan karena banyaknya jurang atau banyaknya jalanan terjal, melainkan jalanannya berlapis bebatuan  alias belum beraspal.

Yang istimewa di Pantai Ngitun

Pantai Ngitun gunungkidul

Setelah melalu goncangan-goncangan yang mengkhawatirkan kurang lebih selama 15 menitan, sampailah kami di titik pantai, tepatnya pukul 1 siang. Bau laut tercium tajam, suara ombak bergemuruh kencang. Kami memarkirkan kendaraan dan ingin lekas-lekas berenang. Sayangnya kami tidak bisa berenang, sebab kondisi air laut yang dekat dengan bibir pantai tengah surut. Ah, tapi tak apa-apa. Meski tak berenang, kami tetap senang melihat pemandangan pantai yang begitu memukau.

Melihat-lihat kondisi sekitar pantai, tampaknya Pantai Ngitun belum banyak yang dikunjungi. Pantai ini cenderung sepi dan masih alami. Kami pun mengambil kesimpulan bahwa pantai Ngitun sepertinya cocok untuk dijadikan tempat camping atau bahkan mengasingkan diri. Lain waktu, mungkin kami tertartik membawa serta kawan-kawan untuk becamping ria di sini.

Baca juga: 6 Pantai Baru Untuk Camping di Gunungkidul

Bila sedikit mendaki ke sebelah kiri pantai, kamu akan melihat sebuah batu besar bernama Watu Gentong

Watu Gentong di Pantai Ngitun

Selain pesona hamparan pasir putihnya dan jejeran pohon yang memayunginya, di pantai ini juga terdapat bukit yang keelokannya mampu membius rasa lelah dan panat, bukit Watu Gentong namanya. Dari atas bukit inilah kemegahan pantai Ngitun tak lagi bisa terbantahkan. Sungguh indah. Melihat kemegahan dan keindahan Pantai Ngitun dari atas bukit Watu Gentong ini membuat rasa lelah, kesal, kecewa, dan hal-hal yang menyesakan dada lainnya terbayar sudah. Gunung Kidul memang selalu mengagumkan.

Baca juga: Ngadem di Bukit Kosakora dan Pantai Drini, Gunungkidul 

Setelah puas menikmati pemandangan sekitar pantai, kami nongkrong sejenak di sebuah warung makan. Oh iya, buat kamu yang ingin berkunjung ke sini, jangan takut kelaparan, sebab cukup banyak tersedia warung makan yang menjajakan berbagai macam makanan seperti: nasi rames, makanan ringan, dan minuman hangat maupun dingin. Buat kamu yang pingin pipis, pup, ganti baju, atau mandi, jangan takut juga, tersedia toliet atau kamar mandi. So, santai aja, nikmatilah liburanmu penuh dengan suka cita. Tapi ingat, tetap jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarang.

Tips-tips dari Ngadem.com untuk ke Pantai Ngitun

  1. Sebelum melakukan perjalanan jangan lupa cek dulu kondisi kendaraan, pastikan dalam keadaan prima dan full bensin.
  2. Sebelum melakukan perjalanan jangan lupa juga cek dulu barang bawaan, pastikan semua barang yang akan dibawa sudah ada di dalam tas atau ransel.
  3. Bawalah bakal makanan.
  4. Bawalah kamera untuk mendokumentasikan keindahan alam sekitar.
  5. Jangan lupa untuk selalu berdoa.

Demikianlah pengalaman kami di pantai Ngitung yang meski sedikit dihinggapi kekesalan, namun tetap menyenangkan, setidaknya kepenatan hilang. Tetap stay di Ngadem.com ya. Setelah ini akan ada lagi cerita seru dari dari kami di pantai Wediombo. Sampai jumpa lagi.

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.