in ,

Ngadem Keren di Umbul Kemanten, Klaten

Ngadem.com – Tepat pukul 2 siang, kami berangkat dari Jogja menuju Klaten. Keberangkatan kami waktu itu bukanlah tanpa alasan, melainkan untuk mencicipi segarnya mata air yang cukup terkenal di kota ini. Ya, mata air yang menjadi tujuan kami saat itu adalah Umbul Kemanten yang ada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Tapi sialnya, baru menempuh setengah perjalanan saja, kami sudah disapa oleh hujan yang turun begitu derasnya. Alhasil kami harus menunda perjalanan sampai situasi benar-benar memungkinkan. Setelah menunggu sekitar satu jam lamanya, hujan mulai berangsur reda. Kami segera menyalakan mesin, dan melajukan kendaraan menuju tempat yang kami inginkan.

Ngeeeng. Dan kesabaran kami pun kembali diuji. Bagaimana tidak? Baru beberapa meter berjalan, tiba-tiba hujan kembali turun. Tapi hal itu tak lantas membuat kami menyerah. Malah, kami memutuskan untuk menerjang derasnya hujan pada siang hari itu. Lagi pula, pakaian yang kami kenakan sudah terlanjur basah. Ya, sekalian aja dibasah-basahin.

Memasuki daerah Jatinom, kami mulai merasakan adanya suatu hal yang janggal. Ya, ternyata kami tersesat, Sob! Alhasil, salah seorang dari kami harus menanyakan alamat (Umbul Kemanten) pada warga setempat. Lokasi yang kami tuju saat itu agaknya sedikit membingungkan. Karena memang, kami memilih jalur yang agak berbeda dari jalur yang semestinya. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya kami sampai di lokasi. Kendaraan sudah terparkir dengan rapi, dan tibalah saatnya untuk menikmati wisata air yang kami idam-idamkan.

Perjuangan kami yang melelahkan, telah terbayar lunas ketika kami melihat pesona Umbul Kemanten.

Sedikit Info Tentang Tanaman Cenil yang Ada di Umbul Kemanten

Cenil

Dari tempat parkir, kamu harus menuruni beberapa anak tangga untuk mencapai lokasi ini. Setelah itu, kamu akan menemukan beberapa petak tanah yang berbentuk seperti kolam, yang digunakan oleh warga setempat untuk menanam sejenis tumbuhan air. Awalnya, kami merasa heran dan bertanya-tanya: apa kegunaan tanaman ini? Sebegitu berhargakah tanaman ini, sampai-sampai harus ditulisi papan peringatan agar tidak menginjaknya?

Selidik punya selidik, akhirnya kami mengetahui nama tanaman ini setelah menanyakannya kepada si pemilik. “Namanya Cenil, Mas. Biasanya dimasak jadi pecel. Ngambilnya di waktu sore kalau mau buat masak besok pagi,” ujar si pemilik ladang. Setelah mendengar penjelasan itu, kami pun merasa penasaran untuk mencicipi bagaimana rasanya pecel ini. Ya, sungguh beruntung, ternyata penjual makanan di sekitar Umbul Kemanten juga menyediakan menu pecel cenil ini. Perlu kamu ketahui, Sob. Pecel Cenil hanya terdiri dari tanaman cenil yang sudah direbus sebelumnya. Dan memang sangat berbeda dari pecel-pecel pada umumnya; yang biasanya menggunakan aneka macam sayuran.

Keistimewaan Umbul Kemanten

Wisata Umbul Kemanten

Umbul Kemanten atau sering disebut Umbul Manten memang cukup asyik untuk dikunjungi, terlebih bagi kamu yang tidak begitu suka dengan keramaian. Suasananya yang masih natural akan mengingatkanmu pada suatu hal yang tidak bisa dijelaskan oleh apapun. Datanglah ke tempat ini pas di hari kerja, niscaya kamu akan merasakan sensasi berenang seperti di kolam pribadi. Selain itu, karena tempatnya yang masih sepi dan belum banyak diketahui wisatawan luar daerah, maka tak heran jika di sekitar lokasi ini pun sering dialih-fungsikan menjadi tempat ngedate bagi kaum remaja setempat.

Tiket Masuk ke Umbul Kemanten

Sebelum memasuki Umbul Kemanten, kamu akan dikenai biaya retribusi sebesar 3000 rupiah. Karcis parkirnya pun terbilang murah, hanya 2000 rupiah saja. Ya, harga yang sangat minim untuk sebuah pengalaman yang begitu dahsyat. Percayalah, di sini kamu bisa menikmati suasana sejuk pedesaan sejak pertama memasuki tempat ini.

Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Umbul Kemanten

Umbul Kemanten menawarkan suasana khas pedesaan yang masih asri. Airnya yang begitu jernih akan membuatmu merasa nyaman berlama-lama di tempat ini. Selain bening, ternyata air di sini juga terasa begitu dingin. Karena memang, Umbul Kemanten merupakan sebuah mata air yang terus mengeluarkan air dari dalam tanah.

Selain itu, di sekitar lokasi ini, kamu juga bisa menjumpai area persawahan yang begitu luas, menikmati gemericik air sungai yang terdengar syahdu, dan menyaksikan secara langsung tempat budidaya ikan yang ada di sebelah selatan Umbul Kemanten. Dan, sekaligus, jika kamu merasa lapar, kamu bisa juga mencicipi hidangan khas daerah setempat, yakni Pecel Cenil. Dijamin deh, kamu nggak akan nyesel meskipun jauh-jauh datang ke tempat ini.

Tips dari Ngadem.com ketika Berkunjung ke Umbul Kemanten

Tempat ini mulai dibuka dari pukul 7 pagi sampai 5 sore. Kami sarankan agar kamu datang lebih awal, karena dijamin, kamu akan ketagihan dan butuh waktu lama untuk menikmati tempat ini. Pastinya, jangan lupa juga untuk membawa kamera anti air. Ya, tentunya kamu tak ingin melewatkan momen menyelam di sumber mata air yang begitu jernih ini, kan? Selain itu, bawalah selalu mantel/ jas hujan, karena kita pun tak dapat menebak kapan datangnya hujan. Yup, bawalah peranti itu jika tak ingin kuyup kebasahan sebelum berenang.

Nggak perlu mikir 2 kali buat datang ke tempat ini, kan? Selamat berlibur!

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.