in

Ngadem Sambil Main Air di Umbul Cokro Tulung, Klaten

Ngadem,com – Kami kerap menghabiskan waktu untuk menjelajahi Yogyakarta dan daerah sekitarnya, hal tersebut kami lakukan semata-mata karena kami suka menjelajah, dan tentu saja  sekaligus manfaatkan waktu luang guna merelaksasikan pikiran. Dari sekian banyak tempat yang ada di Jogja, ada beberapa yang belum kami kunjungi. Hal tersebut tentu tidak membuat kami berhenti untuk lebih dalam meng-explore Yogyakarta. Namun, entah mengapa di awal bulan April ini, kami memutuskan untuk meninggalkan sejenak suasana wisata di Yogyakarta. Kami bergeser ke tanah kelahiran Budayawan sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Rachmat Djoko Pradopo. Klaten!

Saat mengunjungi  Klaten, kami menemukan spot yang cukup unik dan menarik. Embung Ponggok, namanya. Mengapa menarik? Sebab, Embung ponggok ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai wadah penampungan air oleh warga sekitar, namun juga dimanfaatkan untuk aktifitas snorkeling. Ya, Embung ini masuk ke dalam tempat wisata yang ada di Klaten. Sayangnya, saat kami tiba di sana kondisi air di Embung Ponggok sedang dalam kondisi yang tidak stabil (airnya keruh juga kotor).

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi dan beranjak ke Umbul Cokro Tulung.

Umbul Cokro Tulung yang awalnya bernama Umbul Ingas ini merupakan sebuah area pemandian yang berada di Klaten, tepatnya di Desa Cokro, Kecamatan Tulung. Airnya yang bening, udaranya yang sejuk dan susananya yang hijau alami menjadikan tempat ini cocok untuk menyegarkan pikiran yang kerap dihimpit rutinas menjemukan –contohnya seperti kami ini.

Yang Istimewa dari Umbul Cokro Tulung

Umbul Cokro Tulung yang memiliki kedalaman kira-kira 80 cm serta aliran airnya yang tenang ini seolah menjadi tempat sempurna untuk berendam di siang hari bolong. Selain itu, di pemandian Umbul Cokro Tulung juga memiliki wahana air yang kita kenal dengan nama Water Boom (meski tidak secara harfiah). Di sini, pengunjung bisa bermain air sesuka hati dan seolah di bawa kembali ke masa kecil dulu. Tempat wisata Umbul Cokro sangat cocok untuk dijadikan wisata keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama.

Menurut beberapa orang yang kami ajak berbincang di lokasi,  Umbul Cokro Tulung masih mempertahan tradisi Padusan –terutama saat menjelang bulan ramadhan. Tradisi padusan ini merupakan  tardisi orang Jawa yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik. Ritual Padusan dilakukan guna membersihkan atau mensucikan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Padusan sudah membudaya bagi sebagian masyarakat beragama islam di Karesidenan Surakarta.

Umbul Cokro Tulung Klaten

Fasilitas Yang Ada di Umbul Cokro Tulung

Terdapat fasilitas yang bisa dimanfaatkan di Umbul Cokro Tulung, diantaranya flying fox, water sliding, taman air, arung jeram, kolam bermain, pancuran, gazebo, area parkir yang luas, tempat penyewaan ban (Rp 5.000), penyewaan tikar (Rp 5.000), mushola, toliet, dan sejumlah warung makan. Untuk tiket masuknya relatif murah, yaitu Rp 15.000 (untuk dua orang), sementara biaya parkir Rp 2.000/kendaraan.

Akses dan Rute Jalan

Akses menuju Umbul Cokro Tulung sangatlah mudah, satu arah dengan Embung Ponggok. Nah, untuk sampai di sana, hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Jangan khawatir tersasar, sebab sudah banyak papan penunjuk arah yang akan membantu untuk sampai di tempat tujuan.

Tips dari Ngadem.com

Jika ingin menikmati wahana air secara maksimal, sebaiknya hindarilah hari-hari besar atau saat menjelang ramadhan, sebab pada hari-hari tersebut dipastikan tempat ini akan dipenuhi ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Selain itu, jangan lupa membawa waterproof untuk memotret saat berada di dalam air. Jangan lupa jaga kebersihan ya… kebersihan sebagian dari iman toh?

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.