in

Pembunuh Berantai Yang Dibebaskan Hanya Karena Alasan Tak Masuk Akal

Sumber Google Image

Ngadem.com – Ketika seorang pembunuh berantai ditangkap, publik biasanya berasumsi bahwa si pelaku akan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Tapi sayangnya, sistem peradilan selama ini tidak selalu bekerja dengan cara yang masuk akal. Meskipun sangat jarang, beberapa pembunuh yang telah diadili dan dinyatakan bersalah atas kejahatannya, justru malah bebas berkeliaran di luar sana setelah menjalani –sekali lagi, hukuman yang tak setimpal.

Tentu kita masih ingat pada wanita bernama Genene Anne Jones, seorang pembunuh berantai di Texas yang rencananya akan dibebaskan karena perilaku baiknya selama di penjara. Ya, 60 bayi telah ia racuni dan ia dibebaskan begitu saja hanya karena berprilaku baik selama di penjara?

Sepuluh pembunuh berantai yang ada dalam artikel ini adalah contoh dari sekian banyak pembunuh yang bisa bebas tanpa hukuman yang setimpal. Dan mereka bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan. Siapa saja?

1. Nikolai Dzhumagaliev

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Nikolai Dzhumagaliev adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal. Ia diduga telah menewaskan sedikitnya 7 perempuan, antara tahun 1979 sampai 1980. Dzhumagaliev juga dikenal dengan nama “Metal Fang” karena warna logam putih yang ada pada giginya. Korban pertama Dzhumagaliev adalah seorang wanita petani muda. Ia menggorok lehernya dan kemudian memakannya. Dzhumagaliev menewaskan lima perempuan lebih sebelum ditangkap karena sengaja menembak salah satu dari rekan-rekannya. Namun, ia hanya dihukum kurang dari satu tahun di rumah sakit jiwa karena didiagnosis mengalami gangguan skizofrenia. Ketika dibebaskan, ia justru melakukan pembunuhan lagi. Dzhumagaliev akhirnya ditangkap ketika ia mengundang beberapa teman ke rumahnya. Dzhumagaliev membunuh salah satu tamu dan mulai memotong-motongnya di kamar mandi. Ketika polisi tiba, mereka menemukan Dzhumagaliev berlumuran darah. Dzhumagaliev diadili sekali lagi, tapi karena ia terjanjur didiagnosis mengalami ganggunan skizofrenia, Dzhumagaliev hanya dijatuhi hukuman delapan tahun di sebuah klinik tertutup.

2. Mary Bell

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Mary Bell menjadi terkenal ketika ia membunuh dua anak laki-laki secara sadis (hanya satu hari sebelum ulang tahun kesebelasnya). Korban pertamanya adalah seorang anak berusia empat tahun bernama Martin Brown. Bell diyakini telah melakukan pembunuhan ini secara mandiri. Mary Bell mencekik Martin Brown.di sebuah rumah kosong. Korban kedua Bell adalah seorang anak berusia tiga tahun bernama Brian Howe. Mary Bell juga mencekiknya, tapi kali ini ia mendapat bantuan dari teman lamanya yang baru berusia tiga belas tahun, Norma Joyce Bell. Setelah membunuh kedua korban tersebut, mereka kemudian memutilasi alat kelamin Martin Brown dan Brian Howe. Setelah kedua pembunuh ini tertangkap, Norma justru malah dibebaskan dari semua tuduhan karena gangguna jiwa yang ada padanya, sementara Mary dihukum atas kasus pembunuhan. Mary menghabiskan dua belas tahun di penjara sebelum dibebaskan pada usia 23. Dan sekarang ia memiliki satu anak perempuan dan satu cucu.

3. Karla Homolka dan Paul Bernardo

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Karla Homolka dan Paul Bernardo adalah sepasang pembunuh berantai yang melakukan tindak pemerkosaan dan pembunuhan pada tiga perempuan di Kanada. Korban pertama mereka adalah adik Karla Tammy yang dibius dengan obat penenang hewan. Setelah kejadian tersebut, Karla dan Paul malah memiliki kecenderungan untuk membunuh. Dan ketika ditangkap, Karla berhasil meyakinkan jaksa bahwa ia adalah korban dan mendapat pengurangan hukuman penjara selama dua belas tahun, sementara Paul menerima hukuman penjara seumur hidup. Kini, Karla mengganti namanya menjadi Leanne Bordelais dan tinggal di Guadalupe bersama suami dan tiga anak.

4. Pedro Lopez

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Pedro Lopez dijuluki sebagai The Monster of the Andes, yang telah membunuh lebih dari tiga ratus gadis muda di seluruh Amerika Selatan. Ketika umur 17 tahun, Lopez dipenjara karena mencuri sebuah mobil. Setelah dibebaskan, ia kembali membunuh gadis-gadis muda. Pada tahun 1978, Lopez mengaku bahwa ia telah membunuh lebih dari 100 anak perempuan di Columbia. Setelah itu, ia pindah ke Ekuador di mana ia mulai membunuh tiga gadis dalam satu minggu. Lopez ditangkap setelah aksi penculikannya gagal dan mengaku lebih dari tiga ratus orang telah ia bunuh. Ia ditangkap pada tahun 1980 oleh pemerintah Ekuador, dan 18 tahun setelahnya kembali ditangkap oleh pemerintah Kolombia, Tiga tahun kemudian, Lopez dibebaskan karena prilaku baiknya selama di tahanan.

5. Louis Van Schoor

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Louis Van Schoor, seorang penjaga keamanan dan mantan polisi, diyakini telah membunuh lebih dari 39 orang hanya dalam beberapa tahun saja. Van Schoor sering menembak penyusup di lingkungannya dengan pistol 9mm. Van Shoor menjelaskan aksi penembakan tersebut karena ia hanya melakukan tugas sebagai penjaga. Sebagian besar korbannya adalah orang-orang kulit hitam. Penembakan orang secara random oleh Van Schoor berbuntut pada didakwanya Louis sebagai pelaku karena ia melakukan hal tersebut karena rasisme. Dia didakwa telah membunuh sebanyak tujuh kali, dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Namun, Van Schoor dibebaskan setelah menjalani dua belas tahun hukuman dari hukuman yang seharusnya.

6. Bartolomeo Gagliano

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Pada tahun 1981, Gagliano dikirim ke rumah sakit jiwa karena telah merajam seorang pelacur sampai mati. Namun, Gagliano berhasil melarikan diri pada tahun 1989 dan kembali melakukan pembunuhan. Ketika tertangkap, ia justru dirujuk untuk melakukan perawatan psikiatris.

7.  Issei Sagawa

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Mulanya, Issei Sagawa selalu merasa dirinya lemah dan jelek. Sampai pada satu titik ia merasa tertekan dan membunuh serta memakan satu dari teman sekelasnya. Pada 11 Juni 1981, Sagawa diundang oleh Renee Hartevelt ke apartemennya untuk makan malam, Renee mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan dalam menerjemahkan sebuah puisi berbahasa Jerman. Ketika tiba, Sagawa menembak Renne dengan sebuah senapan tepat di leher, lalu memakannya. Sagawa akhirnya tertangkap setelah mencoba untuk membuang tubuh Renne di sungai, dan dijatuhi hukuman masuk rumah sakit jiwa oleh seorang hakim Prancis. Namun, Sagawa justru malah menjadi sosok yang populer dan banyak orang mengunjunginya di Rumah Sakit. Hal ini kemudian membuat Pemerintah Perancis memutuskan untuk memulangkannya ke Jepang. Setelah di Jepang, ia dibawa ke rumah sakit Matsuzawa, di mana ia dinyatakan waras dan dibebaskan.

8. Juha Valjakkala

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Pada tanggal 2 Juli 1988, Juha Valjakkala mencuri sebuah sepeda. Ketika pemilik sepeda, Sten Nilsson dan putranya Fredrik, memergoki Valjakkala tengah melepas rantai sepeda, mereka kemudian mengejarnya sampai ke sebuah pemakaman. Di pemakaman inilah Valjakkala menembak ayah dan anak ini. Selain itu, Valjakkala juga membunuh istri Nilsson karena takut tindakannya tersebut akan dilaporkan polisi. Valjakkala akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun, selama masa hukumannya, Valjakkala berhasil melarikan diri sebanyak empat kali. Setelah tertangkap dan dibebaskan karena berprilaku baik selama dalam tahanan, Valjakkala justru makin memburuk. Ia kembali mencuri sebuah mobil dan membunuh si pemilik mobil.

9. Arnfinn Nesset

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Arnfinn Nesset adalah mantan perawat Norwegia dan pengurus sebuah panti jompo. Ia diduga telah menewaskan 138 orang. Pada tahun 1981, sebuah kasus pembunuhan terjadi di panti jompo di mana Nesset bekerja dan menimbulkan banyak kecurigaan. Ketika polisi mengintrogasi Nesset tentang kasus tersebut tersebut, Nesset mengaku memang telah membunuhnya. Nasset membunuh mereka dengan menyuntikkan suxamethonium klorida ke tubuh korban-korbannya. Akhirnya ia dihukum karena meracuni 22 pasien dan dijatuhi hukuman 21 tahun penjara (hukuman maksimum di Norwegia saat ini). Namun, Nesset bebas setelah dua belas tahun kemudian karena berperilaku baik, dan diletakkan di bawah pengawasan selama sepuluh tahun. Sekarang, ia tinggal di lokasi yang tidak diketahui oleh siapa pun dengan menggunakan nama samaran.

10. Genene Anne Jones

Pembunuhan Berantai
Sumber Google Image

Genene Anne Jones adalah mantan perawat anak yang diyakini telah membunuh 46 bayi. Jones melakukan pembunuhannya dengan menyuntikkan digoxin, heparin dan suksinilkolin pada tubuh bayi. Jones pertama kali dicurigai saat ia bekerja di sebuah Rumah Sakit Daerah Bexar, di mana banyak anak-anak yang ia rawat justru kian sekarat. Jones dijatuhi hukuman 99 tahun penjara atas pembunuhannya tersebut. Namun, karena perilaku baiknya selama dalam penjara Jones akan dibebaskan pada tanggal 24 Februari 2018. Dengan begitu, Jones hanya menjalani 35 tahun masa hukuman dari yang seharusnya, 99 tahun.

Ya, itulah para pembunuh berantai yang dibebaskan hanya karena alasan yang tak masuk akal. Memang, setiap orang bisa berubah, dan mungkin para pelaku tersebut kini tak lagi melakukan hal yang menyakitkan bagi banyak keluarga korban, tapi setidaknya aturan hukum haruslah selalu didasari pemahaman yang masuk akal dan sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan. Bukan begitu, toh?

Sumber: Wikipedia.com, Yahoo.com, BBC.com

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.