in ,

Review Novel The Lone Ranger Rides: Mengintip Aksi Koboi-koboian di Amerika

Ngadem.com – Sastra seperti novel ataupun cerpen itu bisa saja dipandang sebagai sebuah interpretasi terhadap kehidupan nyata. Juga kejadian ataupun peristiwa-peristiwa digambarkan melalui tulisan-tulisan yang tentunya ditampilkan menggunakan gaya bahasa yang unik seperti permajasan, penyiasatan struktur, sarana retorika, maupun pencitraan. Dan dalam novel terjemahan berjudul The Lone Ranger Rides ini, muncul dengan tulisan peristiwa kepahlawanan yang marak terjadi di jaman koboi-koboian yang biasa disebut Ranger, di Negara bagian Texas, U.S.A.

Di antara gelimpangan mayat para ranger yang mengenaskan itu, seoarang diantara mereka masih menampakkan tanda-tanda kehidupan. Ditengah perjuangannya yntuk tetap bernyawa, seorang Indian muncul menolongnya. Waktu berlalu dan kisah petualangan seorang lelaki bertopeng mengendarai kuda putih bersama pasangan Indiannya pun dimulai.

―Penerbit.

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1941, pengarangnya merupakan nama besar dalam sastra Amerika yaitu Fran Striker, dan merupakan novel ke-empat yang diselesaikannya setelah novel The Green Hornet, yang memilki genre sama. Novel ini sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa.

The Lone Ranger Rides muncul melalui radio show tahun ’30-an dari dua penulis Fran Striker dan George W. Trendie. Seiring kemajuannya dalam dunia radio, memunculkan beberapa ide oleh pengarang untuk membuatkannya dalam sebuah wujud karya sastra yaitu novel. Pada perkembangannya The Lone Ranger Rides berkembang sebagai sebuah karya sastra yang ditulis oleh Fran Striker tanpa George W. Trendie.

Suara gemericik air yang mengalir turun dari mata air pegunungan melalui pipa dan jatuh ke dalam palung … padang yang terpencil tempat rerumputan tumbuh subur … rumah yang kokoh dan nyaman … ternak yang tumbuh senat dan gemuk … suaran anak gadis yang bernyanyi merdu … suara tawa anak kecil.. Itulah hidup yang normal dilembah ini.

_Lone Ranger Rides hal. 9-10.

Realitas diatas dibalut dengan parodi dan, percintaan yang sangat kental  oleh Fran Striker, problem-problem percintaan dimunculkan dengan alur maju dan mundur. Novel The lone Ranger Rides terdapat 30 bab.

Dalam novel ini terdapat dua tokoh utama yaitu; (1) John Reid; dan (2) Tonto. John Reid adalah ranger yang selamat setelah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh penjahat bernama Cavendish. Dan yang menyelamatkannya adalah Tonto, seorang Indian yang memilki dendam kesumat terhadap Cavendish. John Reid hidup kembali sebagai sang Lone Ranger berkelana bersama Tonto menebus dendam.

Laki-laki di mulut goa itu mengawasinya tanpa suara, dan ketika ranger yang sekarat itu membalikkan badan, orang itu bisa melihat wajah si John Reid yang merona karena demam dan mengernyit karena rasa sakit. Ia melihat mata yang pernah begitu tajam dan dalam, dan melihat kedua mata itu perlahan mendongak, menatap matanya yang juga gelap dan dalam. Sang Ranger bertemu pandang dengan laki-laki asing itu, yang ternyata adalah seorang Indian.

_Lone Ranger Rides hal. 25.

Belakangan ini juga banyak produser film yang mengedepankan keindahan-keindahan di setiap karya sastra dengan menampilkannya dalam film. Keindahan atau makna menjadi tulang punggung karyanya muncul lewat sebuah visual yang diperankan oleh manusia secara nyata, namun merupakan rangkaian yang dibuat oleh manusia (scenario). Seperti halnya Fran Striker dalam salah satu karyanya yang berjudul The Lone Ranger Rides, telah dijadikan sebagai motif dalam sebuah film tahun 2013, garapan sutradara Gore Verbinski.

Identitas Buku:

Judul: The Lone Ranger Rides

Penulis: Fran Striker

Penerjemah: Yuditha Hardini

Penerbit: Gradien Mediatama

ISBN: 978-602-208-105-0

Tebal: 287 hlm

Tahun Terbit: 2013

Cetakan: Pertama

Genre: Sastra/novel dewasa/fiksi

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.