in ,

Genks, Mlipir ke 9 Tempat Wisata Hits di Kendal Ini Yuk

Ngadem.com – Hollaaa, Sobat Ngadem? Udah mau weekend aja, nih. Kamu udah nyiapin bekal buat liburan, kan? Atau jangan-jangan, kamu malah belum punya destinasi wisata yang asik buat kamu kunjungi? Ah, payah banget. Yaudah deh, yuk pantengin aja Ngadem.com. Kami punya solusi jitu buat kamu yang tinggal di daerah Kendal dan sekitarnya. Ohya, buat kamu yang lagi ngenes karena banjir di Semarang, kamu juga bisa memilih alternatif lain dengan mengunjungi kota ini, lho. Sikaaat, Sob!

Yuk, langsung cek 9 tempat wisata di Kendal yang tersembunyi ini.

1. Seru-seruan Sembari Menikmati Hamparan Kebun Teh Medini.

Kebun Teh Medini foto dari @rezhapramudyta

 

Tak banyak yang tahu keberadaan Kebun Teh Medini kecuali masyarakat sekitar dan beberapa pendaki gunung. Maka dari itu, kami bermaksud untuk memperkenalkan tempat ini pada kalian, Sob. Dijamin kamu nggak akan kecewa, deh. Oke, Kebun Teh Medini ini terletak di ketinggian 1500 mdpl, atau tepatnya di pegunungan Ungaran, kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Untuk sampai ke lokasi, kamu bisa memulainya dari Kota Ungaran dengan melewati Pasar Ungaran – Gunung Pati – Cangkiran. Setelah melewati kelurahan Taman Rejo yang termasuk wilayah Kecamatan Limbangan, kamu akan melewati jalur menuju Medini yang agak berbatu dan kurang mulus. Sesampainya di jalan Promasan, kamu akan mendapati pos penjagaan. Di situ kamu diwajibkan untuk membayar retribusi sebesar Rp. 3.000,00/orang. Nah, mulai dari situ, kamu bisa merasakan sejuknya udara yang masih alami tanpa polusi.

Yap, Kebun Teh Medini ini memiliki banyak jalur yang saling menjauh (tidak saling berhubungan). So, apabila kamu berniat berjalan kaki untuk ber-hiking-ria, silakan mengambil jalur sebelah kiri menuju Promasan. Karena jalur “tikus” ini merupakan jalur termudah dan terdekat untuk sampai di kebun teh tersebut. Tapi bila kamu memakai mobil L300, maka Medini adalah perhentian terakhir. Dan jika kamu memakai Jeep atau motor, kamu bisa naik lagi menuju Promasan dan Gua Jepang dengan mengambil jalur tengah. Gimana, Sob? Udah siap berpetualang menyusuri kebun teh Medini?

2. Menyaksikan Pesona Curug Glawe yang Ada di Ketinggian.

Curug Glawe foto dari @satrio_94

 

Tak jauh dari Kebun Teh Medini, kamu bisa sekalian berenang di sebuah curug yang letaknya di sekitar Pabrik Teh Medini, atau di dekat pos penjagaan yang tadi. Nah, kamu bisa memilih tempat mana yang akan kamu datangi terlebih dahulu. Apakah ke air terjun lalu ke kebun teh Medini, atau ke Kebun Teh Medini lalu ke air terjun. Semuanya tergantung fisik dan mood-mu, Sob.

Oke, air terjun ini bernama Curug Glawe dan hanya bisa di akses dengan berjalan kaki saja. Perjalanan yang akan kamu tempuh membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dari pos penjagaan. Kamu akan diajak melewati jalan setapak yang berkelok-kelok dengan diselingi hamparan teh yang memukau. Tak hanya itu, ternyata di sini pun masih banyak terdapat hewan-hewan liar yang berkeliaran, seperti kera, lintah, dan mungkin saja ular.

Sesampainya di lokasi, kamu akan disuguhi pemandangan alam yang masih alami dan indah. Airnya yang cukup dingin dan segar, akan menggodamu untuk segera menceburkan diri di curug itu. So, siapkan segala hal yang diperlukan untuk memasuki wilayah ini, ya.

3. Menyapa Matahari dari Ketinggian Gunung Ungaran.

Gunung Ungaran foto dari @agung03_official

Dari Curug Glawe, kamu bisa mendaki ke Gunung Ungaran yang terletak di sebelah selatan-barat daya Kota Semarang, atau sekitar 40 Km dari pusat Kota Kendal. Keadaan gunungnya masih aktif, dan terdiri dari tiga buah gunung lainnya, yakni Gunung Gendol, Gunung Botak, dan Gunung Ungaran. Puncaknya memiliki ketinggian sekitar 2.050 mdpl. Dan kalau kamu berniat untuk mendaki gunung ini, kamu bisa memilih tiga jalur pendakian, yakni melalui jalur Candi Gedung Songo, jalur Jimbaran, dan jalur Medini. Dari ketiga jalur tersebut, yang paling sering dilewati para pendaki adalah jalur Candi Gedung Songo dan jalur Jimbaran. Mengingat, untuk kawasan Medini masih jarang dilewati orang karena terkenal mistis.

Sesampainya di pos pendakian, kamu diwajibkan untuk melapor kepada petugas terkait. Setelah melapor, kamu akan memulai tracking pertama dengan melewati perkebunan teh dan kopi dan beberapa anak sungai serta air terjun kecil yang ada di sepanjang jalur tracking. Nah, setelah itu kamu akan memasuki Dusun Promasan yang berada di kaki Gunung Ungaran. Di dusun tersebut terdapat beberapa rumah milik penduduk setempat yang bisa kamu pakai untuk beristirahat sejenak dan berfoto narsis; lengkap dengan lanskap Gunung Merbabu dan Gunung Telemoyo. Tak hanya itu, Sob. Kamu juga bisa menikmati pemandangan Goa Jepang yang terdapat di Dusun Promasan. Selain Gua Jepang, terdapat pula tempat menarik lainnya berupa Candi Promasan. Candi itu memiliki kamar mandi umum terbuka dan berhiaskan patung-patung sederhana. Konon, dengan mandi di tempat itu, maka wajahmu bisa awet muda.

Dari Dusun Promasan, pendakian dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di tengah-tengah perkebunan teh. Dan setelah 1 jam berjalan, kamu akan menemui tebing-tebing batu dengan ketinggian sekitar 20 meter dan dihiasi oleh padang sabana dengan pepohonan yang jarang. Ohya, kami sarankan agar kamu mendaki saat malam atau pagi-pagi sekali. Biar menghemat air minum. Sebab kalau siang, panasnya cukup menyengat, Sob.

Nah, apabila kamu sudah mencapai hutan kecil yang diapit 2 punggungan, berarti puncak Gunung Ungaran sudah dekat. Di atas hutan kamu bisa menemui tebing terjal dan jalan setapak dengan menyusuri bagian tengah tebing menuju arah kiri kemudian berbelok ke kanan dan akhirnya sampailah ke puncak Gunung Ungaran yang berketinggian 2050 mdpl. Pemandangan indah akan menjadi background yang kece untuk berfoto. Tidak percaya? Lihat aja noh foto di atas.

4. Uji Adrenalinmu dengan Ber-Arung Jeram di Tubing Genting.

Tubing Genting foto dari @atikaalodra

Tubing Genting merupakan tempat wisata Arung Jeram yang berada di sungai Kedung Wali, atau tepatnya di Dusun Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Tempat ini menawarkan wisata alam buat kamu yang suka dengan tantangan. Arus airnya yang lumayan deras, dengan medan yang cukup berliku-liku, pasti akan membuat jantungmu berdetak kencang. Tidak hanya itu Sob, yang paling menarik di wisata Tubing Genting ini sebenarnya bukanlah arung jeram tersebut, melainkan tebing batu dan tetumbuhan yang berada di sepanjang kiri dan kanan aliran sungai Kedung Wali.

Meskipun terbilang baru, namun wisata alam ini sangat menarik untuk kamu kunjungi. Karena selain tempatnya yang masih alami dengan nuansa alam yang eksotis, untuk masuk ke tempat itu pun biayanya cukup murah, yakni sebesar Rp. 10.000,00/ orang. Senilai Rp. 5000,00 untuk sewa ban, Rp. 3000,00 untuk tiket masuk, dan Rp. 2000,00 untuk parkir. Yap, karena masih sangat baru, wisata alam Tubing Genting ini masih terbilang sepi pengunjung. Selain karena letaknya di daerah pelosok, fasilitasnya pun belum cukup memadai, sehingga butuh persiapan dan bekal-bekal ekstra buat kamu yang ingin berkunjung ke sini.

5. Curug Panglebur Gongso: Tempat Paling Enjoy Buat Ngadem di Kendal.

Curug Panglebur Gongso foto dari @xiaomadefa

Curug Panglebur Gongso, atau yang sering disebut oleh warga sekitar sebagai Curug Gonso, berada di kaki Gunung Ungaran. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter, dan di bawahnya terdapat kolam kecil yang bisa kamu gunakan untuk mandi atau berenang. Lokasi curug ini terletak di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, atau sekitar 10 km ke arah utara dari objek wisata Candi Gedung Songo.

Untuk menuju lokasi ini caranya cukup mudah dan bisa kamu tempuh dengan kendaraan pribadi ataupun umum. Akses jalan menuju curug ini  bisa ditempuh melalui Boja – Limbangan, atau dari arah Sumowono turun menuju Limbangan. Hanya saja, untuk angkutan umum di daerah tersebut memang agak jarang. Yap, kalau kamu beneran mau naik angkutan umum, kami bisa memulainya dari terminal Sumowono, naiklah angkot menuju Limbangan dengan tarif Rp 3000,00/ sekali jalan. Bilang saja pada Pak Sopir untuk turun di desa Gondang. Alternatif lain yang bisa kamu pakai adalah dengan menyewa ojek atau menumpang kendaraan bak terbuka yang banyak mangkal di terminal tersebut. Hehehe.

Ohya, untuk masuk ke lokasi ini biayanya cukup murah kok, Sob. Kamu cukup membayar seharga Rp. 5000,00 saja dengan fasilitas parkir yang lumayan luas. Selain itu, jika kamu tiba-tiba laper, di sini juga tersedia warung-warung penjaja makanan. Pokoknya perlu kamu coba, deh.

6. Melihat Panorama Kendal dari Ketinggian Bukit Watu Lawang.

Bukit Watu Lawang foto dari @iqbal_musawa

Tempat wisata keenam yang menjadi tujuan kita selanjutnya adalah Bukit Watu Lawang. Ya, tempat yang belum ramai dikunjungi wisatawan ini terletak di Desa Cening, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Walau jarang diketahui wisatawan, Bukit Watu Lawang sebenarnya adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan Kota Kendal dari atas bukit.

Untuk mencapai tempat ini, kamu harus menggunakan sepatu atau sandal gunung karena jalur yang akan kamu lalui sangatlah terjal dan licin. Selain itu kamu juga harus berhati-hati, karena jalur ini dipenuhi jurang dan tebing yang cukup curam. Ohya, untuk biaya masuknya pun masih gratis karena belum ada yang mengelola. Paling-paling kamu hanya diwajibkan untuk membayar parkir kendaraan.

7. Rasakan Nuansa Tradisional Jawa di Kampoeng Djowo Sekatul.

Kampung Djowo Sekatul via hellosemarang.com

Kamu pengin liburan di Kendal dengan nuansa tradisional Jawa kuno? Maka cobalah tempat ini. Letaknya berada di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, yang tak terlalu jauh dari pusat Kota Semarang. Yap, jika kamu dari Simpang Lima Semarang, ambillah jalan ke arah barat melalui Ngaliyan – BSB – terus saja melalui jalan Semarang – Boja. Sesampainya di persimpangan utama, di situ sudah banyak papan petunjuknya. Jarak dari Simpang Lima hingga Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini sekitar 27 Km. Tidak terlalu jauh kan, Sob?

Yap, desa wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini merupakan tempat wisata agro dengan nuansa pedesaan. Berada di perbukitan Medini, di kaki Gunung Ungaran. Dengan lahan seluas sekitar 12 hektar, kamu bisa menikmati desa wisata yang menyajikan nuansa seperti tinggal di pedesaan tempo dulu.

Begitu memasuki area, kamu langsung disuguhi bangunan-bangunan tradisional Jawa kuno yang berbentuk Joglo. Istimewanya lagi, untuk masuk dan dan jalan-jalan ke desa wisata Sekatul ini tidak perlu membayar. Kamu hanya perlu membayar jika ingin menggunakan fasilitas lanjutan yang disediakan, seperti halnya bermain flying fox, berenang atau memesan makanan di resto yang ada di sekitar sini.

8. Basah-Basahan Asik di Curug Sewu, Kendal.

Curug Sewu via infojalanjalan.com

Hawa sejuk langsung menjalar begitu kamu menginjakkan kaki di kawasan Curug Sewu yang berada di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Yap, di sini kamu bisa menemukan beberapa hewan yang biasa hidup di hutan, misalnya gajah, buaya, orangutan, kancil, kijang, dan beberapa jenis burung. Kenapa bisa begitu? Karena memang, selain memiliki air terjun berair deras, di tempat ini juga disediakan kebun binatang kecil.

Curug Sewu berjarak sekitar 40 km ke selatan dari Kota Kendal. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, ada dua alternatif jalur yang bisa ditempuh, yakni jalur Weleri-Sukorejo untuk kamu yang berkendara dari Kendal sisi barat, serta Boja-Paten untuk kamu yang berkendara dari arah timur. Kondisi jalannya cukup berkelok-kelok, namun tidak terlalu melelahkan lantaran jalannya sudah beraspal mulus. Ohya, untuk masuk ke lokasi ini, kamu akan dikenai biaya sebesar Rp. 3.500,00 saja.

9. Kurang Puas Basah-Basahannya? Kunjungi Pantai Ini.

Pantai Sendang Sikucing foto dari @herlambangjati

Ternyata Kendal juga punya pantai yang bagus lho, Sob. Fasilitas yang ditawarkan juga cukup lengkap, meliputi pentas lumba-lumba dan aneka satwa, therapy lumba-lumba, berenang bersama lumba-lumba, pemandangan laut lepas, bon-bin mini, dan juga kolam renang.

Yap, nama tempat wisata ini adalah Pantai Sendang Sikucing. Berada di Desa Klampok, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Akses jalannya memang belum begitu bagus, sehingga kamu harus menyusuri jalan kampung yang berbatu dan berpasir sepanjang 1,5 km dan menembus keheningan desa. Rumah penduduk sederhana dan pemukiman khas kampung nelayan di kawasan pantai utara (pantura) akan menjadi teman perjalananmu.

Nah, untuk masuk ke lokasi ini, kamu akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp. 10.000,00. Dan kalau kamu pengin menyaksikan atraksi lumba-lumba dan aneka satwa, maka kamu harus membayar lebih, yakni Rp. 25.000,00. Sedangkan untuk berenang di wahana Water King, kamu juga dikenai biaya sebesar Rp 25.000,00. Gimana Sob? Kamu udah nabung, kan? Lalu mau nunggu apa lagi?

Gimana, Sob? Kendal keren, kan? Semua tempat wisata yang ada di sini telah menantimu, lho. Oke, segera aja persiapkan dirimu dan tetap lestarikan alam ini, ya…

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.