in

Yuk Ngadem di Kaliadem, Yogyakarta!

Ngadem – Masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah pasti sudah akrab dengan keindahan dan keganasan Gunung Merapi. Sebagai salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia, Merapi masih berpotensi untuk meletus. Sejak lama, para ahli geologi telah mengusulkan berbagai teori tentang letusan Merapi yang bisa sangat menghancurkan. Salah satu hipotesis yang terkenal berasal dari seorang ahli geologi Belanda, Willem van Bemmelen Reinout, yang berpikir bahwa Gunung Merapi meletus pada 1006. Letusan ini kemudian ditafsirkan oleh para arkeolog sebagai penyebab Mataram Kuno dan kota-kota besar ‘runtuh dan migrasi dari Jawa Tengah Jawa Timur.

Sementara Kaliadem adalah titik terjauh yang dicapai oleh lava dan aliran piroklastik (oleh masyarakat setempat disebut wedhus gembel) di letusan 2006. Untungnya, desa-desa di sekitar Kaliadem, seperti Kinahrejo (tempat Mbah Maridjan, penjaga Merapi), aman dari bencana. Ribuan kubik pasir-batu menutupi daerah Kaliadem dan mengubah Camping Ground menjadi tanah tandus yang luas. Daerah lava tertutup kemudian dibuat menjadi obyek wisata Kaliadem bernama Lava Tour. Entah wisatawan domestik maupun asing dapat mengunjungi tempat untuk melihat bahan yang keluar dari gunung pada tahun 2006 dan bunker keamanan di mana dua relawan ditemukan tewas.

Apa yang menarik dari Kaliadem?

Daerah Kaliadem adalah dataran tinggi dari Gunung Merapi. Dari sini, pengunjung dapat melihat puncak gunung dari 2 km jarak pandang.  Selain menikmati pemandangan yang indah dari puncak Merapi, wisatawan juga bisa datang pada siang hari untuk melihat bukti geologi dari letusan 2006, batu pasir biasa dibentuk oleh material vulkanik dan bekas bunker keamanan. Daerah kering, di mana hanya semak dan semak-semak dapat tumbuh, terlihat kontras dengan vegetasi hijau di bukit-bukit sekitarnya. Sebelum letusan, Kaliadem dulu adalah area camping ground dengan berbagai fasilitas seperti musholla, kenyamanan publik, warung permanen, menara pandang, dan lain sebagainya.

Wisatawan dapat melihat bagian dalam bunker yang 2 m di bawah tanah. Ini telah dibersihkan dari pasir dan dicat putih. Di depan pintu, ada prasasti batu yang menjelaskan secara singkat sejarah bunker. Memasuki bungker, wisatawan akan merasa basah dan pengap seolah-olah ada semacam aktivitas mistis terjadi. Namun, menurut pemandu disana, dianjurkan bagi pengunjung untuk tidak pergi sendirian ke bunker untuk menghindari hal-hal buruk yang disebabkan oleh aura mistis.

Selain tur siang hari, tur di malam hari juga sama menariknya. Pada malam hari, wisatawan bisa melihat lava bersinar keluar perlahan dari kawah. Hasil pembakaran bahan merah-panas terlihat begitu indah dengan latar belakang gelap guilita malam. Jika mengunjungi tempat di malam hari, pengunjung harus mengenakan pakaian hangat karena biasanya di sana akan terasa dingin.

Dimana lokasinya dan bagaimana aksesnya?

Obyek wisata Kaliadem Lava Tour terletak di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Kaliadem terletak sekitar 35 kilometer sebelah utara Kota Yogyakarta. Hingga saat ini, belum ada angkutan umum yang langsung ke Kaliadem. Hanya ada bus atau mobil yang beroperasi dari Yogyakarta ke Kaliurang. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mengunjungi Kaliadem atau obyek wisata lain di lereng Gunung Merapi, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan. Dengan cara ini, memungkinkan bagi wisatawan untuk tidak hanya bisa mengunjungi Kaliadem, tetapi juga obyek wisata di sekitarnya.

Bagaimana Akomodasi dan Fasilitasnya?

Di daerah Kaliadem, ada kios yang menjual makanan dan minuman bagi pengunjung.  Untuk menginap di daerah lereng, wisatawan dapat memesan kamar di salah satu penginapan di Kaliurang. Ada banyak hotel dan penginapan yang tidak hanya digunakan untuk waktu singkat tinggal tetapi juga untuk lokakarya, rapat, dan pertemuan keluarga. Di sini, ada banyak kios yang menjual makanan khusus Kaliurang, seperti tempe jadah dan tempe bacem  atau sate kelinci. Ada juga obyek wisata lainnya, seperti Tlogo Putri, Taman Kaliurang, dan Gardu Pandang Merapi.

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.