in ,

Perjalanan Ke Puncak Sikunir: Upaya Menjaring Golden Sunrise di Wonosobo, Jawa Tengah

Ngadem.com – Ayam masih belum berkokok ketika kami sampai di Dieng. Estimasi waktu yang dibutuhkan memang diluar dugaan. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 9 malam dan sampai pukul 12 dini hari. Itu artinya, hanya butuh waktu 3 jam untuk sampai ke Dieng. Sebelumnya, perkenalkan, kami dari Tim KKN UNY 2015 dengan nomor lokasi 1080 yang sempat menggemparkan dunia persilatan Indonesia. Ada pun orang-orang keren di dalamnya adalah, Dika, Budi, Syahrul, Izza, Ika, Puput dan Saya sendiri. Jadi jangan gumun bila foto-foto yang ada akan mengingatkanmu dengan artis-artis hits di televisi.

Setelah sampai, kami disambut udara dingin yang menggigit dan senyum sumringah ibu Puput. Kami transit untuk istirahat beberapa jam sambil menyatap merdunya mie rebus dan teh hangat. Setelah itu, pukul 3 pagi kami berangkat ke Sikunir, puncak yang konon jadi tempat ter-epic melihat sunrise di Jawa Tengah.

Dengan menggendari Avanza silver di bawah komando Ayah Puput, kami melaju menghajar gumpalan-gumpalan embun yang membeku. Suasana terbilang sepi dan hanya ada beberapa orang yang duduk-duduk di depan rumah sambil minum kopi. Perjalanan kami lalui dengan semangat pejuang 45, meski mata terasa panas dan tubuh yang seperti digigit-gigit kenangan, kami tetap menghadang menerjang, luka dan bisa kubawa berlari… berlari… hingga hilang pedih perih.

Jam 4 kami pun sampai di Sikunir!

Di mana tepatnya posisi Puncak Sikunir?

Puncak Sikunir masuk dalam deretan tempat wisata di Dieng, Wonosobo. Di mana, lekat persisnya adalah di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di ketinggian 2.263 mdpl, membuat Puncak Sikunir jadi tujuan utama para pemburu sunrise. Cahaya matahari pagi di Puncak Sikunir bisa kamu nikmati saat jarum jam menunjuk angka 03.30 WIB. Dari pengalaman kami, bagi kamu yang ingin mendaki, setidaknya harus sudah memulai perjalanan pada pukul 03.00 sampai 04.00 WIB.

Apa yang istimewa di Puncak Sikunir?

Di Puncak Sikunir kamu bisa melihat bukit-bukit kecil yang diselimuti hamparan kabut putih. Ada banyak orang-orang yang juga tengah bersiap mengambil foto-foto terbaik. Di tempat ini udaranya sungguh dingin, bahkan saat dalam perjalanan, tubuh kami serasa berada dalam frezzer! Kami lupa berapa derajat celcius suhunya, yang jelas tubuh kami benar-benar membeku. Selain itu, kami juga harus mengandalkan ponsel sebagai penerang jalan, sebab hanya di beberapa titik saja ada penerang, itu pun hanya di warung-warung dekat Puncak Sikunir. Namun, tenang saja, hal tersebut yang malah akan membuatmu merasa perjuangan tak pernah sia-sia. Saat sampai di Puncak, kamu akan disuguhkan pemandangan yang sungguh romantis. Ada gazebo, warung-warung kecil dan lautan awan yang kian epic ketika berpadu dengan emasnya sinar matahari pagi. Jadi, sungguh –meminjam status teman: kerja keras tak akan pernah menghianati.

Berapa harga tiket masuknya?

Sebelum memasuki kawasan Puncak Sikunir, kamu akan menjumpai sebuah bangunan kecil di ujung desa. Tempat ini difungsikan sebagai tempat pendataan bagi yang ingin mendaki. Kamu wajib melaporkan jumlah personil yang akan mendaki dan membayar tiket atau biaya masuk sebesar Rp 5.000 per-orang.

Bagimana akses jalannya?

Akses jalannya terbilang mudah. Hanya saja, kurangnya penerang jalan di beberapa titik bisa membuat pengunjung salah arah, sebab waktu terbaik untuk mendaki adalah ketika langit masih gelap. Untungnya, kami bersama rombongan lain yang juga akan ke Puncak Sikunir. Untuk mencapai puncaknya, kami butuh waktu 1 jam-an. Itupun dengan beberapa kali istirahat. Jadi perkiraan kami, jika tanpa istirahat, kami bisa sampai di puncak kurang dari satu jam. Selain kurangnya penerang jalan, debu yang ada di sepanjang jalur daki, sedikit mengganggu. Mungkin karena masih musim kemarau, medan yang ada terlihat kotor dan berdebu.

Apa saja fasilitas yang ada di Puncak Sikunir?

Seperti puncak kebanyakan, fasilitas yang bisa kamu gunakan di Puncak Sikunir adalah: mushola, toilet, gazebo, dan warung-warung kecil yang menjajakan makanan/minuman ringan dengan harga yang terbilang murah (mengingat lokasinya berada di puncak). Selain itu, ada juga beberapa penduduk lokal yang menyewakan sarung bagi pengunjung agar tak mengigigl kedinginan. Harga sewanya Rp. 5.000 per sarung.

Tips dari Ngadem.com untuk mendaki Puncak Sikunir

Hal pertama yang harus kamu siapkan sebelum mendaki Puncak Sikunir adalah: fisik yang kuat dan tegar, jaket tebal untuk menahan dinginnya udara, masker wajah yang berfungsi sebagai pelindung dingin dan debu di sepanjang jalur mendaki, air mineral secukupnya, dan yang terakhir adalah keyakinan dan kesuguhan hati yang kuat. Hehe…

Nah, itulah cerita perjalanan kami ke Puncak Sikunir. Semoga celoteh dan informasi di atas bisa berguna untuk kamu yang ingin ke Puncak Sikunir. Saran terakhir dari kami, tetaplah sehat, tetaplah jaga kebersihan dan jangan buang kenangan sembarang!!!

Sudah pernah mengunjungi Puncak Sikunir? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar.

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.