in ,

Bali Gak Melulu Tentang Pantai Kuta! Coba Deh ke 7 Desa Unik di Bali Berikut

Ngadem.com – Saat kamu berlibur ke Bali, foto-foto di Instagrammu gak akan jauh-jauh dari hamparan pasir di Pantai Kuta, atau debur ombak di Tanah Lot. Yakin dech! Iyakan? Emang Bali cuma punya Pantai Kuta atau Tanah Lot yak? Kamu aja yang gak paham.

Sudah saatnya kamu melakukan hal lain di Bali. Buat kamu yang suka dengan hal-hal unik, berarti kamu wajib banget mampir ke 7 Desa Unik di Bali yang akan Ngadem.com rangkum buat kamu di bawah ini.

Yuk mari…

1. Mengintip Pesona Desa Terbersih Ketiga di Dunia: Desa Penglipuran

Desa Penglipuran via @erlypuspitasari

Desa Adat Penglipuran, terletak  di Desa Kubu, Kabupaten Bangli. Desa asri ini berada di ketinggian 600-700 meter dpl. Hal ini membuat desa tersebut dikaruniai udara khas pegunungan yang sejuk. Sejauh ini belum ada tranportasi umum untuk menuju lokasi Desa Penglipuran, jadi kalau kamu tertarik untuk merasakan pesona Desa ini, kamu sebaiknya membawa kendaraan atau menyewa kendaraan.

Kamu perlu tahu, meski desa ini sudah sejak lama dikembangkan menjadi desa wisata tapi masih ada larangan untuk membawa kendaraan di area sekitar desa. Tapi tenang aja, oleh pengelola sudah disiapkan lahan parkir yang berada tidak jauh dari desa. Cukup membayar Rp. 5000 aja kendaraanmu dijamin aman. Untuk masuk ke kawasan Desa Penglipuran, kamu harus membayar Rp 7.500 / orang untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000 untuk wisatawan asing. Murah ya? Padahal desa ini adalah role model desa wisata di Indonesia loh.

Tidak hanya nuansanya yang asri, bangunan rumah warga di desa ini sangat unik. Rumah warga desa Penglipuran nyaris mirip, baik dari bentuk atap, pintu gerbang, hingga dinding rumah yang menggunakan bambu. Bahkan desain interiornya juga sama loh guys.

Desa Penglipuran memiliki lahan seluas 112 hektar dan kerennya tidak semua lahan digunakan untuk membangun rumah penduduk. Kok bisa ya? Soalnya mereka harus berbagi lahan dengan hutan bambu. Wow, bakalan tambah sejuk neh? Bisa dirasakan betapa warga desa ini sangat menghormati alam. Gak hanya itu, di desa ini juga ada larangan poligami, dan hukuman keras bagi pencuri. Heeem, hati-hati yak! Gimana, kamu tertarik? Kalau kamu belum yakin, kamu perlu tahu kalau Desa Penglipuran ini baru aja dinobatkan sebagai salah satu dari 3 desa terbersih di dunia. Udah yakin untuk berkunjung kesinikan?

2. Desa Wisata Ambengan: Surganya Main Air

Desa Ambengan via wisatadesaambengan.wordpress.com

Ini dia Desa Wisata Ambengan! Desa super sejuk yang sering digunakan untuk aktifitas camping, tracking, dan tentunya refreshing. Alamnya yang hijau dengan udara yang super bersih berhasil membuat wisatawan mancarnegara enggan pulang. Ayo, masa kamu yang asli Indonesia gak mau ke sini sih? Banyak pesona wisata yang tersembunyi di desa ini diantaranya surga air terjun dan kolam alami, dan pesawahan dengan sistem teraseringnya yang memanjakan mata. Desa Ambengan berada di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Ayolah mampir, toh cuma  5 km dari Kota Singaraja.

3. Mampir Melihat Kesenian Patung dan Ukiran di Desa Batubulan

Desa Batu Bulan via www.ragamtempatwisata.com

Desa Batubulan adalah desa wisata populer yang berada di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dari Kota Denpasar hanya berjarak sekitar 10 km. Desa ini terkenal dengan kesenian patung dan ukiran yang udah  kondang hingga kenegeri entah berantah (alay banget ya).

Desa Batubulan bisa dikatakan sebagai surganya karya seni ataupun kerajinan. Wajar dong, habisnya di sepanjang jalan desa banyak galeri dan toko kesenian (art shop) yang menjual karya seni maupun kerajinan. Buat yang gemar belanja, inilah surgamu!

Desa dengan luas sekitar 6.422 km persegi ini juga terkenal dengan pesona seni pertunjukan khas Bali yang siap memanjakanmu. Jika kamu tertarik untuk menikmati pertunjukan khas Bali, kamu langsung menuju Banjar Dejalan dan Banjar Tagehe. Disini, pertunjukan seni seperti Tari Barong, Tari Kecak, dan Tari Legong diadakan setiap hari dari jam 9.30-19.00. Untuk menikmati pesona desa ini, kamu tidak akan dipungut biaya tapi kalau kamu ingin menyaksikan pertunjukan khas Bali yang digelar di Banjar Dejalan ataupun Banjar Tagehe, maka akan ada tiket masuknya. Tapi pasti murah kok!

4. Belanja Pernak-Pernik di Desa Mas Ubud

Desa Mas Ubud via www.wisatabali.info

Udah gak jaman liburan ke Bali cuma ndusel-ndusel di Pantai Kuta, kamu bisa mencoba pengalaman lain seperti berkunjung ke Desa Mas Ubud. Desa Mas Ubud hanya berjarak 20 km dari Denpasar loh. Desa ini menawarkan pesona kreatifitas seni yang berbaur dengan aturan adat serta agama. Desa ini terkenal akan kerajinan berbahan dasar kayu, batu, pasir, tanah, kaca, aluminium sampai tembaga dan kulit.

Hasil kerajinan yang indah dijual di toko-toko sederhana sepanjang jalan desa. Hal ini wajar, karena rata-rata penduduk desa ini bergerak di industri kerajinan. Meski sepanjang jalan dipenuhi toko-toko, juga ada jejeran pohon beringin sebagai wujud kecintaan warga terhadap alam.

Di desa ini juga terdapat patung bayi yang sudah berusia 20 tahun yang menyimpan misteri. Kamu juga bisa mampir sebentar di Vihara Amurya Bhumi, vihara yang dibangun di bawah jembatan dan dikelilingi sungai Saka. Jadi penasarankan?

5. Desa Seniman, Ya Desa Ubud

Desa Ubud via aripuja31.blogspot.com

Desa Ubud ini adalah tempat wisata favorit wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal yang cinta mati sama karya seni. Desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini sering dianggap sebagai pusat budaya seni di Bali khususnya seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari, dan seni musik tradisional Bali.

Tidak hanya itu, desa yang hanya berjarak sekitar 40 km dari Denpasar ini bahkan disebut sebagai desa bertaraf internasional. Aduh itu maksudnya gimana ya? Daripada bingung kamu mending cek langsung aja yak. Desa yang diapit persawahan, kawasan hutan, dan jurang-jurang ini cocok banget untuk menenangkan diri. Gimana, kamu ingin mencoba?

6. Mampir Ke Desa Tenganan yang Unik

Desa Tenganan via www.pulauwisatabali.com

Desa ini kece banget guys. Why, karena ini adalah salah satu dari tiga desa di Bali yang masi sangat tradisional. Terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, desa ini merupakan salah satu dari tiga desa Bali Aga. Nah, apakah yang dimaksud dengan Bali Aga itu? Bali Aga adalah desa yang masih menjalankan pola hidup menurut aturan tradisonal adat yang sudah berumur ratusan tahun.

Untuk mencapai lokasi desa yang kurang lebih berjarak 60 km dari pusat kota Denpasar ini, kamu sebaiknya membawa kendaraan pribadi. Soalnya belum ada transportasi umum untuk mencapai Desa Tenganan.

Warga Desa Tenganan rata-rata bekerja sebagai petani tapi ada juga kok warga yang membuat kerajinan anyaman bambu, ukiran, dan lukisan di atas daun lontar, dan menenun kain cantik gringsing.

Uniknya diantara hiruk pikuk pulau Bali sebagai destinasi utama sejuta umat, masih ada masyarakat yang hidup dengan sistem barter, siapa lagi kalau bukan masyarakat Desa Tenganan ini. Tidak ada biaya untuk masuk ke desa ini, tapi kamu sebaiknya memberikan sumbangan seikhlasnya ke petugas yang ada di pintu masuk.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke desa ini saat bulan Juni karena ada upacara adat pesta perang pandan. Tertarikkan?

7. Ini Agak Serem Tapi Tetap Kece

Desa Trunyan via google image

Siapa yang tidak pernah mendengar upacara Ngaben? Ketika kita mendengar kata itu entah kenapa otak kita akan langsung terngiang-ngiang pada Pulau Bali. Seolah-olah, upacara Ngaben adalah upacara bagi semua orang Bali. Tapi ternyata tidak semua orang Bali melakukan upacara Ngaben loh.

Itu adanya di Desa Trunyan. Desa yang disebut-sebut sebagai desa tertua di Bali ini justru tidak menguburkan mayat. Mereka hanya meletakan mayat begitu saja di sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan ‘seme wayah’. Bayangkan bagaimana suasana desa yang seperti itu? Kamu pasti berpikir desa ini baunya minta ampunkan? Kamu salah besar! Tidak ada bau menyengat di desa ini. Lah, kok bisa yak?

Desa yang bersembunyi di sebelah barat Danau Batur, dan dekat dengan Gunung Batur ini memang unik. Mayat ditaruh disekitar kampung tapi gak ada bau sama sekali. Ternyata pohon besar “Taru Menyan“ yang ada di desa itulah yang berjasa membuat desa ini justru beraroma segar padahal ada mayat yang ditaruh begitu saja. Kok seru ya?

7 desa unik dengan pesonanya masing-masing sudah Ngadem.com rangkum buat kamu. Saatnya untuk mencobanya guys. Jangan lupa menjaga kebersihan dan menghormati adat-istiadat warga setempat ya.

Written by Dj Wonga

Kontributor Ngadem.com - Bukan siapa-siapa tapi dari keluarga baik-baik.