in

Taman Ismail Marzuki (TIM): Wisata Seni dan Budaya di Jakarta

Sumber foto: www.kaskus.co.id

Ngadem.com – Sedang ada di Jakarta dan ingin liburan diisi dengan pengetahuan tentang seni dan budaya? Ya, sepertinya Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi salah satu alternatif bagi kamu yang memang jenuh dengan gedung-gedung tinggi Ibu Kota. Hingga kini, Taman Ismail Marzuki masih menjadi pusat seni dan budaya di tengah gegap gempita pembangunan kota Jakarta. Awalnya, wilayah yang dikenal dengan nama Taman Raden Saleh ini merupakan taman hiburan yang menawarkan berbagai fasilitas mulai dari kebun binatang, bioskop, lapangan tenis, restoran, sampai lintasan balap anjing. Namun, pada tahun 1968 daerah tersebut diubah menjadi pusat budaya dan seni kabupaten di Jakarta dengan nama seorang seniman bernama Ismail Marzuki.

Jejak Rekam Taman Ismail Marzuki (TIM)

TIM adalah forum bagi seniman kontemporer untuk bebas mengekspresikan diri, mengarahkan dan mengembangkan seni. Jadi jangan heran jika daerah ini selalu ramai oleh kehadiran para seniman dan penulis untuk menyalurkan bakat mereka. TIM telah berhasil menelurkan artis terkenal seperti penyair Farida Oetojo, Teguh Karya, Sardono W. Kusumo dan deretan nama seniman lainnya. Dengan luas tanah sembilan hektar, TIM diubah menjadi pusat budaya dan seni di Kota Jakarta pada masa kepemimpinan Ali Sadikin yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di sekitar bangunan yang terletak di jalan Cikini Raya, kamu bisa melihat harmonisnya kampus Institut Kesenian Jakarta, Planetarium, Ruang teater, ruang pameran dan galeri seni yang berdampingan dengan mesranya.

Sebagai tempat wisata, TIM selalu menjadi tujuan wisata favorit bagi warga Jakarta.

Indahnya tatanan dan peristiwa langit alam semesta bisa kamu lihat di Planetarium

Sumber foto: www.kaskus.co.id
Sumber foto: www.kaskus.co.id

Bagi kamu yang memiliki minat dalam dunia astronomi, salah satu daerah di TIM bernama Planetarium bisa menjadi hiburan yang menarik. Planetarium dibangun atas perintah Presiden Soekarno pada tahun 1964, kemudian secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 1969. Kamu bisa melihat dengan jelas penampakan bintang di siang hari. Setelah membeli tiket, kamu akan dipersilahkan untuk memasuki ruang acara, lampu akan mati ketika pertunjukan dimulai. Yang menarik, ketika kamu duduk, kursi  akan bergerak secara otomatis seolah-olah kamu sedang duduk di atas kuda. View dari dinding ruangan juga akan berubah menjadi layar hitam yang dihiasi oleh benda-benda langit seperti gugusan tata surya, asteroid atau komet yang merupakan hasil dari proyektor visualisasi. Sementara itu, kamu juga akan mendengarkan banyak informasi tentang hal tersebut melalui audio.

Pengunjung yang berada di ruang display akan merasa bak astronot menjelajahi alam semesta selama 45 menit.

Planetarium juga memamerkan koleksi antariksanya seperti pakaian astronot, sampel meteorit, dan sebagainya. Ada juga sebuah teleskop yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk mengamati peristiwa perubahan langit seperti pelangi, gerhana bulan, gerhana matahari, komet atau perwujudan venus. Untuk menikmati sensasi tersebut, kamu hanya perlu membayar Rp. 7.000 untuk orang dewasa dan Rp. 3.500 untuk anak-anak. Untuk waktunya hanya dari hari Selasa hingga Jumat. Sementara hari Sabtu, Minggu libur, buka pukul 10.00, 11:30, 13:00, dan 14:30 WIB.

Segarkan dirimu dengan menonton teater dan melihat lukisan di Gedung Graha Bhakti Budaya

Sumber foto: www.mediaindonesia.com

Setelah puas dari Planetarium, kamu bisa menonton pertunjukan musik atau teater di gedung Graha Bhakti Budaya dengan kapasitas 800 kursi. Tidak hanya pertunjukan musik yang ditampilkan, tetapi juga berbagai pertunjukan teater, film, atau tari-tarian. Gedung ini dirawat cukup baik sehingga pengunjung akan selalu merasa nyaman di tempat ini. Selain itu, kamu juga bisa melihat 80 baris lukisan yang dipamerkan di Galeri II dan III (berada dalam area TIM). Tidak hanya bentuk seni lukis saja, tetapi juga menampilkan berbagai jenis patung, sebanyak 20 buah. Ruang pameran juga cukup baik dengan pencahayaan yang khusus, sound system dan panel AC. Kamu juga bisa belajar banyak tentang lukisan dan patung melalui diskusi dan forum tanya jawab yang diadakan di sana.

Suka buku Sastra? Yuk cek Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin!

Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin
Sumber foto: m.liputan6.com

Bagi pecinta sastra, jangan lewatkan untuk mengunjungi bangunan dokumentasi arsip Sastra sentral yang berasal dari seluruh Nusantara. Nama lain dari bangunan ini adalah Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (PDS HB Jassin) sesuai dengan nama pendirinya, HB Jassin. Gedung ini memiliki koleksi paling komprehensif dari literatur di Indonesia yang terdiri dari 16 816 judul fiksi, 11.990 judul nonfiksi, 772 judul drama, dan 457 judul referensi. Tempat yang sering dikunjungi oleh para peneliti sastra awalnya adalah milik pribadi (HB Jassin).

Nah, kalau kami sorang yang gila banget sama buku-buku tua, Toko Buku Bengkel Deklamasi bisa memuaskan kegilaanmu!

Toko Buku Bengkel Deklamasi
Sumber foto: plus.google.com

Di sudut Taman Ismail Marzuki, terdapat toko buku yang memiliki beragam koleksi buku-buku lama dan langka, mulai dari buku-buku sejarah, sastra dan budaya. Toko buku ini bernama Toko Buku Bengkel Deklamasi. Sebagian besar buku yang dijual di toko ini adalah buku-buku lama yang telah diproduksi sejak tahun 1973. Menariknya lagi, toko buku ini memiliki koleksi buku yang tidak dijual di pasar dan harga yang ditetapkan cukup murah. Sang pendiri, Jose Rizal Manua, terinspirasi oleh banyaknya penjual buku bekas saat mengunjungi Amerika Serikat. Kemudian ia ingin mencobanya di Indonesia dan niat tersebut langsung disambut oleh Gubernur Suryadi Sudira yang kemudian memimpin ibukota Jakarta.

Nah, itulah tadi tempat asik yang bisa kamu kunjungi di Taman Ismail Marzuki. Ada yang sudah pernah ke tempat ini? Yuk share penglaman kamu di kolom komentar!

Sumber bantuan: tamanismailmarzuki.co.id

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.