in

5 Tempat Wisata di Jogja Yang Keren Untuk Selfie

Ngadem.com – Jogja tidak bisa disalahkan ketika kamu justru ingin selalu berada di Kota Budaya dan Wisata ini. Jogja jadi semacam mantra yang mampu menyihir siapa pun ketika mengunjunginya. Semakin banyak hotel bermunculan di Jogja, hal tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan kian tahun kian meningkat. Dengan kata lain, Jogja merupakan tujuan wisata yang tidak pernah membosankan untuk dikunjungi.

Tempat Wisata Jogja Yang Wajib Dikunjungi

Ada banyak tempat-tempat menarik di Yogyakarta yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai contoh, dua lokasi tersembunyi yang hanya diketahui fotografer adalah menikmati Borobudur dari sisi yang berbeda, yaitu: Punthuk Setumbu dan Bukit Suroloyo. Nah, jika kamu sedang di Jogja dan butuh panduan wisata, berikut adalah 6 tempat eksotis yang membangkitkan rasa keingingtahuanmu tentang Yogyakarta:

1. Punthuk Setumbu, Karangrejo

View Punthuk Setumbu
Sumber: panasbanget.net

Meski kamu telah mengunjungi Candi Borobudur, tidak ada salahnya untuk menikmatinya lagi, tapi kali ini cobalah melihat megahnya Candi Borobudur dari sudut pandang yang berbeda; dari Gunung Punthuk Setumbu. Kamu akan melihat sesuatu yang berbeda jika melihat Candi ini dari Bukit Punthuk Setumbu, terutama saat matahari terbit. Punthuk Setumbu berada di kota Karangrejo atau sekitar 15 menit (4 km) kea rah barat dari Borobudur. Untuk mencapai bukit Punthuk Setumbu, kamu harus berjalan sekitar 30 menit. Fasilitas yang tersedia cafe, toilet dan gazebo. Tiket masuk ke Puthuk Setumbu adalah Rp 15.000 per orang.

2. Kebun Buah Mangunan, Bantul

View Kebun Buah Mangunan
Sumber: www.yukpiknik.com

Meskipun namanya memakai kata “kebun”, namun hal tersebut bukan menjadi daya tarik utama dari Kebun Buah Mangunan. Panorama bukit yang hijau, sungai Oya yang berkelok-kelok dan hamparan laut yang hijau adalah daya tarik dari Kebun Buah Mangunan. Menikmati matahari terbenam dari tempat ini bisa menjadi suatu kegiatan yang menarik. Untuk sampai ke Mangunan, kamu bisa pergi ke arah tenggara selama 50 menit (35 km) dari pusat kota Yogyakarta. Jalan ke Taman Mangunan cenderung naik dan bisa di lalui oleh kendaraan roda empat.

Tidak begitu jauh dari Kebun Buah Mangunan, kamu bisa melihat Kawasan Hutan Pinus Dlingo. Menikmati suasana sejuk dari hutan pinus yang tenang adalah hal yang menyenangkan. Kamu bisa melakukan perjalanan melalui jalan darat menggunakan mobil atau sepeda motor untuk sampai ke Kawasan Hutan Pinus yang ada di Jojga ini. Harga tiket masuk ke Kebun Buah Mangunan adalah Rp 5.000 per orang dan untuk menikmati sejuknya Kawasan Hutan Pinus Dlingo kamu hanya cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000

3. Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul

View Gumuk Pasir
Sumber: laenelson.wordpress.com

Bila kamu pernah merasakan berselancar di bukit pasir Parangkusumo, tentu saja tak akan ada kata membosankan untuk mengunjungi Kota Jogja. Kata ‘gumuk’ diambil dari bahasa Jawa, yang berarti gundukan atau tumpukan. Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki karakteristik serupa padang pasir di Meksiko. Bukit pasir ini terletak di hilir Sungai Opak, Parangtritis atau 40 menit (30 km) berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Jalan untuk menuju Gumuk Pasar Parangkusumo sama dengan arah Pantai Parangtritis jika dari pusat Yogyakarta. Harga tiket masuk ke wilayah Gumuk Pasir Parangkusumo adalah Rp. 3.000 per orang. Tarif peralatan surfing pasir bisa kamu sewa dengan biaya Rp 200.000 per orang (minimal 6 orang) selama dua jam.

4. Pantai Gua Cemara, Bantul

View Pantai Gua Cemara
Sumber: gusti7070.wordpress.com

Meski ada kata “Gua”, percayalah tak ada gua sama sekali di tempat wisata Pantai Gua Cemara ini. Nama itu diberikan karena masuk dalam area pantai, Kamu harus melalui pohon-pohon cemara yang membentuk gua untuk bisa sampai ke bibir pantai. Perjalanan ke Pantai Gua Cemara memakan waktu sekitar 15 menit dari Gumuk Pasir Parangkusumo atau 40 menit (30 km) jika dari pusat kota Yogyakarta. Tidak banyak wisatawan yang datang ke tempat ini, sehingga fasilitas yang tersedia masih terbilang kurang. Hanya ada beberapa warung makan di sekitar pantai.

5. Gunung Api Ngelanggeran, Gunungkidul

Embung Ngelanggren

Gunung Nglanggeran terletak 22 kilometer sebelah utara dari Wonosari. Gunung ini terbuat dari bahan vulkanik kuno dan diperkirakan aktif sejak sekitar 70 juta tahun yang lalu. Masyarakat setempat menyebutnya Gunung Wayang karena ada gumpalan batu besar yang menyerupai karakter wayang. Dalam waktu dua jam mendaki dari Wonosari, kamu bisa mencapai puncak tertinggi gunung Ngalanggeran. Nama Nglanggeran sendiri berasal dari bahasa Jawa Plangaran yang membawa pesan bahwa setiap perilaku buruk akan ditemukan.

Menurut keyakinan lokal, Gunung Nglanggeran dijaga oleh Ki Ongkowijoyo dan punakawan (karakter dalam tokoh wayang yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong). Dengan demikian, masyarakat setempat menguduskan gunung ini. Pada malam tahun baru Jawa atau setiap hari Jumat Kliwon, beberapa orang akan bermeditasi di atas gunung karena banyak orang berpendapat bahwa bisa melihat Ken Dedes.

Gunung Nglanggeran menawarkan sensasi yang berbeda ketika mendaki di malam hari. Ada beberapa hiking track alternatif dengan kesulitan yang berbeda. Pejalan kaki pemula harus hati-hati memilih tangga karena ada beberapa tangga yang curam.

Di temat ini juga kamu bisa menikmati matahari terbenam. Bagian tersulit dan paling menantang adalah ketika tiba di daerah batuan gunung yang lebih dari 100 meter. Ada pula sebuah gua di sini, serin disebut Gua Jepang karena konon gua ini pernah menjadi persembunyian tentara Jepang saat dikejar oleh pasukan Amerika dalam Perang Dunia II. Gunung Nglanggeran tampaknya menjadi persembunyian yang sempurna karena memiliki 28 mata air dan topografi berbatu. Tepat di samping Goa Jepang terdapat sebuah curuk. Orang percaya bahwa air tersebut berasal dari rembesan kolam mistis yang disebut Telaga Wungu. Banyak orang mengatakan bahwa untuk melihat telaga ini adalah mereka yang memiliki hati murni dan bersih. Puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran adalah Gunung Gede. Dari sini, kamu bisa menikmati bintang-bintang, lampu-lampu kota, dan matahari terbit.

Keramahan penduduk lokal adalah salah satu ciri khas dari Gunung Nglanggeran. Sebelum mulai hiking, kamu bisa memesan makanan yang tersaji di sekitaran area. Harga makanannya sangat murah. Nasi rames hanya dihargai Rp 5.000 per porsi. Tidak seperti di pegunungan lainnya, kamu tidak perlu membawa tenda sendiri saat hiking di Gunung Nglanggeran. Ada banyak celah yang mungkin bisa untuk tempat beristirahat. Celah-celah batu tersebut bahkan dapat melindungi kamu dari angin kencang dan hujan deras.

Selain bisa menikmati bintang-bintang, lampu-lampu kota yang berkilauan dari Yogyakarta, Klaten dan Surakarta adalah pemandangan indah yang lain. Dari jurang yang mengelilingi Gunung Gede ada pemandangan indah yang sempurna untuk dijadikan objek fotografi.

Gunung Nglanggeran terletak di Ds Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada ketinggian 200-700 meter di atas permukaan laut dengan suhu mencapai 23o C – 27o C. Gunung Nglanggeran berjarak sekitar 20 km dari Wonosari dan 25 km dari Kota Yogyakarta. Ada dua rute ke Gunung Nglanggeran. Rute pertama dimulai dari Wonosari melalui Bunderan Sambipitu (Sambipitu Circle), Bobung Desa dan akhirnya sampai di Ds Nglanggeran Desa (Pendopo Joglo Kalisong / Gunung Nglanggeran).

Nah, itulah 5 Tempat wisata di Jogja yang keren untuk kamu penyuka Selfie. Ada yang sudah pernah berkunjung ke tempat-tempat eksotis di atas?

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.