Latest stories

  • Untukmu Siapapun Suamimu, Maaf Aku Tak Bisa Jadi Lelaki Yang Berada Satu Shaf di Depanmu

    Kau selalu hadir sebagai masa lalu. Selalu begitu. Meski beberapa hari ini mulut lebih sering mengunci daripada telinga, percayalah perjalanan tak akan membuahkan hasil dari kata lelah. Malam ini, kulihat langit menyeret mendung. Dengan peluh yang terus menebalkan pikiran untuk melakukan tindakan-tindakan aneh, aku melamun. Angin yang tak selesai meniupkan kata-kata rindu di dadaku, membuat […] More

  • Peluncuran dan Bincang Buku Perahu Napas: Seunting Puisi Dalam Napas Rabu Pagisyahbana

    PERAHU NAPAS Peluncuran dan Bincang Buku Seunting Puisi dalam napas Rabu Pagisyahbana Ngadem.com – Senin 08 Juni 2015, sore hari di sebuah warung kopi di Jl. Wachid Hasyim, Nologaten. Bakal ada peluncuran dan bincang buku Perahu Napas. Sebuah kumpulan puisi karya Rabu Pagisyahbana. Seorang penyair kelahiran Purwokerto yang menghabiskan masa kanaknya di kota Cirebon, dan […] More

  • Aih, Semoga Tuhan Tak Cemburu

    Ngadem.com – Aku datang dengan gaun putih terbaikku, membawakanmu sekeranjang apel manis kesukaanmu. Cahaya bulan yang memancar membuat aku dengan gaun putihku tampak begitu elegan. Sementara silir angin malam menampar manja rambutku yang tergerai. Aku dengan lirih langkah yang harmonis, siap menjumpaimu yang tengah menungguku di sebuah gedung tua nan megah. Tak sabar ingin memelukmu […] More

  • Untuk Barbara, dan Mereka Yang Tak Percaya Kenangan Bisa Menyembuhkan

    Barbara yang baik. Kutulis catatan ini dalam ruang yang pengap. Dalam malam yang begitu sunyi dan dingin. Diantara lampu neon yang tertidur dan bermimpi. Diantara suara-suara mahasiswa yang sedang merayakan entah apa di luar. Aku menulis catatan ini untukmu, Barbara. Untuk perasaan-perasaan yang hancur dan selalu terbelakang. Untuk rasa sakit yang begitu jauh dan mungkin […] More

  • Hai, Kapan Kembali?

    “Bersama ini, kutenggelamkan keangkuhan-keangkuhan yang (pernah) berada disini. Semoga, ia lekas kembali. Seperti dulu, ketika malam selalu berseri-seri saat gerimis menghampiri.” Jam di dalam ponselku menunjukan angka 01:10. Lalu, kuletakan kembali ponsel di atas lantai yang sudah cukup tua. Aku duduk di depan sebuah cermin yang menempel pada tembok bercat hijau muda, sementara televisi di […] More

  • Tentang Kebencian Itu, Maukah Kau Sedikit Mengikhlaskannya?

    Kutulis ini saat malam sedang gerimis; untuk kamu yang masih membenciku dan enggan memaafkanku. Hai, apa kabar? Masihkah kamu mengutukiku kala hening malam mendatangimu? Masihkah kamu membusuk-busukiku saat kamu tengah asik berkumpul bersama beberapa teman kerjamu? Aku minta maaf jika aku telah melukaimu, sampai-sampai aku terus kau cerca habis-habisan. Aku minta maaf meski aku tau […] More

  • Parafrase Tempat Aku Pulang-nya Fiersa Besari: Upaya Semesta Menjatuh-cintakanku Padamu

    Apa kabarmu tambatan hati? Masihkah aku hiasi mimpimu? Kuharap kau melihat sang senja Ada rindu kutitip disana. Hai, aku masih disini, tersenyum sambil sesekali melihat beberapa foto kita yang hanya ada tiga biji saja di ponselku. Ya, kita memang jarang mengabadikan moment-moment tertentu melalui foto. Bukan karena tak mau, mungkin karena kita begitu menikmati suasana […] More