in ,

Monjali: Dari Wisata Edukasi Sampai Taman Penuh Warna-warni

Ngadem.com – Liburan adalah salah satu media untuk menyegarkan badan, hati, juga pikiran. Liburan merupakan waktu dimana kita bisa bersantai-santai ria tanpa perlu dipusingkan oleh segudang pekerjaan. Tak heran jika liburan menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Selain itu, liburan juga dapat menjadi terapi ampuh untuk merenggangkan otot dan otak yang kaku karena dipaksa bekerja lebih keras.

Nah, agar liburan kamu tidak membosankan, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan bukan? Misalnya dengan berwista atau jalan-jalan ke tempat-tempat yang menggembirakan.

Kami pun –sama seperti kebanyakan orang,  meski sejumlah kerjaan menggantung di pundak, kami mencoba untuk menggambil 1 dari 7 hari yang ada untuk dijadikan waktu liburan, atau jika tak berlebihan sebagai hari kebebasan dimana waktu terasa begitu menyenangkan. Dan, minggu ini, kami memilih Monjali sebagai destinasi wisata selanjutnya.

Museum Jogja Kembali

Apa saja yang ada di Monajali?

Monjali (Monumen Jogja Kembali) disebut-sebut sebagai wisata keluarga yang memiliki nilai-nilai edukasi sekaligus wisata yang menyenangkan. Terletak di titik koordinat S7°46’47.1″ E110°22’32.1″ atau lebih tepatnya di Ring Road Utara, Sleman, Yogyakarta.  Selain terdapat sebuah taman bernama Taman Pelangi (sebagian orang menyebutnya Taman Lampion), di obyek wisata Monjali ini juga terdapat museum sejarah dan budaya. Nah, agar lebih mudah, kami akan mencoba menguraikan satu persatu area wisata yang ada di Monjali mulai dari taman lampionnya sampai Museum sejarahnya.

Museum Monjali

Museum Monjali ini memiliki nuansa sejarah dan menggambarkan perjuangan antara tentara serta rakyat Yogyakarta dalam melawan serangan Belanda. Monumen yang menyerupai tumpeng ini terdiri dari tiga lantai dan mempunyai tinggi sekitar 31,8 meter. Terdapat dua pintu masuk; Pertama, pintu timur dan pintu barat menuju  ke lantai satu. Di lantai satu tersebut tersimpan kurang lebih 1.000 koleksi yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di tahun 1945- 1949 saat masih dalam masa penjajahan dulu. Kedua, pintu utara dan pintu selatan menuju ke lantai dua. Di lantai dua tersebut berisi diorama dan relief-relief.  Sementara di lantai tiga yang menjadi lantai teratas, difungsikan sebagai ruang hening untuk bermeditasi atau mengenang jasa para pahlawan.

Monumen Jogja Kembali (Monjali) seolah menjadi media untuk kita agar lebih dekat mengenal Yogyakarta.

Kami pun cukup dibuat terpukau saat memasuki halaman museum, dimana terdapat sebuah dinding besar yang memuat sebuah puisi Chairil Anwar berjudul “Karawang-Bekasi” dan 422 nama pahlawan yang telah gugur di daerah Wehrkreise III tanggal 19 Desember 1948 sampai 29 Juni 1949. Tentu saja, ini adalah hal serius yang bukan sekedar cuma jadi pajangan atau penghias tempat wisata saja.

Di Museum Monjali, selain bisa merenungi diri (bersyukur) kamu juga bisa menapaktilasi kembali keadaan Yogyakarta tempo dulu. Dari mulai awal pembangunannya hingga menjadi kota yang kini terkenal dengan rasa multikulturalnya yang tinggi. Museum Monjali benar-benar wisata keluarga yang memiliki nilai edukasi tinggi. Berkunjung ke tempat ini sungguh membahagiakan.

Taman Pelangi atau Taman Lampion

taman pelangi

Taman Pelangi atau Taman Lampion ini akan tampak lebih indah bila dinikmati saat malam hari. Sebab, beberapa replika dengan warna yang beragam mulai dari replika bunga, burung, kereta kuda, naga  dan berbagai macam bentuk lainnya akan menyala saat malam tiba. Tentu ini akan menambah keeksotisan taman dan tentunya akan menambah kegembiraan bagi kamu dan orang-orang terdekat denganmu.

Yang Istimewa dari Taman Pelangi

Taman wisata yang terdapat di Monjali ini bisa dinikmati dari pagi hingga malam, dimana kamu akan dimanjakan dengan sejumlah fasilitas permainannya yang begitu mengasikan. Terdapat lebih dari 20 jenis permainan, 25 stand makanan dan minuman yang bisa menambah kegembiraan. Taman yang dibuka tahun 2011 ini memiliki fasilitas mulai dari wahana atraksi maupun wahana air, sepeti euro bungae, rumah ballon, battery car, junior jet, trampoline, halicak,  bumper boat, speed boat, bom bom car, sepeda tandem, safari train, ATV, becak air,  seperti bola air, perahu dayung dan  lainnya sebagainya. Harga tiap wahana bervariasai, mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Bagi kamu yang hobi memancing, kamu bisa menikmati fasilitas kolam pemancingan yang ada di taman ini, dan yang menarik adalah bisa langsung dimasak.

Harga Tiket

Harga tiket masuk obyek wisata Monjali ini adalah Rp 10.000 untuk hari biasa dan Rp 15.000 untuk hari libur atau hari-hari besar lainnya. Dengan satu tiket saja kamu bisa mengelilingi komplek wisata di tempat ini. Tapi, untuk bisa menjajal setiap wahana di dalamnya, kamu harus mengeluarkan biaya lagi.

Transportasi

Untuk menuju ke lokasi Monumen Jogja Kembali (Monjali) atau Taman Pelangi, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi baik itu roda dua maupun roda empat, atau juga bisa memanfaatkan jasa TransJogja jalur 2A dan 2B lalu turun di Halte Monjali.

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.