in

Pagelaran Puisi dan Seni Tradisi Barongan “Ratna Manggali dan Bahula”

Ngadem.com – Pagelaran puisi kembali hadir memeriahkan bumi Yogyakarta. Event yang dimotori oleh Satulana dan sejumlah pegiat sastra lainnya ini akan berlangsung pada tanggal 9 Agustus 2019 di kawasan Embing Lengensari.  So, bagi pecandu puisi, yuk merapat.

Jadi, Satulana merupakan kelompok seni pertunjukan yang lahir dari komunitas sastra alternatif bernama Ngopinyastro Yogyakarta, resmi didirikan di Yogyakarta untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Satulana adalah sebuah nama dari dua orang yang menyatukan diri dalam kelompok seni pertunjukkan berbahan dasar puisi. Ketertarikan mereka berdua terhadap sastra dan hal-hal di luar sastra membawa mereka berinisiatif mencampurkan segala multidisiplin seni menjadi sebuah pertunjukkan. Selain merawat spirit moyang dalam berkesenian, Satulana juga hadir sebagai illustrator puisi di atas panggung.

pagelaran puisi

Satulana dan Seni Tradisi Barongan

Menggandeng Kesenian tradisional Barongan “Sanggar Barongan: Rogo Cokro Megantoro”, kali ini Satulana kembali menghadirkan pagelarang puisi bertajuk “Ratna Manggali dan Bahula”.

Inisiatif untuk melibatkan seni tradisional barongan dalam karya Satulana kali ini bermula dari tolehan kepala masing-masing personel di lingkungan Yogyakarta khususnya yang lekat dengan budaya dan tradisi.

Selain itu, pagelaran ini juga sebagai wujud kecil apresiasi dan rasa bangga Satulana karena kesenian barongan Blora telah dinobatkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Hal tersebut tentunya juga berdampak pada barongan di daerah lainnya, mengingat penghargaan barongan yang telah mendunia, dan eksistensinya yang masih terjaga di tengah perayaan kesenian modern.

Kekhawatiran akan lunturnya aspek budaya dan tradisi di zaman sekarang itulah yang menjadi salah satu misi Satulana untuk membawa budaya dan tradisi tersebut ke dalam dimensi yang lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat kini.

Dalam konsep pertunjukan tersebut, seni tradisional Barongan tidak hanya hadir sebagai kisah yang Satulana transformasikan dalam bentuk puisi. Akan tetapi, pertunjukan ini juga mengikutsertakan pagelaran kesenian tradisional barongan secara utuh –berikut musik gamelan dan fungsinya sebagai ritual serta hiburan.

Demikian halnya dengan Satulana yang tidak hanya menghadirkan deklamasi puisi, namun juga gerak, teatrikal, dan musik modern. Penggunaan puisi sebagai media penyampaian tentu dikarenakan puisi menjadi hal yang cukup dekat dengan Satulana dan sasaran utama audiens pagelaran ini yaitu masyarakat milenial.

Mengenai kisah barongan sebagai wacana dasar pertunjukan, Satulana mengembangkan bagian kisah dengan memfokuskan kepada tokoh Ratna Manggali dan Bahula.

Salah satu petuah yang dapat diambil dari kisah barongan adalah rwa bineda. Keberadaan baik-buruk sebagai penyeimbang kehidupan tersebut kita kemas dalam kisah Ratna Manggali dan Bahula.

Bahwasanya dalam kehidupan ini tak ada yang menang atau yang kalah, kebaikan dan keburukan akan terus berjalan beriringan secara turun temurun. Berdasarkan benang merah permasalahan di atas, maka pagelaran ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi yang pada nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut.

Jadwal Pagelaran Puisi dan Seni Tradisi Barongan

Hari : Jumat, 9 Agustus 2019

Pukul : 18.00 – Selesai

Tempat : Embung Langensari, Jln. Kusbini No.35, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.