in ,

Puas Borong Batik di Pekalongan, Mampir Bentarlah ke 9 Tempat Wisatanya yang Kece Ini

Kota Batik di Pekalongan

Bukan Jogja Bukan Solo

Gadis Cantik Jadi Pujaan

Jangan Bejat Jangan Bodo

– Lirik Lagu Slank “SBY (Sosial Betawi Yoi)”

Itu lirik lagu Slank emang bener banget ya. Pekalongan emang terkenal dengan keindahan batiknya. Keindahan batik selalu membawamu kembali ke kota ini. Muter-muter seharian nyari batik. Borong sana-sini terus balik. Gila ya, kalau ke Pekalongan cuma borong batik doang. Kayanya, kamu perlu cermat dikit deh guys, ada hal lain yang bisa kamu lakukan di Pekalongan selain belanja loh.

1. Abis Panas-Panasan Nyari Batik, Ngadem Bentar deh di Ekowisata Petungkriyono.

Petungkriyono Foto Dari @riyan_bk

Ini adalah kawasan wisata yang emang ciamik buat ngadem. Petungkriyono adalah sebuah kecamatan di kabupaten Pekalongan yang berada di ketinggian 1.294 dpl. Jarak Ekowisata Petungkriyono dari kota Pekalongan sekitar 34 km guys. Kamu sebaiknya ke sini dengan kendaraan pribadi deh, soalnya belum ada kendaraan umum, kecuali buat kamu yang gila berpetualang bisa nebeng Doplak (angkutan sayur).

Selain ngadem, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di sini. Dijamin gak cukup sehari untuk menjelajahi keindahan Ekowisata Petungkriyono. Jangan takut, buat kamu yang mau menjelajahi semua wisata di Ekowisata Petungkriyono bisa nginap loh.

2. Melihat Primata Owa Jawa di Hutan Sokokembang.

Owa Jawa Foto Dari @bernardwildlife

Buat kamu yang suka jalan-jalan ke alam, kamu sebaiknya berkunjung ke Kawasan Hutan Sokokembang deh. Hutan ini berada di Dusun Soko Kembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyonoyang masuk sebagai kawasan Ekowisata Petungkriyono.Hutan ini menjadi terkenal karena keberadaan primata Owa Jawa. Apa itu Owa Jawa? Owa Jawa adalah sejenis primata yang menyebar terbatas di Jawa bagian barat. Konon primata ini nyaris punah loh guys tapi kamu masih bisa melihatnya dari dekat di Hutan Sokokembang ini.

3. Yang Suka Ngopi, Wajib Nyobain Kopi Owa Jawa.

Sangrai Kopi Owa Jawa Foto Dari @vinitarm

Setelah puas melihat Owa Jawa dari dekat saatnya kamu menikmati kenikmatan secangkir kopi Owa Jawa di tengah dinginnya udara Petungkriyon. Kok namanya kopi Owa Jawa seh? Jadi gini ceritanya, Dusun Soko Kembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan ini adalah dusun penghasil kopi Soko Kembang.

Kopi Soko Kembang kemudian lebih dikenal dengan sebutan kopi Owa Jawa karena kopi ini hidup di sekitar kawasan Hutan Soko kembang dan entah mengapa kelestarian primata Owa Jawa dan kopi ini sendiri saling berhubungan satu sama lain, jadi kalau kopi ini tidak dilestarikan maka akan berdampak pada keberlangsungan hidup primata Owa Jawa. Heem, kok bisa ya?

4. Puas Ngopi-Ngopi, Kamu Bisa Gantian Gila-Gilaan Di Curug Bajing.

Curug Bajing Foto Dari @moh.zamroni

Ini curug paling hits di pekalongan. Selain bentuk curugnya yang indah, debit airnya yang banyak juga membuat curug ini ramai dikunjungi. Curug Bajing berada di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Cukup jauh dari Dusun Sokokembang di kawasan Ekowisata Petungkriyono guys. Dari kota Pekalongan kira-kira berkendara sekitar 1,5 jam, lah.

Akses menuju curug ini agak drama sih. Tapi penorama hutan dan tebing terjal sejauh mata memandang bisa sejenak menghiburmu. Curug Bajing udah dilengkapi beberapa fasilitas, misalnya area parkir yang cukup  luas,dan beberapa warung makan yang menyelamatkanmu dari rasa lapar.

Tiket masuk menuju curug Bajing cuma Rp.2000 loh guys. Untuk biaya parkir, motor Rp.2000 dan mobil cuma Rp.3000 kok. Dari parkir, kamu cukup berjalan sejauh 300 meter, samar-samar dari kejauhan kamu sudah bisa mendengar gemericik curug Bajing. Kalau kamu lapar, bisa mampir bentar di warung kecil yang berada di jalan kecil menuju curug. Curug Bajing juga disiapkan area camping guys, bisa banget buat menginap di alam bebas. Asyik!

5. Waktunya Menguji Adrenalinmu di Sungai Welo.

Tubing Welo River @tontinco

Sungai Welo berada di desa Kayupuring Kawasan Ekowisata Petungkriyono. Sungai ini cocok banget buat pecinta river tubing. Di desa ini juga udah menyiapkan fasilitas baut kamu yang tertarik untuk menantang adrenalinmu di Sungai Welo. Untuk menikmati sensasi river tubing kamu cukup membayar Rp.75.000 per orang, sudah termasuk semua perlengkapan tubing loh seperti helm, pelampung, pengaman siku dan lutut, dan tentunya ban untuk tubing.

Lokasi start river tubing berada sekitar 10 menit dari basecamp. Tenang aja, pengelola udah nyiapin mobil untuk mengatarmu ke lokasi start jadi gak usah galau. Menyusuri sungai Welo yang berada di tengah-tengah hutan Sokokembang Petungkriyono menghabiskan waktu kira-kira 1-2 jam dengan arus sungai yang deras tapi jernih. Melintasi batu-batu yang bisa banget bikin kamu deg-deg ser. Puas river tubing, kamu bisa kok berenang sebentar soalnya sungai Welo ini emang bersih dan jernih banget.

6. Mendem Duren di Desa Wisata Lolong.

Desa Wisata Lolong Foto Dari @tristaphewz

Puas menikmati keindahan kawasan Ekowisata Petungkriyono? Kami sarankan kamu sebaiknya jangan beranjak dulu dari Pekalongan. Kamu bisa beralih sebentar ke Desa Wisata Lolong, Kecamatan Karanganyar. Desa ini berada 34km dari pusat Kota Pekalongan atau sekitar 1, 5 jam perjalanan.

Sepanjang jalan menuju desa ini kamu akan dimanjakan dengan pemandangan perkebunan durian. Buat kamu pecinta durian kelas berat, berkunjung ke desa ini bisa jadi ibadah wajib deh. Desa Wisata Lolong sering mengadakan pesta rakyat berupa pesta durian bagi masyarakat umum. Cukup membayar tiket masuk, kamu bisa makan durian sampai lupa diri.

Pesta durian biasanya diselenggarain bulan Februari-Maret (ini Februari loh cah). Bagaimana, kamu sudah bisa merasakan aroma durian dari kejauhan? Mungkin itu aroma durian dari desa Lolong yang memanggilmu.

Selain makan durian sampai mabuk, hal lain yang bisa kamu lakukan di Desa Wisata Lolong ini adalah rafting atau arum jeram menyusuri Sungai Singkarang. Heem. Sungai ini melintasi 3 wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Dengan arus yang cukup deras dan lebar sungai sekitar 60 meter, kamu bisa tuntaskan dahaga raftingmu di tempat ini. Kegiatan raftingmu akan dikawal oleh pemuda desa setempat guys, so siapkan dirimu.

Lelah rafting seharian? Malas pulang? Santailah, kamu bisa nginap di Desa ini karena sudah banyak homestay yang terjangkau bahkan ada kawasan perkemahan juga. Tuuuh, makin enggan pulangkan?

7. Bosan Dingin-Dinginan di Petungkriyono Atau Makan Durian di Desa Wisata Lolong? Saatnya Berjemur di Pantai Pasir Kencana.

Pantai Pasir Kencana Foto Dari @ludis.photoworks

Pantai Pasir Kencana adalah pantai andalan anak muda Pekalongan untuk menengkan diri. Wisata pantai ini dibuka dari jam 06.00 wib – 21.00 dengan berbagai macam fasilitas yang bikin betah yaitu mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, kandang satwa, bangku dan taman untuk bersantai, warung makan, toilet dan lahan parkir. Bahkan ada juga loh obyek wisata lain yang bisa kamu nikmati seperti Krematorium, Pura, tambak ikan dan akuarium  laut yang ada di Pelabuhan Perikanan.

Di sini kamu bisa bersantai menyaksikan matahari terbenam, perahuperahu nelayan yang berjajar rapi di bibir pantai, bermain di taman, memancing, olah raga pantai atau sekedar duduk melepas penat. Pantai ini gak jauh kok dari pusat Kota Pekalongan,  cukup berkendara kurang lebih 4,5 km kamu udah bisa duduk-duduk menikmati pemandangan pantai di sore hari.

Untuk menikmati pesona pantai Pasir Kencana kamu wajib membayar tiket masuk sebesar Rp. Rp. 2000 di  hari biasa dan Rp.3000 saat liburan. Muraaaaaahh banget sih.

8. Mengantar Matahari Pulang di Pantai Slamaran Indah.

Senja di Pantai Slamaran Foto Dari @komang_adn

Pantai ini berada di Timur Pantai Pasir Kencana yang hanya dibatasi muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Kalau kamu berada di Pantai Pasir Kencana, kamu bisa kok nyebrang ke pantai ini menggunakan perahu pesiar yang disipkan pengelola.

Pantai ini terkenal dengan keindahan pemandangan senjanya yang bisa banget bikin kamu terbius. Pantai Slamaran Indah udah dilengkapi fasilitas lahan parkir yang luas, rumah makan, dan perahu yang bisa kamu sewa untuk mengantarkanberlayar sebentar. Harga tiket masuk menuju pantai ini cuma Rp. 1000 di hari biasa, dan Rp. 2.000 di hari Munggu atau hari libur. Liburan gak perlu mahal-mahalkan?

9. Kalau Ingin Menikmati Pesona Senja yang Lain, Coba Deh ke Pantai Wonokerto.

Pantai Wonokerto Wiradesa Foto Dari @sirojul_munir

Pantai Wonokerto memang bukan pantai berpasir putih yang terhampar luas tapi pesona senja yang indah dan pemandangan kehidupan para nelayan, tidak bisa kamu abaikan guys. Pantai Wonokerto terletak kurang lebih 5 km dari jalan Raya Wiradesa, tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Wonokerto Pekalongan.

Pantai ini memang belum dilengkapi berbagai fasilitas seperti Pantai Pasir Kencana atau Pantai Slamaran Indah, tapi dijamin kesederhanaannya akan membuat capekmu hilang tuntas. Suasana pantai yang sepi akan membuatmu kembali rileks guys.

Buat kamu yang tertarik dengan upacara adat, bisa banget datang ke pantai ini pada  bulan Dzulkaidah soalnya, pada bulan itu di pantai ini sering diadakan acara sedekah laut. Heem, tambah syahdu deh.

So, sekarang kamu tahukan apa yang bisa kamu lakuin di Pekalongan selain mborong batik? Ok, selamat berlibur. Jangan nyampah sembarangan guys.

Written by Dj Wonga

Kontributor Ngadem.com - Bukan siapa-siapa tapi dari keluarga baik-baik.