in ,

Review Buku The Night Before: Tentang Dendam Yang Harus Dituntaskan

Ngadem.com – Adalah jiwa yang hilang, percintaan yang baru setelah layu dan, kebencian yang lama menumbuk dalam luka. Novel bergenre misteri romantic ini dapat menggugah selera berpikir lebih dalam tentang sastra dunia Barat yang berkembang. Dan The Night Before telah menjadi novel bestselling versi New York Times. Sedang Lisa Jackson adalah penulis Bestseller versi New York Times pula.

Pada bagian awal, membaca novel The Night Before, ketegangan yang mecekam dihadirkan. Sebuah pembunuhan yang misterius tersaji. Imajiner akan menuntun pada hal yang ngeri. Tentang dendam yang harus terbalaskan. Tidak boleh tidak.

Aku masih hidup, hei idiot, apa kau tidak bisa melihatnya? Bawa aku ke rumah sakit! Tapi, kata-kata itu tersangkut di tenggorokannya; ia tidak bisa meneriakkannya, tidak bisa menggerakkan lidahnya. Satu-satunya usara yang terdengar adalah detak jam foyer, bisikan angin yang berhembus melalui pintu prancis yang dibiarkan terbuka dan debar jantungnya.

_ The Night Before, hal. 9.

Seperti pada hal yang wajar dalam suatu cerita, akan ada tokoh yang mendominsi atau sebut sajalah dengan tokoh utama. Caitlyn Montgomery Bordeaux adalah tokoh utama dalam The Night Before ini yang  merangkap peran sebagai istri, ibu dan wanita yang akhirnya kehilangan suami, lalu tidak lagi menjadi ibu. tertuduh sebagai pembunuh. Dengan jiwa yang ‘kelainan’, tetapi Caitlyn tidak tertunduk pada tuduhan begitu saja. Mengikuti terapi kejiwaan sebagai solusi dan berusaha memahami apa keinginan dari seorang yang telah merenggut nyawa orang-orang yang disayanginya ―suami dan juga putri Caitlyn.

Dengan putus asa Caitlyn menarik napas. Mengingat semua teknik yang dipelajarinya dalam terapi, memaksa diri mengekang emosi yang membuncah. “tidak lagi,” janjinya. Apa pun yang ia minum semalam, ia tidak akan pernah menyesapnya lagi… tapi minuman apa? Caitlyn berkedip. Berusaha mengingat. Namun, tidak ada yang diingatnya kecuali potongan-potongan rapuh mimpi buruk.

_ The Night Before, hal. 15.

Semakin Caitlyn berusaha semakin banyak orang-orang yang dilibatkan. Setiap yang memiliki kaitan, mereka tewas dalam celaka yang tak wajar. Semakin menekan logika. Saat seperti itulah percintaan dibuat mekar oleh Lisa Jackson. Adam Hunt adalah tokoh yang awalnya menjadi psikiater Caitlyn, lalu menjadi kekasihnya. Kedekatan mereka menumbuhkan ingin memecahkan misteri. Bersama.

Ah, cinta …

Untuk pertama kalinya sejak Josh dibunuh, Caitlyn merasa aman. Bisa sedikit bersantai. Adam meluncurkan beberapa lelucon norak, membuat Caitlyn tertawa, dan ia berhasil menahan rasa cemasnya setidaknya untuk sesaat.

_ The Night Before, hal. 325.

Terakhir; Adalah misteri, semua kemungkinan masih berpeluang. Pertama, bisa jadi Adam -lah pembunuhnya? kedua, Adam adalah korban selanjuntnya? bacalah The Night Before lebih lanjut secara personal. Kebenaran akan kalian temukan sebagai penikmat cerita.

Identitas Buku:

Judul: The Night Before (direterjemahkan dari the Night Before terbitan ZEBRA BOOKS, New York)

Penulis: Lisa Jackson

Penerjemah: Khairi Rumantati

Penerbit: Dastan Books

ISBN: 978-602-8723-67-1

Tebal: 528 hlm

Tahun Terbit: 2011

Cetakan: Pertama

Genre: Sastra/novel dewasa/fiksi

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.