in

10 Oktober 1846: Astronom Inggris Temukan Bulan Terbesar Dari Planet Neptunus (Triton)

Ngadem.com – Pada tanggal 10 Oktober 1846, seorang astronom Inggris, William Lassell menemukan bulan terbesar dari planet Neptunus bernama Triton (17 hari setelah penemuan Neptunus.) Triton adalah satu-satunya bulan besar di tata surya dengan arah orbit yang berlawanan dari rotasi planetnya.

Dengan diameter 2.700 kilometer (1.700 mil), menjadikan Triton satelit ketujuh terbesar di tata surya. Triton memiliki permukaan nitrogen yang sebagian besar beku dan sebagian besar kerak air es, serta memiliki kepadatan rata-rata 2,061 gram per sentimeter kubik yang sekitar 15-35%-nya terdiri dari air es.

Nama Triton berasal dari nama dewa laut Yunani (Triton, putra Poseidon). Nama ini pertama kali diusulkan oleh Camille Flammarion dalam bukunya 1880 Astronomie Populaire, meskipun tidak secara resmi diadopsi sampai beberapa dekade kemudian.  Yang menarik, sang penemu, Lassell tidak segera menamakan penemuannya itu, meskipun ia menyarankan beberapa tahun setelah penemuan satelit kedelapan Saturnus (Hyperion).

Triton terbilang unik dari semua bulan di tata surya untuk orbit retrograde-nya, yakni mengorbit dalam arah yang berlawanan dengan rotasi planet. Garis khatulistiwanya hampir sejajar dengan bidang orbitnya. Pada saat ini, sumbu rotasi Triton adalah 40° dari orbit Neptunus.

William Lassell sendiri adalah seorang pedagang dan astronom Inggris. Lahir di Bolton, sebuah kota di sebelah barat Manchester, dan besar di Rochdale. Setelah kematian ayahnya, ia magang dari 1814 sampai 1821 untuk menjadi pedagang di Liverpool.

Dia membangun sebuah observatorium di rumahnya di West Derby, daerah pinggiran Liverpool. Di sana ia memiliki 24-inch (610 mm) teleskop reflektor, yang ia gunakan untuk memudahkan pelacakan benda berputar.

Ketika Ratu Victoria mengunjungi Liverpool pada tahun 1851, Lassell adalah satu-satunya pria lokal yang diminta secara khusus untuk bertemu Ratu. Ia memenangkan Medali Emas dari Royal Astronomical Society pada tahun 1849 dan terpilih sebagai Fellow dari Royal Society pada tahun 1849, serta memenangkan Royal Medal pada tahun 1858.

Lassell meninggal di Maidenhead pada tahun 1880. Setelah kematiannya, ia meninggalkan kekayaan £ 80.000 (8,8 juta dolar Amerika). Untuk menghormati kepergiannya, cincin di planet Neptunus, kawah di Bulan dan Mars, serta asteroid 2636 dinamkan dengan namanya, Lassell.

Sumber: historyorb, CNN, wikipedia

Written by Reshie Fastriadi

Kontributor Ngadem.com - Pemuda beruntung yang lahir dan besar di lingkungan berbeda. Telanjur jatuh cinta pada dunia otak kanan dan Nasi Pecel khas Nganjuk. Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah dan menata hati dari bisikan setan yang terkutuk.