in

Ingin Jual Rumah di Jakarta Utara? Ini Cara Menghitung Harganya

Ngadem.com – Sebelum memulai tulisan ini, pertama-tama saya ingin bercerita dulu soal pengalaman yang baru saya alami. Beberapa bulan lalu saya berniat untuk melakukan jual rumah di Jakarta Utara yang saya miliki.

Akan tetapi, karena keterbatasan informasi yang saya punya mengenai harga pasaran rumah di Jakarta Utara, saya lantas menjual rumah tersebut dengan harga yang cukup tinggi.

Setelah beberapa lama berselang, rumah tersebut tak kunjung laku. Jangankan terjual, tidak ada satu orang pun yang menghubungi saya menanyakan rumah tersebut.

Padahal, hampir seluruh jenis pemasaran telah saya lakukan untuk menjual rumah tersebut, mulai dari memasang spanduk, memasarkan dari mulut ke mulut, hingga membuat listing di situs 99.co Indonesia.

Setelah dicari tahu, ternyata masalahnya terletak pada harga jual rumah di Jakarta Utara, yang ternyata dipatok terlalu mahal jika dibandingkan harga hunian dengan spesifikasi dan lokasi yang sama.

Untuk Anda yang berencana untuk jual rumah di Jakarta Utara, informasi harga pasaran rumah di bawah ini mungkin bisa menjadi referensi dalam menentukan harga rumah yang sesuai.

Harga kisaran rumah di Jakarta Utara
gambar via Flickr

Kisaran Harga Jual Rumah di Jakarta Utara

Tahukah Anda, bahwa di tahun 2019 dua kawasan di Jakarta Utara termasuk ke dalam posisi 4 dan 5 daerah yang paling banyak diburu oleh warga Jakarta?

Kedua daerah tersebut adalah kawasan Kelapa Gading dan Sunter.  Untuk daerah Kelapa Gading, setiap tahunnya tak kurang sebanyak 3600 orang mencari informasi mengenai rumah dijual di kawasan tersebut.

Berbeda dengan rumah dijual di Sunter yang setiap tahunnya dicari oleh 3.350 orang. Kedua perbedaan keduanya juga terlihat pada harga kisaran rumah di masing-masing wilayah.

Harga jual rumah di Jakarta Utara khususnya kawasan Kelapa Gading sudah mencapai Rp21 juta per meter persegi, sedang Sunter berkisar Rp17 juta per meter perseginya.

Meski demikian, perlu diingat bahwa harga pasaran rumah di tiap-tiap wilayah tentu berbeda-beda. Hal ini mengikuti pertumbuhan infrastruktur dan fasilitas yang ada di wilayah tersebut.

Selain itu, harga rumah juga diukur dari spesifikasi bangunan yang ada, seperti berapa luas tanahnya, luas bangunan, jumlah yang ada, material yang dipakai untuk membangun rumah tersebut, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, diperlukan cara yang lebih akurat dalam menentukan harga jual rumah di Jakarta Utara, agar rumah tersebut dapat segera terjual.

Cara menghitung harga bangunan
gambar via Pixabay

Cara Mengukur Harga Jual Rumah

Ada beberapa cara mengukur harga jual rumah yang bisa Anda praktikkan, namun sebelum masuk ke pembahasan tersebut ada baiknya kita sepakati dulu bahwa luas tanah Anda berkisar 550 meter persegi.

Hal ini penting, untuk mempermudah kita dalam menghitung berapa kisaran harga jual rumah di Jakarta Utara tersebut. Berikut cara-caranya:

1. Harga Tanah

Metode pertama yang harus Anda lalui sebelum dapat menghitung harga jual rumah di Jakarta Utara tersebut adalah dengan menghitung harga lahan dari rumah tersebut lebih dahulu.

Bagaimana caranya? Dengan melakukan survei kecil-kecilan di lingkungan sekitar rumah tersebut berada. Tanyakan kepada tetangga sekitar rumah tersebut, berapa harga kisaran tanah di wilayah rumah Anda.

Jika ingin lebih akurat, tanyakan harga lahan tersebut ke kantor kelurahan, bank, serta badan pertanahan setempat. Atau, Anda bisa menghitung harga tanah lewat Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bangunan.

NJOP sendiri biasanya tertera pada struk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Anda tunaikan setiap bulan. Misalnya, harga lahan berkisar Rp1 juta, maka perhitungannya Rp1 juta x 550 = Rp550 juta.

Namun, perlu diingat ya, harga di atas hanya bisa dipakai sebagai harga kisaran saja. Biasanya harga rata-rata rumah di suatu wilayah jauh lebih tinggi dibandingkan harga tersebut.

Misalnya saja harga jual rumah di Jakarta Utara kawasan Sunter, jika dilihat dari informasi di atas harga lahan per meter persegi di sana mencapai Rp17 juta.

Sehingga, perhitungannya menjadi seperti Rp17 juta x 550 meter persegi = Rp9,35 miliar. Itulah harga jual yang pas untuk rumah dengan luas tanah 500 meter persegi di kawasan Sunter.

2. Harga Bangunan

Nah, untuk yang satu ini agaknya akan sedikit lebih kompleks dibandingkan cara menghitung harga jual rumah di Jakarta Utara yang pertama. Sebab, Anda tidak bisa bertanya pada orang lain mengenai hal ini.

Apalagi jika Anda membangun rumah tersebut secara pribadi, biaya pembangunan masing-masing rumah tentu berbeda satu dengan yang lainnya.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan harga bangunan yang sesuai? Bisa dengan melihat kondisi bangunan rumah, kemudian mengkira-kira berapa harga yang pas untuk bangunan tersebut.

Kita asumsikan saja jika harga bangunan per meter perseginya mencapai Rp2 juta. Masih dengan luas tanah 500 meter persegi, maka perhitungannya menjadi Rp2 juta x 500 meter persegi = Rp1 miliar.

Apabila bangunan rumah Anda ternyata sudah cukup tua, dan jika diasumsikan maka kelayakannya hanya sebesar 80 persen, maka perhitungannya menjadi 80 persen x Rp1 miliar.

Sehingga, didapatkalah harga jual rumah di Jakarta Utara yang cocok untuk Anda sebesar Rp800 juta.

3. Menghitung Harga Keseluruhan

Cara terakhir untuk mengetahui patokan harga jual rumah yang sesuai adalah dengan menghitung jumlah keseluruhan dari harga tanah, harga bangunan, dan NJOP rumah.

Namun, kembali saya ingatkan, NJOP sendiri tak dapat dipakai sebagai harga pasti untuk rumah tersebut, sehingga Anda perlu menghitung estimasi harga yang cukup besar mengikut harga pasaran yang ada.

Umumnya, para penjual rumah yang mematok harganya dari perhitungan NJOP rumah akan menaikkan 2-3 kali lipat hasil perhitungannya, lalu menetapkan angka tersebut sebagai harga jual rumah.

Akan tetapi, kembali lagi, harga tersebut juga tak bisa dikatakan akurat. Namun, apabila Anda ingin mengetahui bagaimana menghitung harga rumah dari harga keseluruhannya, berikut caranya:

  • Mula-mula, Anda harus menghitung duku harga tanah dengan rumus NJOP tanah x luas tanah. Misalnya, NJOP seharga Rp600 ribu per meter persegi x 500 meter persegi = Rp330 juta;
  • Setelah mendapatkan harga tanah, hitunglah harga bangunan tersebut dengan rumus yang sama, menjadi NJOP bangunan x luas tanah. Misalnya, NJOP bangunan Rp400 ribu per meter persegi x 500 meter persegi = Rp200 juta;

Nah, sudah dapatkan harga tanah dan harga bangunan rumah Anda. Selanjutnya jumlahkan kedua harga tersebut, hingga ditemukanlah harga jual rumah di Jakarta Utara tersebut sebesar Rp530 juta.

Bagaimana, setelah membaca penjabaran dia atas, apakah Anda sudah mengerti bagaimana cara menentukan harga jual rumah yang tepat?

Jangan sampai salah dalam menetapkan harga rumah ya. Pasalnya, harga rumah yang terlalu mahal tentu akan mengakibatkan pembeli enggan untuk membeli rumah tersebut.

Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat. Selamat mencoba!