in ,

7 Tips Mendaki Gunung di Bulan Puasa Biar Puasa-mu Aman dan Lancar Jaya

foto dari @firmansandifauzi

Ngadem.com Mendaki gunung jadi sebuah liburan yang mengasikan bagi sejumlah generasi millenial. Mengakrabi pesona alam yang begitu mengagumkan dan bisa mendokumentasikannya lewat lensa kamera biasanya jadi salah satu visi yang diharapkan para pecandu gunung.

Bagi pecandu gunung atau pecinta alam, jalur atau rute yang sulit saat mendaki bukanlah suatu masalah yang berarti. Namun, bagaimana kalau mendaki saat bulan ramadhan di mana setiap umat muslim harus menjalankan ibadah puasa? Apakah rute atau jalur yang sulit tetap bukan suata masalah yang berarti?

Memang, melakukan pendakian di bulan ramadhan butuh penyesuaian dan kesiapan yang matang. Karena memang tidak bisa dipungkiri, aktifitas mendaki memang menguras energi dan melelahkan. Nah, biar puasa tetap lancar meski kamu sedang mendaki gunung, berikut 7 tips mendaki gunung saat berpuasa dari ngadem.com yang 99% ampuh nih khasiatnya. Dijamin aktifitas pendakian-mu tetap mengasikan meski kamu sedang menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan. Yuk simak tips-tipsnya. Catat ya!

1. Matangkan niat-mu bahwa kamu bisa menuntaskan puasa meski sedang melakukan pendakian.

foto dari @alamperdana97

Bagi mereka yang berpuasa, melakukan pendakian memang jadi tantangan tersendiri dan sangat sukses memacu adrenalin. Bagi mereka yang berpuasa, jalur pendakian yang mulanya terlihat biasa saja dan bukan masalah berarti seolah berubah jadi jalur yang ganas bak Thanos saat sedang tersulut amarah. Namun, kamu harus tetap stay cool, karena niat yang kuat dan mantap yang tertanam dalam jiwa-mu lah yang akan menyelamatkan-mu dari keinginan untuk membatalkan puasa saat melakukan pendakian. Percayalah, saat kamu bisa menaklukan segala rintangan dan tantangan pendakian, ibadah puasa-mu akan terasa jauh lebih bernilai.

2. Biar puasa-mu tetap terjaga saat mendaki, pilihlah gunung-gunung dengan jalur pendek dan minim tantangan ekstrim.

foto dari @ivonofian

Jika ingin tetap mendaki saat kamu sedang menjalankan ibadah puasa, pilihan terbaikmu adalah mendaki gunung-gunung pendek atau gunung yang ramah didaki. Semantara ini, ada baiknya libur terlebih dahulu dari mendaki gunung-gunung dengan jalur ekstrem maupun jalur pendakian yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai puncak. Gunung-gunung pendek tersebut seperti,  Gunung Nglanggeran, Gunung Andong, Gunung Prau dan beberapa gunung pendek lainnya.

Ingat, untuk menjaga puasamu saat mendaki, pilihlah gunung-gunung pendek, jalur pendakian yang mudah atau minim tantangan ekstrim, tidak membutuhkan waktu berhari-hari, dan tentu saja gunung yang sudah ada jalur pendakian resmi.

3. Pilihlah waktu pendakian yang tepat untuk menghemat tenaga

 

foto dari @umar_ulinan

Memilih waktu pendakian yang tepat saat berpuasa adalah salah satu hal penting yang wajib diperhatikan. Jangan memilih waktu mendaki saat siang hari, apalagi saat matahari sedang terik-teriknya. Karena itu bisa jadi bomerang tersendiri buat kamu yang sedang berpuasa. So, solusinya yaitu mendakilah saat sore hari, itung-itung sekalian ngabuburit. Percayalah, betapa membahagiakannya bisa berbuka puasa di lereng gunung sembari menikmati senja. Selepasnya, kamu bisa kembai melanjutkan pendakian tanpa perlu lagi menahan lapar maupun haus.

Nah, alternatif lainnya yaitu kamu bisa memilih waktu mendaki setelah salat Tarawih dan dilanjutkan dengan bersantap sahur di puncak gunung. Percayalah, betapa bahagianya bisa sahur di puncak gunung dan ini bisa jadi moment tak terlupakan sampai kapanpun. Kalau jalur pendakian yang kamu lalui cukup singkat, pagi harinya saat matahari terbit kamu bisa langsung turun gunung. Atau, pilihan lainnya yaitu kamu juga bisa menghabiskan waktu setengah hari di gunung dan bisa mulai turun saat sore hari.

4. Saat memutuskan mendaki di bulan puasa, pastikan tubuhmu sudah beradaptasi dan sudah terbiasa melakukan petualangan dengan kondisi perut kosong karena berpuasa

foto dari @luthfililap

Tubuhmu mungkin terasa lemas dan tak bertenaga di hari-hari pertama menjalan ibadah puasa, tapi lain ceritanya bagi mereka yang sudah terbiasa dengan puasa sunah senin dan kamis. Nah, bagi kamu yang belum terbiasa, jika memang ingin melakukan pendakian di saat sedang berpuasa, pastikan jangan mendaki di hari-hari pertama berpuasa. Kenapa? Sebab, ditakutkan kamu malah mengorbankan puasa-mu karena tubuh lemas dan tidak kuat menahan dehidrasi. Oleh sebah itu, pastikan tubuhmu beradaptasi terlebih dulu dengan kondisi bahwa kamu memang sedan puasa. Saat sudah terbiasa dan kondisi tubuhmu sudah siap diajak mendaki, silahkan mendaki.  Satu hal penting lagi yang perlu kamu terapkan, rajin-rajin berolah raga untuk menguatkan fisikmu.

5. Buat kamu yang berpuasa, jangan membawa barang-barang berlebihan saat mendaki, bawalah seperlunya aja.

foto dari @annisanrfatwa

Berpuasa saat mendaki memang membutuhkan manajemen pendakian yang baik dan tepat, manajemen peralatan dan logistik, misalnya saja. Membawa barang-barang yang esensial hukumnya wajib, sementara barang-barang yang tak terlalu diperlukan sebaiknya kamu tanggalkan saja di rumah atau di kost. Dengan peralatan yang secukupnya dengan tanpa mengurangi barang-barang penting, langkahmu selama pendakian akan sedikit lebih ringan, kamu tidak terlalu merasakan kelelahan, puasa pun tetap jalan.

6. Biar puasa-mu tetap aman dan terhindar dari godaan, ajaklah teman-teman yang bisa mendukung  puasa-mu untuk jadi partner mendaki

foto dari @firmansandifauzi

Meski di gunung tidak ada penjual es kelapa muda, kadang godaan untuk berbuka puasa sebelum waktunya saat mendaki susah untuk dihindari. Selain karena lelah, haus dan lapar,  melihat partner mendaki-mu yang tidak berpuasa juga bisa jadi salah satu godaan terbesar-mu untuk berbuka sebelum waktunya. Terlebih lagi jika partner mendaki-mu yang secara sengaja menggoda kamu agar membatalkan puasa.

Salah satu solusi terbaiknya yaitu, pilihlan partner mendaki yang juga menjalan ibadah puasa atau setidaknya pilihlah partner yang bisa mendukung ibadah puasa-mu. Dan yang terpenting, kuatkan iman-mu agar ibadah puasa-mu tidak mudah digoyahkan oleh apapun.

7. Sisanya, nikmatilah pendakianmu dengan enjoy tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga. Jangan lupa juga mengucap syukur pada Sang Pencipta setibanya di puncak sana.

foto dari @aribowo.pras

Segala hal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan diniatkan dengan matang, pasti hasilnya akan memuaskan. Yup, sama halnya dengan mendaki. Persiapan mendaki yang dilakukan dengan baik dan niat yang mantap, ibadah puasa-mu selama pendakian pun pasti akan terselamatkan dan terhindar dari goodan ingin membatalkan puasa. Lakukan pendakian dengan enjoy dan jangan terburu, aturlah ritme yang pas atau sesuai dengan keadaan tubuhmu,  walau bagaimana pun kamu sedang berpuasa dan harus mengontrol tenaga agar tidak  terkuras banyak. Setibanya di puncak, jangan lupa untuk mengucapkan syukur pada Sang Khalik atas segala nikmat yang Dia beri.

So, mendaki gunung saat berpuasa ternyata tidak sesulit yang selama ini dibayangkan, bukan? Asal dilakukan dengan persiapan tepat dan niat yang mantap, mendaki saat berpuasa pun tidak jadi masalah.  Btw, kamu pernah mendaki saat berpuasa? Berbagi cerita yuk di kolom komentar.

Finally, selamat menjalan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Selamat mendaki. Jadilah pendaki yang bijak dengan tidak membuang sampah sembarang. Tetaplah menjaga kebersihan, keindahan dan kelestarian alam sekitar. Salam ngadem. Salam lestari.

(foto featured dari @firmansandifauzi)

 

 

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.