in ,

Sensasi Kabut Romantis di 7 Tempat Wisata Pegunungan yang Ada di Wonosobo

Kabut yang likang
dan kabut yang pupuh
lekat dan gerimis
pada tiang-tiang jembatan…

– Sapardi Djoko Damono

Begitu memasuki daerah pegunungan Wonosobo, kamu akan merasakan sensasi sejuk nan damai seperti puisi di atas. Bedanya, kalau puisi milik Sapardi Djoko Damono itu menceritakan tentang sebuah jembatan yang ada di kota San Fransisco (Golden Gate Bridge), kalau di sini, kamu akan merasakan sensasi kabut putih yang ada di kota Wonosobo. Meskipun beda-beda dikit, tapi kan sama-sama ada kabutnya? Hehehe.

Kawasan Dieng yang terletak di kabupaten Wonosobo ini sebenarnya merupakan gunung api raksasa yang masih aktif. Salah satu tanda aktivitas vulkanik ini adalah terdapatnya beberapa kawah yang terletak di kawasan Dieng. Oke, nggak usah berlibet lagi. Segera aja kita telusuri indahnya kota Wonosobo!

1. Embusan Angin dan Kabut yang Romantis di Agrowisata Kebun Teh Tambi.

Agrowisata Perkebunan Teh Tambi foto dari @imooima

 

Seperti yang tertulis dalam tajuk di atas, di sini kamu akan diajak untuk menikmati sensasi sejuk udara pegunungan serta kabut tipis yang meliputi area kebun teh ini. Suhu udara yang ada di lokasi berkisar antara 15o celcius sampai 24o celcius. Nah, udah kebayang kan gimana romantisnya? Yap, hamparan kebun teh seluas 800 hektar ini akan membuatmu terkesima dengan pemandangan gunungnya yang berdiri di sekeliling lokasi. Istimewanya lagi, kamu bisa menyaksikan proses pemetikan hingga pengolahan teh Tambi secara langsung dengan didampingi pemandu.

Lokasi wisata ini terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Tiket masuknya pun relatif terjangkau, yakni Rp. 20.000,00/ orang. Untuk menambah paket makan siang, kamu cukup membayar biaya tambahan sebesar Rp 20.000,00. Selain itu, Agrowisata Perkebunan Teh Tambi ini juga menyediakan paket outbond untuk wisatawan. Biaya yang harus kamu keluarkan untuk outbound sebesar Rp 85.000,00/ orang (minimal rombongan 20 orang).

Adapun bagi kamu yang ingin bermalam, di lokasi ini juga disediakan pondok wisata dengan fasilitas yang cukup memuaskan, seperti: rumah pondokan, rumah makan, ruang pertemuan, outbound, dan api unggun. Gimana? Oke, kan?

2. Ajak Gebetanmu Mendaki ke Tempat Romantis yang Ada di Gunung Prau.

Gunung Prau via tiketwisatadieng.blogspot.co.id

 

Percaya nggak sih, kalau gunung yang tingginya mencapai 2656 mdpl ini bisa membuat gebetanmu melting? Percaya aja deh, sebab di gunung ini kamu bisa menikmati panorama golden sunrise yang kece abis bersama sang gebetan. Berikut ini letak koordinat GPS-nya: 7°11′13″S 109°55′22″E.

Yap, di balik udaranya yang dingin, ternyata tersimpan kehangatan sunrise yang bisa melelehkan hati. Niscaya gebetan yang kamu ajak untuk mendaki itu; akan langsung menerima cintamu yang tulus dan suci. Cie, cie, cie. Untuk masuk ke area pendakian ini, kamu diharuskan membayar mahar sebesar Rp.5000,00/ orang. Nah, biar lebih kelihatan romantis, kamu harus menyediakan segala kebutuhan sang gebetan. Termasuk tiket masuknya, ya. Hehehe. Di awal pendakian itu, kamu akan menemui lahan perkebunan kentang milik warga sekitar. Dan jika kamu beruntung, kamu akan diberi kentang secara cuma-cuma. Baik banget, kan? Iya, emang warga Wonosobo itu baik-baik, lho.

Begitu sampai di puncak, kamu akan melihat hamparan savana yang begitu luas; lengkap dengan gumulan awan putih yang memukau. Nah, kalau kamu sampai di puncak pas sore hari, mendingan kamu mendirikan camp, sehingga bisa menikmati golden sunrise pada pagi harinya. Ohya, kami sarankan juga agar kamu datang ke lokasi pas di hari kerja. Kalau nggak begitu, kamu bakalan susah buat mendirikan tenda; dikarenakan banyaknya pengunjung yang datang pas weekend. Gimana, Sob? Udah kebayang buat nembak si doi?

3. Tempat Romantis Selanjutnya Terletak di Puncak Si Kunir.

Puncak Sikunir foto dari @nurlailysriutami

 

Foto di atas menjadi bukti bahwa Puncak Sikunir mempunyai daya tarik tersendiri bagi kamu-kamu yang hobi muncak bersama pacar. Tapi, buat kamu-kamu yang sampai saat ini masih jomblo, tenang aja, ya. Toh kamu juga bisa muncak bareng-bareng sama teman seperjuangan? Hehehe. Yap, puncak Sikunir merupakan tempat paling populer yang ada di kota Wonosobo. Terletak di desa Sembungan, kecamatan Wonosobo, kabupaten Wonosobo. Saking populernya, tempat ini selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menghabiskan akhir pekannya.

Puncak Sikunir menyajikan panorama khas pegunungan. Selain itu, sunrise yang ada di Puncak Sikunir ini juga tak kalah keren dengan Gunung Prau. Untuk masuk ke lokasi ini, kamu diharuskan membayar seharga Rp. 5000,00. Harga yang sangat murah untuk sebuah momen romantis yang tak akan terlupa.

Kalau kamu ingin lihat video perjalanan kami di Puncak Sikunir, kamu bisa ke sini.

4. Setelah Puas Menikmati Sunrise di Puncak Sikunir, Yuk Kita Geser Dikit ke Telaga Warna.

Telaga Warna foto dari @anggievlnda

 

Tempat wisata keempat yang menjadi tujuan kita selanjutnya adalah Telaga Warna. Tempat wisata yang populer hingga ke mancanegara ini memang tak boleh kamu lewatkan ketika sampai di Wonosobo. Mengapa dinamakan Telaga Warna? Karena memang warna telaganya bisa berubah; dari biru laut hingga hijau dan putih kekuningan. Telaga ini terletak di desa Dieng, kecamatan Kejajaran, Wonosobo. Ohya, di telaga warna ini ada sebuah pohon yang tumbang dan dikerubutin para pengunjung buat foto-foto. Yap, kayak artis aja, ya? Emang!

Harga tiket masuk yang harus kamu bayar untuk memasuki lokasi ini sebesar Rp. 5000,00 (weekday) dan Rp. 7.500,00 (weekend). Ohya Sob, kamu juga bisa menikmati pemandangan Telaga Warna ini dari ketinggian, lho. Caranya, kamu cukup menaiki sedikit tanjakan yang ada di sebelah lokasi. Dijamin deh, kamu nggak akan nyesel berkunjung ke tempat ini. Apalagi perginya sama orang terkasih. Yeeeaaahhh.

5. Candi Dieng: Tempat Asik Buat Berlibur Bersama Keluarga.

Candi Dieng foto dari @sri_mulyani28

Selain dikenal dengan pesona pegunungannya, ternyata Wonosobo juga memiliki candi yang disebut sebagai Candi Dieng. Candi-candi yang ada di lokasi ini diberi nama seperti tokoh-tokoh Mahabarata, seperti: Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca, Candi Srikandi, dan lain sebagainya. Harga tiketnya pun relatif terjangkau, yakni sebesar Rp. 5000,00/ orang. Ohya, selain dapat menikmati candi-candi itu, kamu juga bisa menikmati Kawah Sikadang yang terletak tak jauh dari lokasi candi, lho.

Begitu memasuki lokasi, kamu akan melihat candi-candi yang berjajar rapi, serta perkebunan sayur-mayur milik warga setempat yang menjadi background di sebaliknya. Dijamin deh, kamu bakal punya kenangan tersendiri kalau berfoto di tempat ini. Maka dari itu, selalu bawa kamera ketika berpergian, ya!

6. Pengin Ciprat-Cipratan Biar Terkesan Romantis? Yuk Cicipi Dinginnya Air Terjun Sikarim.

Curug Sikarim via mytrip123.com

Air Terjun Sikarim yang terletak di desa Mlandi, kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, ini memiliki ketinggian sekitar 24 meter dengan latar belakang bukit Sikunir yang menjulang dan banyak ditumbuhi tanaman perdu yang langka. Meskipun air yang mengalir cenderung sedikit, tapi kamu juga bisa merasakan sensasi ciprat-cipratan bersama pacar, lho. Ouh shit, udah kebayang kan romantisnya? Hehehe. Yap, pokoknya kamu bakal ngerasain kayak yang ada di FTV itu, lho. Lagi pula, kamu tak perlu bayar mahal untuk masuk ke lokasi, cukup merogoh kocek seharga 5000 rupiah saja.

7. Kawah Candradimuka: Tempat Fenomenal yang Harus Kamu Kunjungi Selagi Berada di Dieng.

Kawah Candradimuka foto dari @edy.susanto.52

Pernah denger cerita wayang yang berkisah tentang Raden Gatotkaca? Yap, kalau udah, tentu kalian tahu tentang Kawah Candradimuka, kan? Benar, di kawah inilah Raden Gatotkaca memperoleh kesaktiannya setelah sekian lama di-godok dalam air Kawah Candradimuka. Makanya, Raden Gatotkaca dijuluki sebagai ksatria yang memiliki otot kawat balung wesi, yang dalam bahasa Indonesia bermakna sebagai ksatria kuat yang memiliki otot kawat dan tulang besi—karena telah direbus di dalam kawah tersebut. Tapi kamu jangan berpikiran untuk menggodok tubuhmu di tempat ini, ya. Bukannya tambah sakti, malah bisa-bisa koit dan nggak jadi piknik, deh. Hehehe. So, nikmati alam sewajarnya aja, ya.

Nah, buat kamu yang belum pernah menginjakkan kaki di Dieng, pasti kamu akan merasa bingung untuk melewati jalan manakah jika ingin melihat kawah ini? Yap, dari area Dieng Plateau, kamu cukup mengarahkan kendaraan menuju jalan raya Dieng-Batur sampai bertemu pertigaan dan pilihlah arah ke Kepakisan. Kamu akan melewati jalan asik berliku serta menyaksikan hamparan kebun pertanian di lereng-lereng pegunungan Dieng. Setelah berjalan sekiranya 20 menit dari pertigaan Kepakisan, kamu akan menemukan gerbang bertuliskan “Kawah Candradimuka” yang ada di kanan jalan.

Ketika sampai di lokasi Kawah Candradimuka, kamu akan mendengar suara gemuruh dahsyat dengan kepulan asap putih. Kawah ini terletak di antara tebing-tebing agak curam. Jadi ketika ingin melihat aktivitas kawah secara dekat, kamu harus menuruni beberapa anak tangga dan menyusuri tebing tersebut. Dan, ingat! Ketika mendekat ke bibir kawah, kamu harus ekstra hati-hati dan harus memakai masker. Sebab gas yang dikeluarkan dari dasar kawah ini cukup berbahaya. Kami sarankan agar kamu tak berlama-lama berada di tempat ini.

Oke, 7 tempat wisata yang ada di Wonosobo sudah ada dalam genggaman. Jadi kapan kamu mau berkunjung ke Wonosobo bersama si doi? Buruan aja, deh. Sebab, kalah start itu menyakitkan!

Written by DT. Jatmiko

Kontributor Ngadem.com - Lelaki gembira asal Prambanan. Sempat mempunyai cita-cita jadi Polisi, tapi kandas di tengah jalan.