in

Travelers Hits: Ngborolin Dunia Wisata Bareng Weli Waldianto

Ngadem.com – Dari sekian banyak travelers yang meringankan tugas Dinas Pariwisata dalam hal promisi, sepertinya Weli Waldianto adalah salah satunya. Pria yang sekarang tengah menempuh studi di UMY ini sering muncul lewat beberapa foto di media sosial. Bisa dikatakan, sosoknya jadi pemacu geliat dunia pariwisata dengan membantu mempromosikan suatu tempat wisata. Jumlah followersnya yang tak sedikit, jadi alasan lain mengapa Weli Weldianto kami sebut sebagai Travelers Hits. Perbincangan Ngadem.com dengan Weli bermula di Line. Ia dengan semangat bersedia kami ajak berbincang terkait perkembangan dunia traveling yang beberapa waktu belakangan sedang booming.

Bagaimana pendangannya tentang dunia wisata sekarang dan hal apa yang membuatnya sangat menyukai gunung?

***

Biar lebih asyik kenalan dulu donk. Nama, aktivitas (kerja/kuliah), domisili?

“Hallo! Saya Weli Waldianto (@wwaldianto), kuliah di Fakultas Hukum UMY, domisili Sleman, Yogyakarta.”

Dari Instagramnya, kayanya pecinta gunung? Mengapa sangat suka dengan gunung?

“Lebih tepatnya seneng jalan, kalo ditanya mengapa suka gunung karena di gunung saya selalu menemukan suasana tenang, damai, dan juga mengajarkan kesabaran dalam menggapai tujuan (puncak), karena kan ada yang bilang tuh, kalo kepribadian orang bisa dilihat saat dia naik gunung,”

Makin ke sini, makin banyak orang yang naik gunung? Menurut kamu kenapa?

“Pertama, itu adalah dorongan dari orang-orang yang sebelumnya sudah naik gunung yang kemudian foto-fotonya diunggah di media sosial. Ya biar kekinian gitulah. Kedua, banyak orang menganggap kalo di gunung itu tempat yang paling tepat untuk menguji kekompakan dan kerja sama tim. Ketiga, orang ingin tahu kepribadian seseorang; entah itu temannya atau gebetannya. Mungkin itu menurut saya alasan banyak orang naik gunung.”

Apakah kamu selalu traveling ke gunung?

“Nggak selalu sih, kadang juga main ke tempat-tempat wisata bernuansa alam. Curug atau umbul, contohnya”

Sejauh ini udah traveling ke mana aja?

“Sampai saat ini baru di daerah Jogja dan Jawa Tengah aja. Kalo di Jawa Timur baru Semeru, dan itu pun baru sekali.”

Kalau kamu dikasih pintu ajaibnya Doraemon, kamu mau traveling ke mana? Alasannya?

“Kalo dikasih pintu ajaib Doraemon saya mau ke daerah Indonesia Timur, seperti Raja Ampat, Wakatobi, Rinjani, dan wisata-wisata hits di Lombok, haha.”

Kamu kan masih kuliah nih, gimana ngatur waktu dengan aktivitas traveling?

“Kebetulan kuliah saya kosong di hari Sabtu dan Minggu. Jadi pas naik gunung, perginya Jum’at sore setelah kuliah. Kalo untuk planning keluar Jogja, pasti saya menunggu longweekend agar tidak terburu-buru. Kalo masalah tugas kuliah selalu saya masukkan di hari Senin sampai Kamis,”

Apakah kamu setuju bahwa traveling bisa buat pikiran adem? Alasannya?

“Setuju! Kalo saya pribadi yaa (atau mungkin orang lain), tugas kuliah yang menumpuk itu bener-bener bikin penat. Nah, disitu saya memanfaatkan travelling untuk menghilangkan rasa penat dan juga me-refresh pikiran saya. Biar nanti pas masuk kuliah pikiran udah fresh lagi,”

Pendapatmu tentang “JANGAN DISHARE NANTI DIRUSAK ANAK ALAY!”?

“Sebenarnya, kalau dirunut, itu konsekuensi dari penggunaan media sosial. Kan banyak tuh sekarang foto-foto tempat wisata yang bikin ngiler. Bingung juga kalau nyari siapa yang salah. Tapi sebaiknya mereka yang suka travelling memiliki etika di suatu tempat wisata. Karena setiap tempat memiliki budaya dan tradisi yang berbeda, maka penyesuaian dengan adat istiadat setempat mutlak diperlukan. Kalo banyak yang merusak fasilitas maupun membuat tempat wisata menjadi kurang menarik berarti dia traveler yang tidak beretika. Hanya memikirkan ketenaran dan keeksisannya,”

Selain badan, apa yang biasa kamu bawa saat traveling?

“Pertama. pasti duit haha. Kedua, kamera. Ketiga, peralatan pribadi (pakaian dsb). Keempat, peralatan traveling (kalo digunung ya tenda, sleepingbag dsb). Menyesuaikan tempatnya juga sih,”

Menurut kamu, gimana perkembangan dunia wisata sekarang? Dan apakah sudah didukung dengan fasilitas yang layak serta pengelolaan cermat dari pemerintah setempat?

“Perkembangan dunia wisata sekarang sangat gila! Terutama di Jogja. Soal fasilitas, pemerintah juga lagi giat-giatnya membenahi. Daerah wisata seperti pantai (kalo di jogja) juga mulai membaik. Selain itu, banyak Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang secara sadar mengelola tempat wisata di daerahnya. Meski, masih banyak juga sih yang belum ada fasilitasnya, dan biasanya ini masih tergolong wisata baru seperti di magelang yang baru-baru ini saya datangi (pemandian). Di sana belum ada fasilitas baik dari penunjuk arah mau pun area parkir. Memang tempatnya tersembunyi jadi agak susah juga ya, haha.”

Selama kamu traveling, mana nih tempat favorit kamu? Mengapa?

“Ranu Kumbolo di Semeru dan Gunung Prau. Ranu Kumbolo merupakan spot yang bisa dibilang surganya Gunung Semeru, dan sangat sulit menemukan ada danau di gunung di Pulau Jawa. Kecuali di daerah lain ya. Kalo Gunung Prau, gunungnya tidak terlalu tinggi, tapi dengan mata telanjang kita bisa liat golden sunrise beserta keindahan 2 gunung kembar di depannya (Sindoro dan Sumbing). Keren banget lah pokoknya!”

Biasanya kamu tahu informasi tempat wisata baru dari mana?

“Pertama dari teman, kedua dari media sosial (Instagram). Eh, sama dari Ngadem.com juga ding! Haha,”

Btw, seneng traveling sendiri atau bareng-bareng? Alasannya?

“Semuanya seneng sih. Karena yang penting saya bisa jalan-jalan. Entah itu barengan atau sendiri. Kalo pun sendiri saya pasti dapet teman baru di tempat saya travelling. Tapi lebih enak emang bareng-bareng,”

Kebanyakan foto kamu diambil saat sore dan pagi. Kasih tips donk buat pembaca Ngadem.com biar bisa dapet foto kece.

“Hemmm… tergantung tujuan kita mau ambil sunrise apa sunset. Tapi menurut saya pengambilan foto yang bagus memang pagi, sebab pancaran matahari membantu banget buat lighting, langit juga masih bersih. Selain itu, sekarang kan lagi musim hujan dan biasanya kalo di Jogja, hujan turun setelah jam 12 siang. Jadi lebih baik pengambilan foto dilakukan saat pagi hari. Kalo sunset ya untung-untungan juga sih. Kalo pas hujan mending cari foto di hutan. Kita bisa memotret kabut yang terasa banget suasana dinginnya,”

Dari foto-foto kamu di Instagram, mana nih yang paling berkesan buat kamu?

gunung-prau-romantis
Perjalanan ini semakin dekat, merekat tanpa sekat, hingga ujungnya akan terikat.

Tahu Traveloka? Itu apa sih?

“Tahu donk! Itu aplikasi smartphone untuk mempermudah orang saat mencari hotel dan tiket. Traveloka juga membantu banget buat travelers yang bingung nyari tempat nginap dan tiket. Keren lah!”

Tahu Ngadem.com? Kasih saran, kritik dan masukan donk!

“Untuk Ngadem.com, lanjutkan! Haha. Bisa dicoba juga untuk lebih meng-explore beberapa tempat dari traveler yang ada di luar negeri agar semua info travelling bisa didapat. Dan tentunya bikin orang bahagia kan? Haha,”

Oke terima kasih Wely Weldianto. Senang berbincang denganmu :)

***


traveloka