in ,

Minggu Pagi “Nyeni” di Museum Affandi

Ngadem.com – Siang yang begitu membakar, tadinya kami berencana ingin mengunjungi salah seorang teman yang  berada di kawasan Bantul, namun karena terik matahari yang begitu menyengat rencana tersebut kami batalkan. Cuaca yang terik seperti ini mengingatkan kami akan museum Affandi yang beberapa hari lalu kami kunjungi.

***

Disuatu pagi di Yogyakarta, langit tampak cerah dan biru, matahari tak lesu menyinari kota yang banyak memiliki seniman andalan tanah air ini. Pagi itu kami mengunjungi museum Affandi, salah satu museum Yogyakarta yang memiliki nilai seni juga edukasi. Di bawah terik matahari kami meluncur menuju museum Affandi. Start dimulai dari Universitas Negeri Yogyakarta menggunakan kendaraan roda dua dengan waktu tempuh  sekitar 10 menit saja. Waktu yang relatif singkat, bukan?

Museum Affandi merupakan museum yang berisi lukisan-lukisan abstrak dari Alm. Affandi dan kedua putrinya Kartika Affandi serta Rukmini. Di kawasan museum ini lah Alm. Affandi beserta keluarganya tinggal.

Museum Affandi memiliki letak yang sangat strategis dan tentunya sangat mudah dijangkau. Kami tiba di lokasi tepat ketika adzan duhur berkumandang, waktu di mana matahari tengah berpesta pora membakar kulit dan semua hal di bawahnya. Di kompleks museum ini kami disuguhi pemandangan yang menurut kami sangat unik dan nyeni sekali. Terdapat sejumlah bangunan dimana berisi lukisan-lukisan mengagumkan milik Affandi dan kedua putrinya. Di komplek museum ini jugalah Alm. Affandi beserta Maryati (istri Alm. Affandi) dimakamkan.

Yang Istimewa di Museum Affandi

Museum Affandi 45

Museum Affandi adalah sebuah museum yang menyajikan semua sisi kehidupan Affandi sebagai master seni rupa Tanah Air. Terletak di tepi pantai Gajah Wong, tempat dimana Affandi tinggal dan bekerja, serta mengasah semua ilmu pengetahuannya dalam dunia seni rupa. Di tampat ini kamu bisa melihat karya-karya Affandi dan karya-karya pelukis lainnya. Selain itu juga di pajang beberapa media dasar yang digunakan Affandi dalam berkarya.

Museum Affandi sendiri terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto 167, Yogyakarta. Jalan ini juga dikenal sebagai satu-satunya jalan yang menghubungkan dua kota besar, yaitu Yogyakarta dan Solo.

Lebih dari 300 buah lukisan tersimpan di museum ini; memiliki tiga galeri dan rumah yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal sang pelukis dan lantai dasar digunakan sebagai tempat untuk bersantai . Rumah ini memiliki bentuk atap menyerupai daun pisang, dan terdiri dari dua lantai dengan kamar pribadi di lantai atas. Selain 300 karya diri Affandi, museum ini juga menyimpan lebih dari 700 lukisan dari para pelukis terkenal Indonesia, seperti Basuki Abdullah, Hendra, Popo Iskandar, Fajar Sidik, Rusli dan lain-lain. Kompleks museum terdiri dari 3 gellery:

Galeri I Museum Affandi

Museum Affandi 41

Di Galeri I dibangun tahun 1962, di Galeri I ini kami disuguhi lukisan-lukisan Affandi dari tahun-tahun awal sampai dengan tahun terakhir semasa hidupnya. Galeri ini memiliki bentuk yang unik, tidak seperti museum biasa.  gallery ini sangat sederhana namun mengandung rasa seni yang tinggi. Dalam Galeri I kami juga bisa menikmati lukisan Affandi dari awal karir sampai tahun-tahun terakhir hidupnya dalam bentuk sketsa, cat air, dan cat minyak di atas kanvas. Di Galeri I ini terdapat dua buah patung (potret diri) yang terbuat dari semen dan tanah liat, serta terdapat juga sebuah patung (potret diri) bersama putrinya, Kartika. Selain itu, sepeda Alm. Affandi dan sebuah mobil kesayangan Affandi yang bentuknya telah dimodifikasi menyerupai ikan pun terpajang di dalam ruangan ini. Mengagumkan sekali.

Galeri II Museum Affandi

Museum Affandi 42

Galeri II ini salah satu bangunan di kompleks museum Affandi yang berisi sketsa-sketsa Alm.Affandi Galeri II ini dibangun tahun 1987 diatas lahan seluas 351,5 m² dengan bantuan Presiden Suharto. Arsitektur Gallery II tidak jauh berbeda dari Galeri I. Galeri kedua ini berisi karya-karya Affandi beserta pelukis terkenal lainnya.

Galeri III Museum Affandi

Galeri III selesai dibangun pada tahun 1997. Dibangun oleh Yayasan Affandi dan dikelola pada tahun 1999. Hal ini untuk memenuhi tuntutan Affandi yang ingin memiliki tempat yang cukup untuk menjaga pekerjaan dan seluruh koleksi. Galeri III juga digunakan sebagai tempat memajang hasil karya lukis anak-anaknya yaitu Kartika Affandi, Rukmini, dan Juki Affandi, serta lukisan sulaman yang terbuat dari kain wol karya Maryati, istri dari Alm. Affandi.

Studio Gajahwong

Museum Affandi 31

Disamping Galeri I, Galeri II, dan Galeri III, terdapat juga studio Gajahwong I dan Studio Gajahwong II. Di studio Gajahwong I yang diresmikan tahun 2004 ini dipungsikan untuk ruang pamer, dan studi Gajahwong II yang diresmikan tahun 2010 ini difungsikan untuk tempat belajar melukis bagi anak-anak maupun dewasa. Di studio Gajahwong II kami dapat menjumpai beberapa lukisan Didit, cucu Alm. Affandi, putra dari Kartika Affandi.

Tiket

Tiket masuk untuk wisatawan dalam negri dihargai Rp 20.000/orang free softdrink.  Dan, tiket untuk wisatawan asing dihargai Rp 50.000/orang free softdrink. Berada di museum Affandi kita seperti sedang memasuki dunia Alm. Affandi beserta karya-karyanya.

Akses

Museum Affandi berada di sisi barat sungai Gajahwong atau dijalan Laksada Adisucipto 167, sebuah jalan utama yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Solo. Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah, dapat diakses dengan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Atau bisa juga menggunakan  kendaraan umum seperti  taksi dan TransJogja.

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati di museum Affandi ini diantaranya: Galeri, sanggar kafe, perpustakaan, toko suvenir, kolam renang,  toilet, tempat parkir, tempat ibadah, dan toilet. Jika kamu ingin berfoto-foto ria, kamu akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000 untuk kamera ponsel, dan Rp 20.000 untuk kamera digital.

Makam Alm. Affandi di Museum Affandi
Gallery Karya Seni di Museum Affandi:

This slideshow requires JavaScript.

Ya, dari sebuah buku yang diberikan oleh petugas museum, Affandi merupakan salah satu pelukis Indonesia yang beberapa karya-karyanya masih diburu oleh kolektor, baik di dalam maupun di luar negeri dan harganya terus meningkat. Bahkan pernah ada ungkapan: “Jangan percaya kalau ada orang menjual karya Affandi dengan harga di bawah Rp 300 juta”.

 

Written by Amie Uliel

Kontributor Ngadem.com - Wanita yang menyukai apa pun saja tentang travel dan buku-buku roman.