Latest stories

  • Untuk Barbara, dan Mereka Yang Tak Percaya Kenangan Bisa Menyembuhkan

    Barbara yang baik. Kutulis catatan ini dalam ruang yang pengap. Dalam malam yang begitu sunyi dan dingin. Diantara lampu neon yang tertidur dan bermimpi. Diantara suara-suara mahasiswa yang sedang merayakan entah apa di luar. Aku menulis catatan ini untukmu, Barbara. Untuk perasaan-perasaan yang hancur dan selalu terbelakang. Untuk rasa sakit yang begitu jauh dan mungkin […] More

  • Hai, Kapan Kembali?

    “Bersama ini, kutenggelamkan keangkuhan-keangkuhan yang (pernah) berada disini. Semoga, ia lekas kembali. Seperti dulu, ketika malam selalu berseri-seri saat gerimis menghampiri.” Jam di dalam ponselku menunjukan angka 01:10. Lalu, kuletakan kembali ponsel di atas lantai yang sudah cukup tua. Aku duduk di depan sebuah cermin yang menempel pada tembok bercat hijau muda, sementara televisi di […] More

  • Tentang Kebencian Itu, Maukah Kau Sedikit Mengikhlaskannya?

    Kutulis ini saat malam sedang gerimis; untuk kamu yang masih membenciku dan enggan memaafkanku. Hai, apa kabar? Masihkah kamu mengutukiku kala hening malam mendatangimu? Masihkah kamu membusuk-busukiku saat kamu tengah asik berkumpul bersama beberapa teman kerjamu? Aku minta maaf jika aku telah melukaimu, sampai-sampai aku terus kau cerca habis-habisan. Aku minta maaf meski aku tau […] More